Posted in Comedy, D.O FF Indonesia, Drama, Multichapter, PG-15, Romance, School Life, Shuu

Caramelo pt. 9

Carameloo

Caramelo

CAST: Do Kyungsoo, Kwon Chaerin | SUPPORTED: Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Kang Seulgi, Chen, Sehun and others | RATING: PG-15 | GENRE: Romance, School life | LENGTH: Chaptered | Fiction , OC and the plot is mine . The other characters belong to God , their company, and their families . Sorry for typo(s). Enjoy your spare time by reading this story. Leave a comment at the end of the story and don’t plagiarize, dude. Thank you!

Teaser: Pt. 1Pt. 2

Part: 1 2 3 4 5 6 7 8

Shuu’s Present this story

“Cold and warm like a spring.”

Bunga sakura telah di puncak mekarnya. Saat itu juga festival musim semi resmi dibuka. Tentu saja sebagian siswa bersorak riang menandai bahwa festival musim semi telah resmi dibuka. Mereka  dapat menghabiskan minggu ini dengan bersantai sebelum menghadapi ujian semester yang berlangsung satu minggu lagi.

Jalan utama yang ditumbuhi bunga sakura telah di hias dengan lampion dan beberapa pernak-pernik lainnya, menambah kesan hangat. Diujung jalan, terdapat panggung yang tidak terlalu tinggi yang berfungsi untuk band akustik.

Berbeda dengan area satu tadi, area dua berisi belasan stand penjual makanan yang menyediakan berbagai macam masakan. Dari mulai tteokbeokki sampai taco tersedia semua.

Kyungsoo sangat sibuk berjalan kesana-kemari membawa setumpuk proposal. Mengecek ini itu memastikan semuanya telah siap. Bahkan bagian yang klenik pun ia cek –seperti berfungsi atau tidaknya mic dan sound-. Apakah lampu yang dipasang melingkar di batang pohon sakura akan benar menyala saat malam dan memastikan seluruh band yang akan dijadwalkan tampil dapat berpartisipasi.

“Pastikan semuanya sudah beres. Jika ada sesuatu yang tak terduga, kalian harus melaporkannya padaku. Arro?” ucap Kyungsoo sambil menggulung kertas gigenggamannya.

“Baik,” ucap pengurus OSIS yang lain. Kemudian pengurus OSIS yang lain membubarkan diri dan melaksanakan tugas masing-masing.

“Kyungsoo sunbae,” panggil seseorang, jika di dengar dari suaranya yang melengking, itu pastilah suara seorang gadis.

Kyungsoo menoleh dan berusaha mencari sumber suara. Itu adalah Jiyeon, Park Jiyeon. Gadis berambut cokelat nun panjang. Saat mendapati Jiyeon telah disampingnya, Kyungsoo terlihat tersenyum tipis.

“Festival kali ini sangat keren,” ucap Jiyeon kemudian menunjukkan deretan giginya yang sangat rapih. Mungkin jika Chaerin disini ia tak segan akan menonjok rahang gadis itu karena menunjukkan senyuman yang membuatnya silau dan mual saat melihatnya.

Kamsahamnida,” ucap Kyungsoo dengan canggung.

Ige, kau lupa memakai ini,” ucap Jiyeon sambil menyerahkan sebuah kain dengan sebuah bordiran bertuliskan ‘kapten’. Itu adalah ban –kain yang biasa diikat di lengan seorang ketua, benda ini familiar dengan seorang kapten tim bola-

Berbeda dengan Kyungsoo yang sibuk modar-mandir ke ujung selatan kemudian ke ujung utara, Chaerin saat ini hanya disibukkan dengan ponsel ditangannya. Ia duduk di stand milik kelasnya. Ia duduk dikursi dengan tangan yang menopang dagu di atas meja. Apakah Chaerin memang tidak penting? Sehingga tidak ada satupun siswa yang meminta membantu stand milik mereka?

Entah kenapa ia kesini, ia hanya megikuti Seulgi. Tidak ada yang harus Chaerin lakukan karena festival baru saja resmi dibuka, belum ada siswa lain yang menghampiri stand mereka.

“Chaerin,” bisik seseorang kepada Chaerin.

Ia menengok kekanan dan ke kiri berusaha mencari Sang empu suara, ternyata pemilik dari suara tersebut adalah Seulgi yang tengah kerepotan membuka bungkus plastik sebuah produk pasta kacang kedelai.

