Posted in Angst, AU, Author Tetap, D.O FF Indonesia, Drama, Friendship, Hurt/Comfort, Life, Multichapter, Romance, Sad, Teen

ARBITRAGE[PART.8] – Alona OK

 20160524190511.jpg

 

EXO’s Do Kyungsoo and OC’s Kim Jera As Main Cast

 

EXO’s Park Chanyeol and Kim Kai, then BTS’s Min Yoongi, and Actress Kim So Hye As Additional Cast

 

This fanfiction is dedicated  for Teenager.


I Tagged Romance, Hurt, Melow Drama, Angst, AU AsGenre

 

Thank you so much little Cookie @ Story Poster Zone for this Amazing poster ♥

 

Note; Maaf karna telat ngepost. Juga buat part ini yang mungkin agak pendek  atau gak sesuai ekpekstasi, bacanya pelan – pelan ya^^

Continue reading “ARBITRAGE[PART.8] – Alona OK”

Advertisements
Posted in Angst, AU, Author Tetap, D.O FF Indonesia, Dark, Drama, Friendship, Hurt/Comfort, Life, Multichapter, PG-13, Romance, Sad

A R B I T R A G E [ 7] – Alona

Main Cast
╰ Do Kyungsoo – Kim JeRa  – Kim So Hyun ╮
Supporting Cast
╰ EXO Member’s  Kim Jongin – Byun Baekhyun – Park Chanyeol – BTS Min Yoongi ╮
Genre
╰ Romance – AU – Hurt/Comfort – Sad – Melodrama 
RatedPG – 13
Thanks for Amazing poster by;
Wanna read Prev Chap? ⇩
O N E→ T W O→ T H R E E→ F O U R→ F I V E → S I X
Rekomendasi; Last Dance – Big Bang, Changmin[2PM] – Moment
Note; Nanti akan ada pemberitahuan dimana lagunya harus diputar, Enjoy^^
20160524190511.jpg

Continue reading “A R B I T R A G E [ 7] – Alona”

Posted in Angst, AU, D.O FF Indonesia, Dark, Drama, Family, Friendship, Hurt/Comfort, Life, Multichapter, PG, Romance, Sad

A R B I T R A G E[6] – Alona

Main Cast
╰ Do Kyungsoo – Kim JeRa  – Kim So Hyun ╮

Supporting Cast
╰ EXO Member’s  Kim Jongin – Byun Baekhyun – Park Chanyeol – BTS Min Yoongi ╮

Genre
╰ Romance – AU – Hurt/Comfort – Sad – Melodrama ╮

Rated; PG – 13


Thanks for Amazing poster by;
CHAP.1 – CHAP.2 – CHAP.3 CHAP.4 – CHAP.5
 
Rekomendasi Super Junior – Blue Tomorrow, Epik High; Lee Hi – It’s Cold
20160524190511.jpg

Continue reading “A R B I T R A G E[6] – Alona”

Posted in Angst, AU, Author Tetap, D.O FF Indonesia, Drama, Hurt/Comfort, Life, Multichapter, PG-13, Sad

A R B I T R A G E [Part.5] – Alona

Main Cast 
╰ Do Kyungsoo – Kim JeRa  – Kim So Hyun ╮

Supporting Cast
╰ EXO Member’s  Kim Jongin – Byun Baekhyun – Park Chanyeol – BTS Min Yoongi ╮

Genre
╰ Romance – AU – Hurt/Comfort – Sad – Melodrama ╮
Rated; PG – 15
Thanks for Amazing poster by;

Rekomendasi
; Justin Bieber – Nothing Like us, Jungkook[BTS] cover – Paper heart
20160524190511.jpg
CHAP.1 || CHAP.2 || CHAP.3|| CHAP.4

Continue reading “A R B I T R A G E [Part.5] – Alona”

Posted in D.O FF Indonesia

A R B I T R A G E[Part.4] – Alona

Main Cast

╰ Do Kyungsoo – Kim JeRa  – Kim So Hyun ╮

Supporting Cast

╰ EXO Member’s  Kim Jongin – Byun Baekhyun – Park Chanyeol – BTS Min Yoongi ╮

Genre

╰ Romance – AU – Hurt/Comfort – Sad – Melodrama ╮

Rated; PG – 15

Thanks for Amazing poster by;

Little Cookie @ Story Poster Zone

Rekomendasi; Chen, Baekhyun, Xiumin(EXO) – For You, Baekhyun , K.Will – The Day, Kim Na Young – My heart speacks

CHAP.1 || CHAP.2 || CHAP.3

[Ini belum di cek ulang:v. 

