Posted in Angst, AU, Author Tetap, D.O FF Indonesia, Drama, Friendship, Hurt/Comfort, Life, Multichapter, Romance, Sad, Teen

ARBITRAGE[PART.8] – Alona OK

 20160524190511.jpg

 

EXO’s Do Kyungsoo and OC’s Kim Jera As Main Cast

 

EXO’s Park Chanyeol and Kim Kai, then BTS’s Min Yoongi, and Actress Kim So Hye As Additional Cast

 

This fanfiction is dedicated  for Teenager.


I Tagged Romance, Hurt, Melow Drama, Angst, AU AsGenre

 

Thank you so much little Cookie @ Story Poster Zone for this Amazing poster ♥

 

Note; Maaf karna telat ngepost. Juga buat part ini yang mungkin agak pendek  atau gak sesuai ekpekstasi, bacanya pelan – pelan ya^^

 

***

Jera telah hidup selama dua puluh dua tahun lamanya. Dan selama itu pula banyak pengalaman dan kerja keras yang dia alami sendiri.

Termasuk kisah percintaan.
Meski begitu, Sampai sekarangpun Jera tidak mengerti apa deskpripsi cinta tersebut padahal Serateman sebangkunya sewaktu JHStelah menjelaskannya secara berulang – ulang. Tapi apa yang bisa dipercaya dari seorang gadis pecinta novel remaja seperti Sera? Tidak ada. 

 

Jera juga pernah jatuh cinta sebelum ini. Dulu sewaktu JHS dengan seorang pemuda baik hati bernama Junmyeon. Dia pria yang baik. Sangat baik. 

Pria itu juga terkenal pintar dalam hal akademik. Dan Jera dengar Junmyeon adalah anak dari salah satu pebisnis yang tinggal didesa. Apa yang kurang dari Junmyeon? Hanya satu. Dia tidak mencintai Jera.

Pria itu sedang menjaga kesetiaannya dengan seorang gadis yang sedang sekolah di luar negri. Dia lupa wajah perempuan itu, Yang pasti perempuan itu cantik. Dan kehidupannya sama sempurnanya dengan Junmyeon. Mereka pasangan yang sempurna. Bagaimana bisa Jera tega menghancurkan mereka? Meski Jera bodoh. Namun dia tidak akan melakukan ituHal yang hanya akan mempermalukannya.

Jera menggeram sebal. 

Kepalanya pening karna terus – terusan dipakai untuk berpikir. 

Jera ingat. Kyungsoo pernah bertanya kenapa dia begitu mempedulikan Jera, Padahal biasanya tidak. Dia hanya memperdulikan So Hye karna gadis itu berlian Kyungsoo. 

Jawabannya tidak tau. Kalaupun tau, Jera tidak akan memberi tau Kyungsoo karna yang ada pria itu nantinya tetap memihak pada perasaannya. 

Jera juga ingin bertanya. 

Apakah Kyungsoo tau kenapa Jera tetap menyukai pria itu padahal dia tau yang Kyungsoo akan lakukan hanyalah menyakitinya. Apakah Kyungsoo tau jawabannya? Apakah Kyungsoo akan frustasi sepertinya demi menemukan jawaban itu? Dan pertanyaan berawalan apakah berputar dikepala gadis itu hingga membuatnya mengerang sebelum akhirnya berteriak kencang. Tidak perduli dia akan dimarahi, diusir, atau bahkan buruknya dimasukan ke bangsal orang gila karna dia berteriak ditempat yang tidak seharusnya. Rumah sakit. 

 

Feel better?” Tanya Kyungsoo yang sejak sejam tadi diam mengamati Jera yang mencoba menenangkan dirinya. 

“Kenapa?”Lirih Jera membuat Kyungsoo bergumam tak mengerti dalam keheningan yang tercipta diantara mereka. 

“Kenapa yang kudapatkan adalah sia dari tiap usaha yang kulakukan? Kata orang; Hasil tidak akan menyiakan usaha. Tapi kenapa itu tidak berlaku padaku?”Tanya gadis itu sendu. Setetes air mata terjatuh dipipinya. Menggenang layaknya sungai kecil yang membuat Kyungsoo merasa aneh. Lelaki itu merasa ada sesuatu yang berada didalam dadanya bergemuruh. 