Wae?” ucap Chaerin sambil mendorong dagunya.

“Kau, sampai puncak acara tetaplah berdiam disitu,” ucapnya, lalu kemudian terlihatlah raut bangga Seulgi yang berhasil membuka bungkus pasta kacang kedelai tersebut.

“Memangnya kenapa?” ucap Chaerin lalu menaruh ponselnya disaku almamater.

“Kau akan tahu sendiri nantinya,” ucap Seulgi sambil mengerlingkan sebelah matanya.

“Tapi tengah hari aku ada urusan dengan Chanyeol sunbae,” ujurnya.

“Urusan apa? Aku tidak diberitahu?” kata Seulgi sambil menngerucutkan bibir.

“Kau akan tahu sendiri nantinya,” ucap Chaerin lalu mengerlingkan mata seperti apa yang dilakukan Seulgi padanya. Seulgi terlihat jengkel sambil mengaduk sup yang ia buat untuk dijual di festival musim semi.

“Kyungsoo sunbae tadi mengirim pesan ke group Caramelo. Ia bilang akan memberikan catatannya kepada kita. Tapi ia belum memberitahu kapan ia akan memberikannya kepada kita,” ucapnya kemudian sambil menggeser layar ponselnya memastikan belum ada pesan masuk dari Kyungsoo.

Sehun terlihat berjalan dengan kedua tangan yang dimasukkan ke saku, headphone terlihat menggantung di leher. Sepanjang jalan banyak gadis yang senang hati memberikan waktu untuk sekedar menatap Sehun.

Festival musim sami yang diadakan sekolahnya terlihat mulai ramai dengan siswa dengan seraam yang berbeda darinya. Banyak dari mereka yang berjalan dengan segerombolan teman atau jalan berdua bersama pasangan mereka.

Beberapa bunga sakura terlihat gugur mengenai beberapa kepala siswa yang berkunjung. Mereka terlihat berkerumun di beberapa stand yang tersedia. Mulai dari stand yang menjual souvenir sampai berjualan arum manis berbagai warna.

Sehun terlihat melongok ke beberapa stand kemudian mengangguk-angguk.

Hey my sweetie,” ucap Sehun ke stand kelas Chaerin dan Seulgi. Beberapa murid kelas 1-3 langsung menatap Sehun dengan pandangan was-was.

Terlihat Chaerin yang melihat ke sekitar, mencari seseorang dengan nama sweetie yang sedang dipanggil Sehun. “Hey bodoh, siapa yang kau panggil sweetie?” ucap Chaerin sambil menampakkan wajah polosnya.

Sehun terlihat mendecakkan lidah. “Kepada semut,” ucap Sehun dengan jengkel.

“Kalian berjualan apa?” tanya Sehun sambil melongok lebih dalam membuat Seulgi tak tahan karena takut supnya kemasukan rambut Sehun, jadi ia menoyornya membuat Sehun mengusap kepalanya dengan sayang.

“Kau ini!” ucap Sehun.

“Sudah sana pergi. Duduk dengan Chaerin sana,” ucap Seulgi sambil berkomat-kamit. Ia terus mengaduk supnya yang belum mendidih tersebut.

“Dasar,” umpat Sehun kemudian beranjak dari tempatnya untuk bergabung dengan Chaerin yang sedang memandang lekat layar ponselnya tersebut.

Chaerin telah sampai di samping panggung utama, Chanyeol sudah berada di sebelahnya sambil menyerahkan sebuah mantel berwarna khaki. Chaerin kemudian memakainya dan melepas sumpit yang tersemat manis di kepalanya. Saat menerima pesan dari Chanyeol bahwa ini saatnya, Chaerin langsung berlari ke sini tanpa berpikir panjang lagi.

Setelah band akustik turun dari panggung, Chaerin naik ke panggung dengan di bantu oleh Chanyeol. di depan panggung sudah berjejer rapi para penoton yang kebanyakan dari sekolah lain yang sedang berkunjung ke festival musim semi sekolah ini.

Chanyeol mengambil gitar dari sandaran diikuti oleh Chaerin yang duduk sambil mengambil mic dari stand-nya. Di barisan penonton sudah ada Baekhyun  yang telah berdiri di baris paling depan. Ia terlihat mengangkat tinggi-tinggi ponsel yang sudah berisi tulisan ‘Kwon Chaerin Fighting’.