Kemungkinan bagian ini membosankan .]

Warna biru muda yang indah mendominasi langit di kota Seoul. Dan JeRa suka itu. Setidaknya ada yang bisa membuat moodnya membaik.

Manik hitamnya melirik antusias pada sesosok yang baru saja menutup pintu kamarnya pelan. Baekhyun.

Pria itu datang dengan begitu bersinar pagi ini, apalagi dengan rambutnya yang dicat dengan warna brown. Menambah kesan dewasa padanya.

“Wah, kau mewarnai rambutmu,Uisa?“Tanya JeRa dengan senyum hangatnya. Tangan gadis itu terulur untuk mengambil sebuah kotak bekal berwarna merah hati yang disodorkan oleh Baekhyun dengan senang hati.

“Ya. Apakah warnanya keren?”Tanya Baekhyun balik. Pria berwajah manis itu menarik kursi penjenguk yang dingin dan duduk disana.

“Ya. Kau terlihat dewasa. Omong – omong ini apa?” Tangan JeRa bergerak untuk membuka tutup kotak bekal dan melihat isinya yang merupakan sebuah nasi berbentuk bundar dengan sesuatu yang ditepungi disebelah kanan dan kirinya, tak lupa dengan sayuran berupa brokoli dan tomat diatas nasinya. Menarik tapi JeRa tentu tak akan memakan yang satu itu.

“Udang tepung dengan ekstra cinta.”Jawab Baekhyun dengan alis diturun naikkan, ditambah senyuman khasnya yang tentu saja membuat JeRa tertawa geli.

“Kau memang yang terbaik. Para suster cerewet itu selalu melarangku—”

“Jangan lupa makan sayurannya.”Potong Baekhyun dengan senyuman tanpa dosanya yang dibalas dengusan sebal oleh sang gadis.

“Kau sama saja dengan para suster itu,oppa!“Dengus JeRa dengan bibir mengerucut lucu hingga Baekhyun gemas untuk mengecupnya, EH?

“Eits, beda tentu saja. Aku tampan dan mereka tidak. Aku keren mereka juga tidak, mereka kuno. Beda!”Tegas Baekhyun dengan gestur tangan tanda berakhir.

“Sesukamulah, oppa!”Ucap JeRa menyerah. Malas meladeni kepedean dokter yang sudah merawatnya selama lebih dari tiga hari itu.

“Aku jarang melihat pria berambut klimis itu. Dia kemana? Aku harus memberi tau soal perkembanganmu.”Sahut Baekhyun dengan tiba – tiba disela – sela suapan yang JeRa lakukan.

Gadis yang rambutnya diikat asal itu hanya mengindikkan bahunya acuh sambil menggigiti udang tepungnya dengan lahap.

“Ck. Kebiasaan…”Seru Baekhyun seraya menghapus jejak tepung di sudut bibir gadis itu. Dan bertepatan dengan pintu terbuka lebar yang menampilkan wajah Kyungsoo yang nampak mengeras.

***

Ini sudah yang kesekian kalinya Kyungsoo melirik ponselnya yang menampilkan nama Chanyeol menelfon. Namun tak ada tanda – tanda bahwa dia akan mengangkatnya, karna Kyungsoo sendiri memanglah malas mendengar ocehan sahabat tingginya itu.

“Kau tidak makan dulu Kyung?”

Suara merdu milik seorang gadis membuyarkan lamunan tak bermutu milik Kyungsoo hingga pria dengan balutan sweater putih dan celana kain hitam mendongak dan menatap wajah cantik sahabat kecilnya yang disukainya itu dengan senyuman manis.

“Tidak. Tadi aku sudah memakan roti buatanmu. Aku kenyang!”Jawabnya kala melihat kernyitan bingung diwajah So Hyun.

“Benarkah? Kau kenyang? Itu tadi pagi sekali. Kau tidak lapar lagi?”Tanya So Hyun seraya mengangkat mangkok berisi sereal kearah Kyungsoo yang kini menggeleng pelan masih dengan mempertahankan senyum manisnya.

“Yasudah, aku akan makan. Jangan ganggu aku, ok?”Pinta gadis yang rambutnya diurai itu dengan nada manja yang membuat hati Kyungsoo menghangat.Lantas pria tampan itu mengangguk mengiyakan.

Mungkin Yoongi, Kai apalagi Chanyeol akan meledeknya dengan kata kasar mengingat mereka membenci So Hyun karna peristiwa dimana dirinya frustasi kala So Hyun tak menengok saat akan pergi. Terutama Chanyeol.

Tapi Kyungsoo tau. Kyungsoo tau So Hyun punya alasan kuat yang membuatnya tak berpaling untuk melirik Kyungsoo barang sedetik kala itu.