“Kadang…”

 

Jera menengok untuk menatap wajah Kyungsoo yang terfokus pada gedung – gedung pencakar langit dihadapan mereka yang menutupi sinar matahari. Dia tetap diam menunggu Kyungsoo melanjutkan ucapannya yang digantung. Nyatanya, Kyungsoo memang suka menggantung apapun dan… Siapapun.

 

“Kadang aku suka berpikir. Kenapa orang diluar sana berpikir bahwa aku bisa mendapatkan apa yang kumau. Bisa membuat mereka iri. Bisa ini, bisa itu. Mereka meremehkan hal seperti itu tanpa melihat dari sisi lain. Ya, itulah kaum sejenismu.”Lanjut Kyungsoo dengan nada sebal. Pria itu menghela nafas, ingin menikmati semilir angin meski raut wajahnya agak sebal. Jera ingin  tertawa mendengar juga melihatnya. Namun mendengar kalimat terakhir pria itu, membuatnya marah. 

Jera ingin menyela karna tidak terima diejek seenaknya tapi Kyungsoo kembali melanjutkan ucapannya. 

 

“Kau sudah tinggal hampir tiga bulan bersamaku. Tidakkah kau menyadarinya?” Tanya lelaki itu tetapi matanya menatap sinar matahari yang menyilaukan mata dengan tatapan nanar. Sebenarnya sangat indah, hanya saja mereka tidak punya waktu untuk menikmatinya. 

“Aku tidak sehebat yang mereka bayangkan. Aku gila, tolol, bodoh juga brengsek. Kau juga berpikir begitu kan?”Lanjut pria itu sambil tersenyum miring kala melihat Jera mengangguk ragu.

“Aku gila karna ditinggal wanita yang sudah bersamaku sejak kecil. Gila hampir secara psikis. Apa yang dibanggakan dari itu? Aku juga bodoh dan tolol. Banyak wanita yang lebih baik dari So Hye disini tapi aku buta dan terobsesi untuk kembali bersamanya padahal aku tidak tau So Hye menyukaiku atau tidak. Aku pemaksa.”Seru pria itu sambil tersenyum yang sontak membuat Jera terkekeh. Membenarkan dalam hati jika Kyungsoo memang pemaksa. 

“Kau memang begitu. Baru sadar?” 

“Ya. Dan juga aku brengsek. Aku menculikmu untuk bersamaku karna kau mirip So Hye. Aku tak perduli dengan perasaanmu, namun melihatmu terluka saat di COEX Aquarium membuat jantungku berdetak. Aku hanya takut karna itu kau meninggalkanku saat aku merasa nyaman.”Oceh Kyungsoo sambil tersenyum hangat. Jera terpaku, jarang – jarang dia mendapatkan senyum Kyungsoo.

“Kupikir saat kami bermain bersama semua akan berjalan seperti biasa. Namun, hari itu aku menggoda So Hye habis – habisan karna dia memasak namun hasilnya gosong. Dia terlalu optimis.”Kekeh Kyungsoo. Lalu menengok dan menatap Jera dalam.

“Siapa sangka keesokannya aku mendengar kabar jika So Hye ada di bandara akan keluar negri dan aku tidak tau. Disitu aku berpikir dia marah karna aku meledeknya. Namun berbulan – bulan bahkan sampai tahun. So Hye tidak kembali. Aku hancur saat itu. Kupikir So Hye marah padaku. Kupikir dia…”

Kyungsoo memejamkan matanya sambil mengeraskan wajahnya. Pria itu sepertinya mengingat masa – masa sulitnya. “Sampai aku bertemu denganmu. Kupikir kau adalah So Hye, Tapi kalian berbeda. Aku menyadarinya. Aku nyaman denganmu juga nyaman dengan So Hye. Tapi saat kau terluka dan menangis. Aku..  Entahlah. Aku merasa aneh.”

“Sampai akhirnya aku menemukan So Hye. Dan dia sakit. Sakit menular yang tidak bisa disembuhkan. Dia pergi karna takut aku menjauhinya. Dia terkena virus berbahaya. Aku tidak tau harus apa. Rasanya… Aku bingung.”