Annyeonghaseyo,” ucap Chaerin sambil tersenyum lebar.

“Kami akan memperkenalkan diri, dia Chanyeol,” ucap Chaerin dengan nada riang sambil menunjuk Chanyeol.

“Dan dia Kwon Chaerin,” ucap Chanyeol sambil memetik gitarnya perlahan.

Chaerin melihat diujung barisan paling belakang, terlihat Seulgi sedang menggandeng lengan Kyungsoo menerobos barisan untuk mendapatkan tempat lebih depan. Seulgi terlihat tersneyum sambil melambai pada Chanyeol, Chaerin yang tengah duduk di tengah-tengah panggung. Terlihat raut terkejut dari Kyungsoo yang tidak mengetahui bahwa ada acara yang tidak di ketahuinya yaitu tentang acara Chaerin dan Chanyeol.

“Wah…, rupanya dia datang Chaerin,” ucap Chanyeol sambil mendekatkan mic lebih dekat ke mulutnya.

“Kurasa begitu. Aku tidak mengerti mengapa ia begitu dingin, padahal musim semi seharusnya menjadi musim yang hangat bukan?” ucap Chaerin, ia terlihat menatap para penonton sambil bergidik menunjukkan betapa dinginnya Kyungsoo.

Para penonton masih setia memandangi Chaerin dan Chanyeol di atas panggung yang entah akan melakukan apa.

“Sepertinya lagu ini akan cocok untukmu Chaerin,” ujar Chanyeol sambil memetik gitarnya mencoba beberapa nada yang pas untuk Chaerin.

“Benarkah?” katanya setengah tidak percaya. “Baiklah, Lets’ Go!” ucap Chaerin.

Bersamaan dengan itu terdengar petikan lebut dari Chanyeol. Lagu tersebut mengalun lembut menembus udara hangat musim semi. Membuat sebagian penonton memberikan respon positif dengan manggerakkan kepala atau menghentakkan kaki mereka dengan lembut ke tanah.

Kyungsoo masih diam memetung di barisan ke tiga. Jauh di belakang Seulgi yang sudah bergabung dengan Baekhyun yang berada di barisan pertama dari depan mendukung kedua sahabat mereka tersebut.

Chaerin mulai bernyanyi, sebuah lagu lembut musim semi. Lagu yang mempunyai arti mendalam yang semua orang pasti pernah mendengarnya. Sebuah lagu romantis tentang musim semi. Melodi indah bergulir di gendang telinga. Membuat seluruh penonton bertepuk tangan mendengar suara lembut dari Chaerin, kecuali Kyungsoo yang masih mematung dengan seribu pertanyaan di kepala.

It always appeared before me
Your face, I remember
My heart that stopped short
You spitefully took my disfunctional heart
And with your bright smile
That’s how you easily opened my heart

It’s true, that is how I became your (girl)
All my unpleasant memories, I no longer recall
Because the hand that holds me tight
is as warm as spring

And now like a dream my heart
has gradually stopped by your side
Without awakening for a single moment,
I dream an endless dream

And now like breathing,
if you were to always rest by my side
if you were to always remain this way
nothing better nothing better than you
nothing better nothing better than you

Brown Eyed Soul – Nothing Better

Petikan gitar dari jari Chanyeol berheni tak lama setelah Chaerin mengakhiri lagunya. Semua orang tersneyum sambil bertepuk tangan. Mengangat jempol tinggi-tinggi sambil meneriakkan nama Chaerin berkali-kali. membuat Chanyeol tersenyum karena mereka telah berhasil dengan misi mereka.

Mereka menunduk memberi hormat kepada para penonton yang telah menyaksikan pertunjukan mereka. Chaerin menyunggingkan senyum kepada Kyungso yang tengah berdiri di antara kerumunan penonton.

Kuyungsoo hanya dapat menunjukkan wajahnya yang datar, itu saja tidak yang lain, tidak juga membalas senyuman yang di berikan Chaerin. Disi lain Sehun berdiri sambil melipat kedua tangan di dada di posisi yang lebih jauh dari Kyungsoo, menatap Kyungsoo dan Chaerin bergantian dengan nanar. Ia hanya dapat berdiri disini sambil tengah memaksakan sebuah senyuman.