Kyungsoo tau So Hyun punya alasan pribadi untuk itu sebab itulah yang membuat Kyungsoo bertahan dalam mempercayai So Hyun meski nyatanya gadis yang notabennya merupakan sahabat masa kecilnya telah melukai hatinya sedalam ini. Tapi Kyungsoo masih percaya. Percaya bahwa So Hyun masih menyimpan perasaan itu hingga kini.

Katakanlah Kyungsoo gila. Tolol. Atau apapun, Karna nyatanya cinta telah membutakannya akan keburukan yang dilakukan So Hyun. Karna nyatanya pengaruh cinta memang bisa sebesar itu.

“Aw!”

Atensi Kyungsoo segera terpaku pada sosok So Hyun yang kini meringis dengan ujung jari telunjuk yang mengeluarkan darah.

“Kenapa bisa terjadi?”Tanya Kyungsoo dengan panik. Pria itu dengan sigap mengambil obat merah dan plester berwarna putih yang terletak didalam kotak obat.

“Aku tak sengaja menyentuh ujung runcingnya.”Jawab So Hyun masih dengan wajah meringis sakit.

Kejadian ini bagai dejavu untuk Kyungsoo. Dan seketika itulah dia mengingat akan sosok gadis yang dia suruh berbaring dikamar VVIP gedung sebelah.

JeRa.

Berapa lama dia melupakan gadis itu? Demi mementingkan So Hyun yang sebenarny tidak selalu membutuhkannya?

***

Kai melirik ketiga orang yang kini saling diam didalam ruangan bernuansa putih itu dengan pandangan heran.

Apalagi kala melihat wajah mengeras Kyungsoo yang terlihat begitu kalut.

“Begini. Jadi—”

“Tolong jaga sikapmu sebagai dokter! Sedekat apapun kau dengannya—Aku tak perduli yang terpenting adalah kau harus menjaga batasanmu!”Ketus Kyungsoo dengan wajah jengkel. Pria itu terlihat mengepalkan tangan dengan begitu kuat.

“Kau ini kenapa sih Kyung? Dia hanya membantuku. Lagipula kau kemana saja?”Tanya JeRa dengan nada kesinisan. Gadis itu hanya tak tahan dengan sikap Kyungsoo yang seolah menyudutkannya.

“Gadis ini bisa pulang. Lukanya sudah tertutup.”Seru Baekhyun dengan cepat saat melihat Kyungsoo akan menyela. Pria yang lebih tua itu tersenyum menenangkan pada JeRa yang terlihat tak suka akan pengalihan topiknya.

“Tetaplah disisinya. Gadis itu sering terlihat banyak pikiran, buatlah relax. Karna dia akan menuju fase stress!”Jelasnya dengan kedua tangan dimasukkan kedalam saku diikuti senyum ramahnya yang tertuju pada Kyungsoo dan Kai.

“Aku permisi. Jaga pola makanmu nona Kim!”Pamit Baekhyun yang segera berlalu setelah memberikan senyum ramahnya.

“Ada apa?”Tanya Kai dengan herannya kala melihat pintu kamar itu telah tertutup. Menyisakan tiga orang dengan berbagai ekspresi.

Pria berbalut kemeja coklat itu segera meletakkan tentengannya yang berupa kantong plastik putih berisi makanan snack. 

“Pemilik perusahaan Oh corp ingin bertemu denganmu lusa. Berikanlah waktu luang untuk pekerjaan juga. Lagipula JeRa tak selalu membutuhkanmu bukan? Atau pekerjaanmu yang lain bisa ditahan?”Tanya Kai dengan ekspresi yang tak bisa dijelaskan.

“Ya. Akan kuusahakan. Selebihkanya kuserahkan padamu!”Jawab Kyungsoo dengan seenaknya. Tak memperdulikan wajah masam Kai.

“Apa yang kau lakukan?”Tanya Kyungsoo kala melihat JeRa memasukkan beberapa barangnya kedalam tas ranselnya.

“Aku sudah boleh pulang. Jadi aku beres – beres. Kenapa?”

“Aku tak mengijinkanmu pulang. Tinggalah disini. Kau akan sendirian di…”

“Kenapa? Bukankah biasanya aku selalu sendirian? Apa yang kau takutkan?”

Maafkan aku. 

Ini udh ngaret ngepostnya. Pendek pula, salahkanlah si ms.brain yg belum menemukan ide. Jadi, biar ngebantu adakah masukan kalian? Kritik atau saran?