Tangan Jera terangkat untuk mengusap tangan Kyungsoo dengan lembut. Gadis itu kaget kala mendengar kabar soal So Hye. Selama ini yang dia tau, So Hye hanya sakit tifus. Itu sih kata Kai.

“Kebanyakan orang yang kusayang meninggalkanku hanya karna masalah sepele. Aku takut itu terjadi denganmu.”Jelas Kyungsoo yang membuat Jera menatapnya dengan pandangan sendu.

 

***

 

Sudah sekitar sejam, dan yang Kyungsoo lakukan hanyalah diam mengamati sosok So Hye yang terbaring lemah dibalik ruang isolasi.

Yoongi dan Chanyeol sudah tidak datang lagi sejak kemarin. Hanya ada sosok Kai yang menemaninya namun kini dia menyuruh lelakiplayboy itu untuk mengurus segala berkas – berkas yang ada dikantor.

Dia tau.

Kedua sahabatnya itu pasti sedang menahan rasa kesal mereka dan memilih pergi untuk meredakan emosi mereka setelah melihat Kyungsoo yang terkenal terkendali kini terlihat menyedihkan dan memalukan. Pria brengsek, Dan Tolol ada pada diri Kyungsoo. Hanya karna sosok So Hye yang jatuh sakit.

Luka pada masa lalu membuatnya semakin sakit melihat So Hye begini. Membuatnya semakin sakit juga karna rasa bersalah.

Penampilan Kyungsoo memang tidak awut – awutan. Pria itu hanya memakai pakaian kasual yang membuatnya tampan dan manis secara bersamaan. Tapi sayang, tidak ada yang menarik perhatian Kyungsoo kecuali dua sosok perempuan yang jika orang lain lihat sama sekali tidak memiliki kemiripan satu sama lain.

Tapi, Kyungsoo melihat mereka sama. Bukan diwajah. Melainkan dari hal sesederhana itu.

Sebuah senyuman sederhana yang bisa menggetarkan hatinya. Mata bening yang memancarkan kepolosan dan kesucian. Cara mereka berinteraksi membuat Kyungsoo tersenyum. Mereka adalah dua sosok yang bertolak belakang namun sama – sama memiliki kesamaan.

Mereka sama – sama optimis. Optimis dalam menaklukan hati Kyungsoo yang dingin sejak kecil.

Kini dia diberi sebuah kenyataan. Bahwa dua orang itu akan meninggalkannya karna kebrengsekannya.

Kyungsoo harus melepas salah satunya. Dan membiarkan mereka tetap terluka karna perbuatan egoisnya. 
Kyungsoo tau.

Tindakannya memang membuat orang lain berpikir aneh. Padahal bukan itu yang ditujunya. Kyungsoo tidak ingin cerita. Dia ingin mereka melihat sendiri hingga bisa menemukan jawaban atas semuanya.

Kyungsoo ingin mereka yang mencari tau sendiri lalu bertanya tentang apa yang terjadi sebenarnya.

Hidup dengan didikan keras sang Ayah membuat pribadi Kyungsoo yang dingin dan penuh ketelitian juga tidak gampang percaya pada orang terbentuk secara alami.

Kyungsoo tidak ingin menjawab teka – teki. Dia ingin dia yang membuat teka – teki. Itu keahliannya.


“Kyungsoo-Ssi…”


Kyungsoo menengok dan menemukan sosok lelaki paruh baya dengan pakaian formalnya berdiri beberapa meter darinya.

Sosok yang sudah lama tidak ditemuinya dan menemuinya untuk dia beri pertanyaan. Soskk yang meninggalkannya dalam kesengsaraan penuh pertanyaan didalam kepalanya.

Appa..?”Lirihnya kecut saat melihat pria itu tersenyum ramah disaat wajahnya letih.


“Mau bicara sebentar?”


***


So Hye hanya diam sambil menatap jenuh pada jam dinding dihadapannya.

Gadis itu menengok kala melihat pintu terbuka. Namun bukan sosok yang ditunggunya yang datang, melainkan perawat.