“Lagi…, lagi…, lagi….,” teriak para penonton. Membuat Chaerin dan Chanyeol berpandangan karena mereka memang hanya menyiapkan satu lagu untuk penampilan hari ini. Mereka tidak menyangka kolaborasi mereka disukai banyak orang seperti ini.

“Aku tidak bisa memberi kalian lebih,” ucap Chaerin.

“Yahhhh….,” sorak para penonton.

“Kami memang hanya menyiapkan satu lagu,” ucap Chanyeol.

“Baiklah…, baiklah, jangan khawatir,” ucap Cherin menenangkan kegaduhan. Ia kemudian terlihat membisikkan sesuatu yang kepada Chanyeol, dia terlihat mengangguk sebelum mencoba beberapa nada dengan gitarnya itu.

Terlihat Kyungsoo memutar badannya hendak meninggalkan tempat itu. Ia tidak mengerti perasaannya sendiri sekarang. Ia sungguh tidak mengerti apa yang ia rasakan dan apa yang ia inginkan saat ini.

Ya! Do Kyungsoo!” ucap Chaerin tanpa melepaskan mic dari tangannya. “Kyungsoo sunbae!” cegahnya lagi. “Do Kyungie,” seketika lelaki itu langsung terhenti langkahnya. Tubuhnya menengang. Beberapa pasang mataterlihat menatapnya dengan intens. Masih mempertanyakan apa sebenarnya hubungan Chaerin dengan Kyungsoo.

“Ini semua untukmu, berbaliklah,” ucap Chaerin. Membuat Kyungsoo mau tak mau berbalik kemudian berjalan beberapa baris ke depan menuju baris kedua dari depan.

Petikan gitar kembali mengalun dengan lembut. Ini sebenarnya bukan lagu yang cocok dibawakan hanya dengan gitar saja. sebuah lagu dari K.Will mengalun lembut. Membuat Chaerin menikmati alunan musiknya. Tak hanya Chaerin saja, sebagian penonton terlihat sangat menikmatinya.

Chaerin kembali bernyanyi dengan suara lembutnya tersebut. Sebuah suara yang manis, bagaikan sebuah lulullaby. Menghayutkan beberapa emosi penonton yang menonton. Tak lupa Kyungsoo hanya bisa mematung, entah ia menikmati jalannya acara atau tidak. Chaerin mengawali lagunya sambil memandang lekat Kyungsoo, ia juga tersneyum kepada lelaki itu dengan senyuman yang tulus. Tidak hanya pada lagu kedua tetapi pada lagu pertama Chaerin juga melaukukan hal sama, dari awal sampai akhir ia memandang Kyungsoo dengan perasaan campur aduk. Ia hanya ingin Kyungsoo tahu sedikit dari isi hatinya, hanya sedikit tidak lebih.

I knew it was you, the moment I first saw you
As if my heart froze, my breath stopped
I used to be overwhelmed with just myself
But now I always miss you every single day

Thank you for coming to me
Just you alone is enough for me
I have nothing else I want
I’ll always smile right next to you
Please know my heart
I will be right here

I thought it couldn’t be, the moment I first saw you
How did you come to me?
I struggled to endure through countless days
So I didn’t know that you’d come to me

Thank you for coming to me
Just you alone is enough for me
I have nothing else I want
I’ll always smile right next to you
Please know my heart
I will be right here

If you turn around, I’ll always be there
So you can always come back to me
Just like how we found each other among the many people
We can be happy, we can be together

I promise you that you won’t shed tears
I won’t hurt you
All of this is like a miracle to me
I’ll always protect you right by your side
Please know my heart
Now hold my hand

I have nothing else I want
I’ll always smile right next to you
Please know my heart

I will be right here

K. Will – Come to Me

Bersamaan dengan berakhirnya lagu yang Chaerin nyanyikan, tepuk tangan riuh rendah terdengar dan beberapa dari mereka menyerukan nama Chaerin berkali-kali tak luput juga Seulgi dan Baekhyun yang meloncat kegirangan setelah mendengar suara Chaerin.

Chaerin membungkuk kemudian menatap Chanyeol di sebelahnya. Ia terlihat memberikan dua jempol kepada penampilan Chaerin hari ini. Chaerin tersenyum kepada Chanyeol kemudian memalingkan wajah berusaha mencari keberadaan Kyungsoo.