Posted in Angst, AU, Author Tetap, D.O FF Indonesia, Dark, Drama, Friendship, Hurt/Comfort, Multichapter, PG-15, Romance, Sad, Slice Of Life

A R B I T R A G E[Part 3] – Alona

Main Cast 

╰ Do Kyungsoo – Kim JeRa  – Kim So Hyun ╮

Supporting Cast

╰ EXO Member’s  Kim Jongin – Byun Baekhyun – Park Chanyeol – BTS Min Yoongi ╮

Genre

╰ Romance – AU – Hurt/Comfort – Sad – Melodrama ╮

Rated; PG – 15

Thanks for Amazing poster by;

Little Cookie @ Story Poster Zone

Rekomendasi; Mad Clown Feat Kim Na Young – Once Again, Tiffany[GG] – Heartbreak Hotel, Taeyeon – Can You Hear Me, Yoon Mirae – This Love

CHAP.1 || CHAP.2

[WARN; Maaf jika ada kesalahan atau berantakan, Gak tau kenapa error terus;v]

20160524190511.jpg

***

Pagi menyapa kota ginseng yang menjadi tempat tinggal para artis yang akhir – akhir ini menjadi perbincangan hangat di setiap negara.

Meski sinar matahari telah memasuki pelosok rumah sakit Seoul International,namun tak sedikitpun JeRa merasakan kehangatan itu.

Gadis itu merasa begitu kosong dan sepi. Menyebalkan sekali.

Kursi dimana terakhir kali dia melihat Kyungsoo, menemaninya telah kosong melompong. Entah kemana perginya cowo bermata bulat itu.

Apa dia menemui gadis cantik itu lagi? 

Bibir berisi JeRa mengerucut dengan sendirinya kala mengingat betapa berbedanya sikap Kyungsoo saat bersama gadis cantik itu. Apa perlu dia menjadi orang lain agar Kyungsoo meliriknya? Tunggu, dia juga merupakan orang lain bukan? Apa dia kurang menjadi orang lain dimata Kyungsoo?

Percakapan Kyungsoo dengan Kai terekam jelas di memorynya. Sialan. Itu membuat dadanya nyeri.

“Kenapa melamun? Merindukanku ya?”

JeRa tersentak kala merasakan sebuah sengatan aneh di pipinya.

Dia menengok dan mendapati wajah Baekhyun yang tersenyum manis sambil mengelus pipinya lembut. 

JeRa sendiri hanya terdiam menikmati elusan hangat itu, Gadis bermarga Kim itu membayangkan jikalau Kyungsoolah yang melakukannya.

“Seenak itukah dielus – elus?”Tanya Baekhyun dengan wajah tak berdosanya kala melihat wajah memerah JeRa yang malu karna terlalu terbuai dan berimajinasi.

“Tidak juga, aku hanya sedang—”

“—Coba elus aku… Aku ingin merasakannya…”,Seru Baekhyun seraya meletakkan jemari berlapis plester milik JeRa di pipi tirus sebelah kirinya lalu menggerakkannya. Hangat. Baekhyun suka ini.

“Cih, seperti anak kecil. Ingat umurmu Uisa!”Ketus JeRa dengan wajah sebalnya, Tangannya yang bertengger di pipi halus pria bermarga Byun itu segera ia tarik dan ia sedekapkan di dada.

“Memangnya kenapa? Semua orang bebas bernostalgia soal masa kecil mereka, atau menjadi Childlish kapanpun mereka mau! Kau tidak suka aku melakukannya,huh?”Balas Baekhyun dengan nada kesal dibuat – dibuat. Lihatlah matanya yang membola, meski masih terlihat sipit. Menggelikan.

“Tidak. Kau lebih cocok menjadi lelaki dewasa, agar aku saja yang manja,Arro?”Kepala JeRa mengangguk semakin mempertegas soal ucapannya adalah suatu kebenaran.

Tangan lentik Baekhyun dengan sengaja terulur untuk mengusap pelan puncuk rambut JeRa yang terasa menggelitik telapak tangannya. Bibir tipis pria ini melukiskan senyum manisnya yang dibalas senyum hangat oleh JeRa.

“Cha! Aku membawakanmu ini… Kau harus makan!”

Baekhyun segera mengangkat satu tangannya yang menenteng sebuah kotak bekal dengan isi makanan yang dia buat susah payah tadi pagi agar masih terasa hangat saat dimakan.

“Waah, apa ini? Sup kaldu ayam?”Tanya JeRa dengan mata berbinar. Sungguh, dia senang bukan main. Astaga, dia bosan sekali memakan makanan rumah sakit yang rasanya terasa hambar.