“Apakah pria bernama Do Kyungsoo tidak datang?”Tanyanya penuh harap pada perawat perempuan itu sambil bergerak pelan untuk merubah posisi.

Perawat itu menggeleng pelan dengan tatapan menerawang. Berusaha mengingat wajah pemilik perusahaan sukses itu, apakah berdiri didepan pintu kamar isolasi atau tidak. 

“Belum, Nona Kim. Mungkin Ia sibuk. Katanya perusahaannya agak terguncang karna kasus korupsi.”Jelasnya sambil menyiapkan suntikan dan beberala serum. 

“Kasus korupsi? Dia pasti terguncang.”Gumamnya lirih. Sadar bahwa dia juga menambah masalah Kyungsoo.

“Jangan dipikirkan Nona Kim. Saya yakin Ia bisa melewati itu karna punya kaki tangan yang cerdas.”Seru perawat itu lalu salah tingkah. So Hye tau. Gadis ini pasti digoda oleh Kai. Lempeng begitu, pria itu seorang playboy.

“Saya akan menyuntikan obat pereda rasa sakit.”Ucap perawat itu sambil mendekatkan suntikan ke infusan So Hye. Tapi gadis itu buru – buru menahannya.

“Apakah aku akan sembuh? Apakah ada harapan aku tetap hidup?”Lirihnya membuat perawat itu tidak enak.

Lihatlah dihadapannya. Kim So Hye si putri yang punya apapun juga siapapun. Kini terbaring lemah dirumah sakit. Siapa yang patut disalahkan setelah apa yang nyatanya terjadi?

“Saya tidak bisa berjanji. Obat ini hanya meredakan sakit anda. Hasil akhirnya takdir yang menentukan. Meski kami mempredeksi bahwa harapan sembuh hanyalaj 5%”Jawab perawat itu dengan nada bersalah. Entah kenapa dia merasa kasihan. Gadis seperti So Hye memiliki banyak peluang untuk menjadi apa yang dia mau.

“Jangan menatapku seperti itu! Meski begini aku masih tetap bisa menikmati hidup walau hanya diruang isolasi. Aku bisa hidup jika ada keajaiban.”Omel So Hye. Dia benci ditatap iba. Seolah hidupnya benar – benar menyedihkan padahal dia hanya akan diprediksi mati dalam waktu dekat karna penyakit menular ini.

Jeosonghamnida, Nona Kim! Saya hanya merasa bersalah.”Sergah perawat itu makin tidak enak. Siapa sih orang yang suka ditatap kasihan?

“Bukan masalah. Itu reaksi alami.”Vokal So Hye sambil mengindikan bahu. Dahinya mengerngit saat merasakan obat itu masuk diperedaram darahnya. Aneh.

“Saya berdoa semoga anda diberi keajaiban, Nona Kim! Itu yang hanya anda butuhkan. Beberapa menit lagi mungkin anda akan mengantuk karna efek obat. Permisi!”Jelas perawat itu lalu membawa troli berisi peralatan medis keluar ruangan bertepatan dengan sosok Kyungsoo yang masuk.

So Hye bisa melihat tatapan sedih itu walau mata Kyungsok terhalang oleh kaca bening yang menutul wajahnya.

“Kupikir kamu mengurus perusahaan.”Seru So Hye dengan senyuman manisnya. Meliht Kyungsoo dihadapannya membuat gadis itu senang bukan main.

“Kai dan Chanyeol yang mengurusnya. Aku mau fokus padamu.”Jawab Kyungsoo lalu mencoba tersenyum. So Hye tau itu sejenis senyum dipaksakan. Kyungsoo pasti sedang banyak pikiran.

“Maafkan aku… Untuk semuanya.”Gumamnya lirih. Teringat jelas bagaimana ekspresi Kyungsoo saat dia meninggalkan pria itu dibandara. Tanpa alasan. Bahkan Kyungsoo menangis meraung memanggil namanya. Jahat sekali dia.

“Semua orang punya alasan untuk setiap yang mereka lakukan. Dan aku percaya kau begitu.”Kyungsoo berucap dengan nada pelannya. Senyumnya tidak memudar meski guratan lelah terpancar diwajahnya.