Lelaki dingin itu rupanya telah berbalik dan sekarang sedag berusaha menerobos kerumunan siswa-siswi yang berjubal menonton pertunjukkan Chaerin. Terlihat raut agak kecewa dari wajah Chaerin, tetapi wajah itu menghilang tatkala ia melihat Sehun yang berdiri di barisan paling belakang sambil mengangkat kedua jempolnya tinggi-tinggi. Sehun tersenyum sambil memberikan Chaerin tepuk tangan, membuat Chaerin tertawa geli di atas panggung.

Oppa…, Oppa!” ucap Seulgi sambil membuka ruang OSIS dengan paksa ia terlihat ngos-ngosan setelah berlari dari stand ke ruang OSIS yang berjarak 500 m.

Wae?” ucap Kyungsoo sambil bangkit di duduknya. Terlihat beberapa anggota OSIS ynag sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Ada yang sedang mengeprint, menngetik laporan, dan lain-lain.

“Itu-itu Chaerin,” ucap Seulgi sambil menepuk dadanya yang sesak karena telah berlalu sangat jauh.

“Kenapa Chaerin? Apalagi ulah yang ia buat?” ucap Kyungsoo sambil membulatkan matanya, ia juga telah berkacak pinggang.

“Ikut aku,” ucap Seulgi sambil menyeret Kyungsoo keluar ruangan OSIS. Ia menggandengnya sambil berlari menuju panggung utama. “Kita harus segera ke sana,” ucap Seulgi.

Kyungsoo tidak tahu apa sebenarnya rencana dari teman-temannya ini. Sebenernya rencana ini antara Chanyeol dan Chaerin saja. Bakehyun, Seulgi, dan Kyungsoo tidak tahu apa-apa tentang hal ini. Tetapi saat acara akan dimulai, Chanyeol meminta Seulgi membawa Kyugsoo ke depan panggung tidak tahu bagaimana caranya. Yang Chanyeol mau sebelum pertunjukan mereka berlangsung, Kyungsoo harus menontonnya.

Ditengah jalan, terdengar Sehun yang emmanggil dan bertanya apa yang terjadi sehingga mereka berdua berlari seperti itu. dengan terus berlari sambil menggelandang Kyungsoo, Seulgi mengatakan jika ingin tahu sebaiknya ikut bersama mereka.

Entah kenapa Sehun juga harus ikut-ikutan berlari dengan Seulgi yang pasti setelah dekat dengan panggung utama, ellaki itu terlihat menghentikan langkahnya memandangi sosok gadis yang sedang duduk di kursi sambil memegang mic-nya.

“Apa ini sebenarnya?” ucap Kyungsoo yang masih tidak mengerti. Ia sedari tadi mengikuti Seulgi yang menerobos kerumunan penonton.

“Kau harus menyaksikannya,” ucap Seulgi lalu menghampiri Bakehyun yang telah berada di barisan terdepan.

Lelaki dingin tersebut mematung pada baris ketiga. Memandangi Chaerin yang sedang berbncang dengan Chanyeol. Kemudian barulah inderanya menangkap suara lembut Chaerin. Suara itu sukses membuat membeku.

Tangannya mengepal kuat di samping badan hingga buku-buku jarinya memutih. Ia bahkan tidak mengerti gejolak apa yang sedang terjadi didadanya. Seperti smeua perasaan menjadi satu dalam sekejap.

Semua orang disekitarnya menikmati penampilan Chaerin. Mereka menepukkan tangan sesuai irama. Bersamaan dengan dengan jatuhnya beberapa kelopak bunga sakura menubruk tanah beraspal.

Badannya semakin kaku saat Chaerin tak hentinya menatapnya sepanjang ia bernyanyi. Gadis itu seakaan berucap padanya lewat lagu. Senyumnya sedari tadi tak luput sedetikpun dari wajahnya.

‘And with your bright smile
That’s how you easily opened my heart

Setelah menyelesaikan lagunya yang terakhir, Chaerin terdiam untuk sesaat. Matanya mengikuti langkah Kyungsoo yang tengah berusaha membelah penonton. Gadis itu terdiam sambil emmegang mic di udara.

Bahkan suara penonton yang menyerukan namanya pun tak ia dengar. Ia kemudian bangkit dari duduk sambil menyerahkan mic-nya kepada Chanyeol. Chaerin dengan terburu-buru menuruni tangga panggung.