Baekhyun mengangguk pelan sembari menarik kursi untuk penjenguk dan duduk disana. Ditempat seharusnya Kyungsoo berada.

Kepala JeRa menggeleng pelan untuk menghapus pemikiran tololnya tentang pria menyebalkan itu. Sialan sekali.

“Waeyo? Kau tak suka?”Tanya Baekhyun lagi, pria itu mulai mengupas sebuah pir yang ada di meja nakas tepat disebelah kiri dari JeRa lalu memakannya sembari menatap gadis bersurai coklat itu yang masih menikmati sup buatannya.

“Ani. Aku menyukainya, sangat! Gomawo, Oppa!”

JeRa bingung, kenapa disaat bersama pria lain yang memerhatikannya dia malah memikirkan Kyungsoo? Si pria cuek sialan yang membuatnya menjadi aneh. Ah, pria itu memang berbahaya. 

***

“Aku menemukannya…”

Suara baritone Kyungsoo menghentikan aktivitas teman – temannya.

“Maksudmu? Kau menemukan pekerjaan yang cocok?”Pertanyaan Chanyeol,si pemilik suara bass mampu mewakili temannya yang sedang mengisi gelas koktail denhan Vodka.

“So Hyun. Kim So Hyun, aku menemukannya pada akhirnya!”Ulang Kyungsoo dengan wajah yang sulit dibaca. 

Mata sipit Yoongi membulat, tak percaya gadis yang mampu membuat sahabatnya hampir gila mampu menampilkan wajah sialannya lagi. Berbeda sekali dengan Chanyeol yang nampak santai, Sepertinya pria tinggi berkuping lebar itu sudah mengantisipasinya dengan baik.

Lagi – lagi Yoongi menyumpat dalam hati lantaran, Chanyeol atau Kai sama sekali tak memberi taunya soal ini. Sial sekali mereka. Bedebah memang.

“Lalu? Kau akan menempel padanya lagi? Waah, kau memang sakit Kyung!”Yoongi menatapnya dengan tatapan sinis yang jarang orang lihat. Bisa dibilang tatapan langkanya mengingat pria itu selalu tersenyum.

“Lalu? Bagaimana dengan JeRa? Kau akan mengusirnya begitu saja setelah selama ini dia menemanimu?”Celetuk Chanyeol, setelah melihat sahabatnya mengangguk ragu pada pertanyaan sahabat berambut hijau terangnya. Pria berbadang tinggi itu mulai menyesap vodkanya perlahan.

Chanyeol maupun Yoongi saling menatap saat melihat Kyungsoo yang nampak berbeda. Pria itu nampak menghindari pertanyaan ini. Ada apa?

“Aku masih memikirkannya. Kasian dia…”

Chanyeol dan Yoongi lagi – lagi saling berpandangan, tak mengerti dengan jalan pikir Kyungsoo yang berubah – ubah. Tapi pada akhirnya Yoongi berdehem.

“Kudengar, JeRa masuk rumah sakit?”

“Ya, dia digigit Hiu putih di COEX Aquarium!”

Mata bulat Chanyeol maupun Yoongi membulat sempurna. Tak percaya itu terjadi pada gadis yang mereka awasi.

“Kau? Apa kau gila? Bagaimana—Sial,Kau mau mati?”Teriak Chanyeol yang diangguki tegas oleh Yoongi. Dia bahkan berdiri dari duduknya membuat beberapa pengunjung Bar malamnya menengok. 

“Aku bercanda. Mana mungkin aku membiarkan itu terjadi? Aku mau mati sungguhan kalau begitu…”Sahut Kyungsoo dengan wajah tenangnya, sama sekali tak takut dengan wajah sangar kedua sahabatnya.

“Dia tergores. Aku menyuruh—”

“Kau lebih gila lagi… Dia hanya tergores,bodoh!”Umpat Yoongi. Pria bersurai hijau itu mendelik sebal karna tak percaya Kyungsoo begitu melebih – lebihkan. Sialan dia tak tau lagi. Berapa kali sahabat berkuping caplangnya tak memberi tau?

Senyum miring tercetak di bibir tebal Kyungsoo. Tangannya mengambil gelas koktail berisi Vodka milik Chanyeol lalu meminumnya menghiraukan tatapan sinis sang empunya.

“Kau menemukan So Hyun dimana?”

Yoongi mendongak untuk menatap sosok Chanyeol yang menatap lurus kearahnya dengan mimik wajah datar. Dia tau itu pertanyaan untuk Kyungsoo.

“Di tempat dimana JeRa dirawat. Kenapa?”

So Hyun? Dirumah sakit? Pikir keduanya.