“Aku hanya membuat semua orang repot. Kenapa aku masih dipertahankan?”Tanya So Hye dengan mata menyorot pada Kyungsoo. Gadis itu tidak lagi menampilkan senyum manisnya, dan mata bulat beningnya tidak lagi bersinar polos. Gadis itu berada dititik lemahnya. Dan Kyungsoo tidak bisa membiarkannya.

“So Hye… Apa maksudmu?”

“Kau mengerti, Kyung! Aku sudah tidak punya harapan. Apa yang semua orang tunggu? Keajaiban?”

Kyungsoo membulatkan matanya. Mengerti apa yang So Hye maksud. Tidak. Apa maksudnya?

“Sudahlah…”Gumam So Hye saat melihat pria itu akan menyela. Gadis itu menghela nafas lelah. Matanya terasa berat.

“Jadi bagaimana? Apa Chanyeol dan Yoongi mau memaafkan aku? Mereka benci sekali padaku??”Lirih perempuan itu dengan mata sayu. Kyungsoo menatapnya dengan wajah lega, senang karna gadis itu merubah topik pembicaraan.

Dengan semangat Kyungsoo mengangguk. “Mereka akan memaafkanmu asal kau tidak pergi lagi. Mereka bilang mereka akan repot.” Tak lama kemudian pria itu terkekeh.

So Hye tertawa pelan. Rindu dengan masa lalu. “Apa yang kau janjikan sampai mereka mau memaafkan aku?”

“Tiket konser Exo.”Jawab Kyungsoo sambil mengindikan bahu. Tidak mengerti kenapa hanya dengan itu kedua sahabatnya mau menerima ajakannya untuk memaafkan So Hye, meski dia harus menceramahi mereka dulu.

“Astaga… Mereka Exo-l?”Tanya So Hye setelah meredam tawa gelinya. Tubuhnya semakin lemah. Matanya mengantuk.

“Entahlah. Tapi mereka bilang, Exo keren!”Jawab Kyungsoo dengan acuh tak acuh. Pria itu mengusap pelan rambut So Hye, membuat gadis itu makin ngantuk.

“Terima kasih. Aku akan menjanjikan Merchandise pada mereka nanti.”Gumam gadis itu yang mengundang tawa Kyungsoo.

“Kyung…”

“Hm?”

“Jangan melakukan sesuatu yang hanya akan membuatmu menyesal.”

Dan So Hye terlelap, Meninggalkan Kyungsoo dengan kepala penuh tanda tanya.


***


HAI SEMUA^^

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI(Meski telat:v)

 

Aku mau minta maaf karna akhir – akhir ini ngaret. Terus mungkin cerita tambah aneh. 

Mungkin disini ada  yang pembaca I Need U. Aku belum lanjutin, masih kutahan karna aku nyesek. Aku udah buat eh malah kepencet hapus. God, itu nyesek banget TT

Jadi sabar yaa, hehehe

 

Aku bakal berusaha cepet dan bawa cerita yang makin bagus^^(doain aja)

Aku mau ngabisin cerita ini dulu. Dikit lagi mungkin habis^^ 

Nanti baru kulanjutin INU^^

 

Oia,  disini kalian udah dapet tanda tanya belum? Maaf ya, aku emang sengaja mau bikin kalian bertanya – tanya gitu, heheheh semoga berhasil^^

Ditunggu jawabannya^^

 

Jaga kesehatan dan jangan banyak pikiran ya^^

 

Advertisements

Author:

Hy, Ini tentang aku,Ehm mungkin bakal panjang ya...^^ 1. Namaku ALONA, Terserah mau manggilnya,GMn, asal jangan thor,Aku milih Nama ALONA sendiri karna artinya Burung(?). siapa sih yang gak mau terbang tinggi kaya ntu hewan? ya mungkin gk ada ya? Gini, aku sendiri, Milih nama itu. Karna aku pemgen kaya birung, Maksudnya. Bisa terbang tinggi. Bisa sama kaya Author Yang Kece dan jadi Inspirasiku. Bisa jadi Author, yang ceritanya diminati,trs Bosa terkenal,dan banyak yang suka. Yaa.. intimya gt^^

Your Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s