Seorang lelaki mencegatnya sambil mengulurkan tangan berusaha untuk berkenalan dengan Chaerin. Tetapi terlihat Chaerin hanya mengamati tangan lelaki itu dan melihat sekilas wajah dari lelaki tersebut. Chaerin tampak tidak tertarik dengan orang itu.

“Aku tidak punya waktu untuk itu,” ucapnya kemudian berlari menerobos kerumunan berusaha mengejar Kyungsoo yang lari entah kemana.

“Do Kyungsoo, Kyungie-ya!” panggil Chaerin sambil berlari mengejar pria tersebut yang sedang berjalan menembus pohon sakura.

“Kyungie-ya,” ucap Chaerin dengan nada yang sedikit menurun. Ia menghentikan langkahnya sesaat setelah lelaki itu menoleh kepadanya.

Chaerin mengusap tangannya yang berkeringat pada mantal panjang berwarna khaki tersebut. ia terlihat membasahi bibir bawahnya kemudian berjalan mendekat pada Kyungsoo. Chaerin berusaha mengatur suaranya tersebut.

“Kenapa kau pergi?” tanya Chaerin dengan dahi yang mengernyit. Ia kemudian menepuk pundak Kyungsoo. “Apa kau memang sedingin ini?” ucap Chaerin pada Kyungsoo.

Kyungsoo membalikkan badannya kemudian membuka suara, “Terus aku harus  mengikuti semua perkataanmu begitu?”

Chaerin terlihat menghela nafas dengan lega setelah mendengar suara dari Kyungsoo. “Syukurlah, kau masih menjadi Kyungsoo yang biasanya,” ucapnya sambil kembali menunjukkan senyumnya kepada Kyungsoo.

Kyungsoo terlihat tidak mengerti dengan Chaerin. Ia mengernyitkan dahinya. “Tidak waras,” ucap Kyungsoo sambil menyipitkan mata memandangi Chaerin dari atas sampai bawah.

“Itu apa?” ucap Chaerin sambil menunjuk sebuah buku yang telah digulung dalam genggaman Kyungsoo.

Kyungsoo mengikuti pandangan Chaerin yang tertuju pada sebuah buku yang berada digenggamannya. “Ini-“ gumamnya. “Ini untuk kalian,” ucapnya sambil menyerahkan buku tersebut pada Chaerin.

“Uwah, akhirnya. Gomawo,” ucap Chaerin sambil menerima buku tersebut.

Chaerin lalu berjalan  menjauh sambil sesekali meloncat ke udara. Udara hari ini sangatlah indah, jalanan dipenuhi warna merah muda dari bunga sakura yang mekar. Chaerin kemudian menghentikan langkahnya kemudian berbalik melihat Kyungsoo.

“Kyungie-ya! Kau mau menemaniku berjalan-jalan sebentar?” tanya Chaerin sambil menampakkan senyumannya yang secerah mentari.

Kyungsoo tidak bisa menyembunyikan senyumnya saat melihat Chaerin bersikap kekanakan seperti itu. entah kenapa senyuman Chaerin kali ini sangat menular. Chaerin berjalan menyamping ke arah Kyungsoo, lihatlah bukankah gadis itu benar-benar aneh?

Kyungsoo terdengar bergumam, “Gwiyowo.”

“Kau bicara apa, eoh?” tanya Chaerin sambil mengangkat alishya. Kemudian ia terlihat mengorek telinganya memastikan ia benar-benar mendengar Kyungsoo berbicara kepadanya atau tidak.

Ani,” ucap Kyungsoo cepat.”Kajja,” katanya sambil menggenggam tangan Chaerin. Mereka berdua berjalan menyusuri jalan setapak di taman belakang sekolah. Ditemani beberapa burung yang sedang bersiul-siul di beberapa ranting pohon.

Chaaerin banyak sekali berbicara kepada Kyungsoo. Seperti menanyakan apa saja acara yang akan dimulai, apakah Kyungsoo tidak lelah atau semacamnya. Tetapi, tidak ada satupun dari mereka yang mengungkit penampilan Chaerin beberapa menit yang lalu.

I promise you that you won’t shed tears
I won’t hurt you
All of this is like a miracle to me
I’ll always protect you right by your side
Please know my heart
Now hold my hand

I have nothing else I want
I’ll always smile right next to you

To Be Continue….