***

Ini sudah yang kesekian kalinya So Hyun mengecek ponselnya hingga batrai benda berbentuk persegi panjang dengan warna gold itu hampir habis.

So Hyun tak tau kenapa Kyungsoo belum menelfon atau bahkan memberinya sebuah pesan singkat? Kemana pria itu?

Tiba – tiba, kenangan dirinya dulu bermain bersama Kyungsoo dulu berputar kembali. Berputar dan berhenti dimana dirinya sakit dan pria Do itu bersedia menggendongnya. Mengantarnya sampai kerumah, bahkan menungguinya sampai ia sembuh lalu kembali bermain.

Begitu indah, sampai pada saat dimana Ayahnya meminta agar dia sekolah bisnis sebagai penerus, Lalu ibunya ingin dia menjadi gadis anggun yang cerdas. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke London meninggalkan Kyungsoo dan segala kenangan itu untuk sementara waktu. 

Saat dimana Kyungsoo ingin memeluknya, dia malah berpaling dan tetap berjalan. Bahkan sampai Kyungsoo memanggil namanya.  So Hyun tau. Dia hanya ingin mengucapkan selamat tinggal tapi So Hyun takut akan berubah pikiran dan semakin takut.

Jadi, So Hyun memilih terus melangkah dengan harapan Kyungsoo tau isi pikirannya. Dia tetap berjalan sampai mendengar jeritan Kyungsoo yang menangis meraung memanggil namanya. Dia jahat saat itu. Bak Perempuan tak memiliki hati.

Dia pergi dengan linangan air mata, Pergi untuk meninggalkan Kyungsoo sementara. Meninggalkan pria yang menjadi sahabat kecilnya, dan pria yang dia sukai. 

So Hyun tau, dia tak pantas Kyungsoo perlakukan dengan baik, tapi untuk sementara dia ingin merasakan kehangatan pria yang masih disukainya itu. 

“Memikirkan apa?”Suara baritone milik Kai membuatnya menengok dan menemukan pria tan itu tengah berdiri di depan pintu dengan tangan mendekap sebuah plastik putih besar. 

“Bukan hal penting, Kyungsoo dimana?”Tanyanya saat tak menemukan pria bermata bulat itu bersama sahabat masa kecilnya dulu,juga.

“Dia pergi, Aku tak tau kemana…”Jawab Kai dengan bahu mengindik. Pria itu menarik kursi khusus penjenguk dan duduk disana seraya meletakkan plastik putih besarnya di meja nakas tepat disebelah kanan So Hyun.

“Bagaimana kata dokter?”

Atensi So Hyun bergerak untuk menatap wajah heran Kai. Dia takut sungguh.

“Mereka belum tau. Tapi prediksinya sih, aku hanya kelelahan… Namun tak menutup kemungkinan, itu sesuatu yang buruk!”Lirih So Hyun dengan kepala tertunduk. Gadis itu tersenyum terpaksa saat merasakan tangan besar Kai mengelus lengannya lembut.

“Percayalah, Kau tak sendirian…”

Ya benar. Bukankah ada Kyungsoo?

***

Berdiam tanpa melakukan kegiatan apapun di dalam kamarnya membuat JeRa merasa bosan hingga keubun – ubun. 

Baekhyun telah pergi beberapa menit yang lalu setelah mendapati sebuah panggilan agar menangani seorang pasien sekarat akibat tabrak lari. Pria Byun itu nampak terburu –  buru, dan begitu kalut. Jadi JeRa tak mungkin bertanya atau bahkan mengajaknya bicara. Gila saja kalau itu terjadi.

Berkali – kali JeRa mengutuk nama Kyungsoo didalam hatinya. Lihatlah? Dia sudah bilang berkali – kali jika dirinya tak mungkin terkena suatu penyakit. Dia yakin itu. Astaga—dia hanyalah tergores kawat, bukan tergigit hiu rabies(?) lalu kenapa Kyungsoo begitu berlebihan? Apa dia trauma? Mungkin saja.

Tak memperdulikan ucapan Baekhyun bahwa dia tak boleh keluar kamar karna takut terkena teguran atau paling parah dibawa kembali kekamar. JeRa dengan langkah berani menapakkan kakinya dibawah ranjang yang dia tempati hampir 3 hari ini.

Berjalan menuju sofa didekat kamar mandi, dan mengambil Sweater abu – abu yang Baekhyun berikan tadi untuk menutupi pakaian rumah sakitnya_meski sebenarnya masih terlihat karna celananya. Namun JeRa tak perduli. 

Hari menjelang sore dan angin berhembus cukup kencang menurut berita cuaca yang dia tonton tadi.

Tentu langit sore menyapanya dengan keindahan dan terangnya saat dia membuka pintu kamar VVIPnya dari jendela raksaksa rumah sakit ini. 

Tak sedikit orang berjalan di koridor rumah sakit mengingat ini jam besuk. Jadi JeRa tak khawatir dapat terlihat_karna dia yakin dia akan melebur bersama para pembesuk.

Taman rumah sakit menjadi pilihan JeRa sebagai tempat istirahatnya setelah mengitari Rumah sakit yang merupakan adegan dari drama di TV. JeRa menertawakan dirinya karna bahkan mengikuti gaya si aktris itu. Lucu saja.

Disana tak ada bangku jadi JeRa memilih duduk diatas batu besar yang menghadap bangunan lain dari Seoul International hospital. Gedung dimana berisi kamarnya. Gedung itu menutupi matahari hingga JeRa tak bisa merasakan sinarnya. 

Tak jarang manik hitam JeRa melirik koridor yang kadang berisi para pasangan tengah bergandengan tangan, atau bahkan ibu hamil dan yang tengah menggendong anaknya.

Mata bulat JeRa menyipit kala melihat wajah familiar seorang pria yang kini tengah mendorong sebuah kursi roda yang dinaiki seorang gadis. JeRa kurang melihat wajah mereka dengan jelas karna faktor jarak. Itu bukan Kyungsoo pastinya, Karna pria Do itu tak setinggi itu dan tak memiliki potongan rambut seklimis itu. Jadi dia siapa ya? Kenapa terlihat begitu familiar?

“Kau lihat apa?”

JeRa hampir saja terjungkang kala mendengar suara sedekat itu, dan bahkan melihat sebuah wajah tampan disampingnya.

“Park Sajangnim?”Cicitnya dengan mata membulat juga wajahnya yang sedikit tegang.

Pria yang ternyata bosnya dulu di Bar itu menunjukkan senyum manisnya lalu tak lama terkekeh pelan.

“Kenapa sekaget itu? Kau takut aku melihat apa yang kau lihat ya?”Tanya Chanyeol dengan senyum jenakanya. “Kau lihat orang berciuman ya?”Candanya yang mampu membuat saliva JeRa tersendat di pangkal tenggorokan.

Gadis yang memiliki kulit putih ini menggeleng cepat dengan eskpresi polosnya membuat Chanyeol tertawa pelan. Mata bulat Chanyeol melirik gadis yang sedari tadi menatapnya intens. Mungkin kaget karna kehadirannya.

“Apa yang Sajangnim lakukan disini?”Akhirnya pertanyaan yang hinggap dibenaknya tersalurkan juga. Meski Jera merasa khawatir juga takut salah bicara. Pekerjaannya melayang nanti.

“Menjengukmu tentu saja! Kau tak suka?”Jawab pria bermarga Park itu sekaligus bertanya balik. Dia ikut duduk diatas batu tepat disebelah kanan gadis yang menjadi karyawannya hampir 1 tahun itu_akan genap sebelum Kyungsoo menyeretnya tentu saja.

“Aku hanya merasa pernah melihat lelaki dan perempuan disana…”Celoteh JeRa dengan telunjuk kearah orang berlalu lalang. Rupanya orang yang gadis Kim itu perhatikan telah pergi.

“Benarkah? Aku terlambat. Padahal bisa saja aku membantumu…”Kepala JeRa mengangguk pelan dengan eskpresi sendunya. Mungkin sedih karna aktivitasnya terganggu oleh pria yang menyandang status sebagai bosnya itu.

“Yasudah. Disini akan semakin dingin. Mau kutemani ke kamarmu?”Tawar Chanyeol seraya mendirikan badannya hingga menjulang dihadapan JeRa.

“Kalau Sajangnim tak keberatan!”Balas JeRa dengan ragu yang dijawab sebuah gelengan pelan Chanyeol .Tangan gadis itu bertumpu pada batu agar dia dapat berdiri dengan tegak. 

Mereka berjalan bersama menuju koridor yang menghubungkan pada gedung yang sedari tadi JeRa pandangi.

Baru saja mereka akan berjalan menuju sebuah lift sambil tertawa karna lelucon soal Kyungsoo yang berlebihan namun dengan tiba – tibanya tangan besar Chanyeol mencengkram lengannya hingga JeRa berbalik badan. 

Chanyeol bersyukur memiliki kemampuan dalam mengubah ekspresi kaget menjadi biasa saja. Hingga dia bisa menutupinya dari JeRa yang nampak bingung.

“Apa kau mau kekantin dulu? Aku akan membeli sebuah soft drink!”Seru Chanyeol saat melihat kerutan di dahi JeRa. 

“Aku ingin ke kamar. Kau menyusul saja Sajangnim. Maaf ya…”

Namun hal yang ingin JeRa pastikan lagi telah hilang dibalik pintu lift yang tertutup.

JeRa tak tau hipotesisnya benar atau tidak soal Chanyeol yang menariknya agar tak melihat sosok Kyungsoo didalam lift sana dengan seorang gadis diatas kursi roda. 

Dia tau, Chanyeol tengah menghela nafas lega saat ini. Dia tau Chanyeol tak mengetahui perihal dia melihat yang seharusnya tak dia lihat. Namun Tuhan memperlihatkannya.

Tuhan mampu memporakpandakan hatinya seperti saat ini. 

Dan inilah yang JeRa benci, dimana dia merasa terbang lalu terjatuh. Kau tau rasanya?

Dia yakin, Kyungsoo akan mengusirnya sebentar lagi. Dia telah mendapatkan pengganti yang lebih cantik darinya. Kecantikannya mungkin dibawah gadis So Hyun itu. 

“Kau benar tak apa kembali kekamar sendiri?”

Suara bass Chanyeol menyentak JeRa dari lamunan tak bermutunya. Gadis Kim ini mengangguk pelan tanpa menatap Chanyeol, takut ketahuan tengah menahan tangis.

Jadi, tanpa menunggu ucapan Chanyeol selanjutnya JeRa segera melangkah menuju lift yang terbuka.

Chanyeol menggeram. Tak percaya dia hampir kecolongan karna sikap seenaknya milik sahabatnya itu. 

Dia sangat ingin mengantar JeRa takut – takut bertemu pria tolol itu dilantai atas, namun dia tadi sudah bilang akan kekantin. Akan curiga bukan gadis malang itu?

***

Ucapan akan kekamar sekarang juga bukanlah sebuah kejujuran. Melainkan sebuah modus belaka agar dia bisa menyaksikan langsung siapa sebenarnya gadis yang tengah menaiki kursi roda hingga Kyungsoo si pria cuek sialan mau mendorong kursi dorongnya dengan pelan dan penuh perhatian.

Hingga Kyungsoo si brengsek yang selalu hadir dihati juga pikirannya mau meluangkan waktunya untuk mendorong kursi rodanya. Apa perlu JeRa kehilangan kakinya agar menaiki kursi roda itu? Tapi apa mungkin kYungsoo mau mendorong untuknya? Sudikah dia?

Perjuangan JeRa untuk berlari mengelilingi hampir beberapa lantai tak sia – sia. Karna kini dia melihatnya.

Kyungsoo dengan pakaian barunya. Kemeja putih setengah kusut, serta celana abu – abu kainnya tengah mendorong kursi roda yang dinaiki si gadis cantik. JeRa mengikuti mereka dalam diam, tepat dibelakang.

“—Aku tak apa,Oppa!”Seru gadis itu. Suaranya manis sekali. Pantas Kyungsoo sudi.

“Benarkah? Mau kutemani? Kau maunya bersama Kai terus!”Ketus Kyungsoo namun satu tangannya mengelus puncuk kepala gadis itu.

Kau tau bagaimana perasaan JeRa?

Air mata telah merembes entah kapan diatas pipi mulusnya. JeRa bahkan tak punya kesempatan untuk menghapusnya.

Langkah kaki mungilnya berhenti setelah mendengar pembicaraan kedua sejoli itu.

“Kau mau menemaniku? Memang kau tak—“

“—Aku tak punya pekerjaan lain kok!”JeRa dapat melihat senyum Kyungsoo dari pantulan jendela disamping kanannya. Jendela yang menampilkan langit yang menggelap.

Aku tak punya pekerjaan lain…

Jadi, Kyungsoo akan menemani gadis itu? Bukan dirinya.

JeRa mengutuk rasa penasarannya yang berakhir mengecewakan dirinya sendiri. 

—To Be Continue—

Alona NoTe;

Baper gak? Greget gak?

Hehehe, Aku lagi pengen bikin Chap ini sedih gt aja. Hehehe….

 disini JeRa mulai penasaran ya… Namun cuman melihat aja, gak nyari tau lebih. Ini Harus bertahap(?)

Aku tau, TBCnya gak nahan banget(?) Enggak deng, maksudnua tuh TBC kaga enak banget bagiannya. Namun, yasyudahlah. Mana nhepostnya akhir bulan,  Menit menit mendekati bukan baru lagiii?  HEHE.

Ditunggu, Komen atau likenya^^

Terima kasih💋