Chaerin kembali lagi nih…, hari minggu pagi kayak gini bingung ya mau ngapain aja. Yang jelas sih dari tadi cuma ngecek hp sambil guling-guling di kasur. Kemarin sabtu Shuu aja libur, tetep aja kerjaannya gitu. Buka line tapi cuman cek timeline, semua chat yag masuk terabaikan, karena nggak mood buat chat T^T paling nongolnya di grup geng  yang namanya tercipta karena keabsurd-an Shuu jadilah nama grupnya ‘kesayangan mimi_peri’

Btw, ada yang ngikutin drama doctrs nggak? Kalo diliat-liat lagi, Hyejung mirip Chaerin ya hahaha… tapi nggak level ama om-om *eh /digampar/ Makasih kalian yang masih setia sama Kyungsoo dan Chaerin. Komentar dari kalian masih ditunggu, terimakasih!

Advertisements

Author:

Sedang tidak produktif, karena ide yang saya pesan di OLX dan dikirim melalui JNE lagi nyasar entah kemana

41 thoughts on “Caramelo pt. 9

  1. Aaaaa akhirnya di update juga… hahaha maaf nih aku baru coment di part ini
    Eh iya,author ini masih smp kah? Haha aku kira udh kuliah jadinya aku panggil kakak ,lagian sih kalo emang author masih smp,ff ini terlalu keren tauu, hahaha aku aja yang udh kls 2 sma blm tentu bisa buat ff sekeren ini…. *ko jadi curhat

    Btw aku belum baca part ini hehehe,aku janji kalo nanti udh baca aku bakal coment lagi… Ok !

    Semangat terus yaa Thor!!! Hwaiting!!!

    1. iya dedek masih smp kakaka….. Mkasih atas segala pujiannya aku tersanjung ❤ hahahahaha….. Makasih udah setia ama Caramelo

  2. Eaaakkk kyungsoo yg di nyanyiin chaerin kok aku yg kesenangan yaa,chaerin ny makin brani aja sampai” nyanyi buat kyungsoo segala,kasian sm sehun sepertiny ini yg kesian kalinya dy kecewa(sabar ya sehun kamu sm seulgi aja ckck)
    Kyungsoo sadar ga ya jalan sambil gengamin tangan chaerin..
    Chap 9 dr awal sampai akhir kok sweet banget ya (baper lagi deh gw)
    Next chap ya shuu fighting ✊✊👍👍

    1. Ciye baper ciye…
      Sehun ama Shuu aja /gelendotan di kaki sehun/ /ditendang ama Sehun/ Dari awal sampe akhir sweet sampe yang nulis diabetes hahahha

    1. Yaya dong Chaerin gitu loh bisa apa aja. Dia kan multi talent… Makasih udah suka ama chap ini ^^ Makasih udah baca dan komentar!

  3. YEHETT.. akhirnya d up juga^^
    duh duh duh., akhirnya kyungsoo sidikit nunjukin sisi baiknya sama chaerin, senyum + gandeng tangan caerin lagi..hihihi
    kyungsoo gx sadarkah kalo tadi dia bilang “Gwiyowo”.. kkk

    next Al dtunggu klanjutanya ya^^

    1. halo ^^ Gandeng-gandeng aja kayak truck ahai…. Mungkin waktu bilang Kyungsoo kerasukan jin tomang dari daerah Apgujeong hehehe… Makasih udah baca dan koemtar!

  4. Waaaaa aku suka sikap beraninya chaerin uuu kyungsoo moga cepet cepet luluh hati yg dinginnya ya ama chaerin wkwkk 😅😆 ditunggu banget kelanjutannya nihh 😂😊😁

    1. Chaerin punya cara ampuh buat luluhin hati Kyungsoo. dengan lilin warna merah yang biasanya ada gambar orang gendut nan botak dengan sedikit rambut di tengahnya. biasanya ada di wihara sama korek jess… dijamin hati Kyungsoo luluh+gosong 100%

  5. Chaerin beneran suka sama Kyungsoo atau apa nih ? Pake nyanyi buat Kyung lagi, gemes lihat tingkah Kyung yg kelewat dingin tapi saya suka part ini sweet banget, di tunggu next chapter nya

    1. beneran nggak ya? kalo nggak beneran kira-kira Chaerin mau diapain? Mungkin Chaerin bakal digantung di Namsan Tower dengan posisi kepala dibawah ‘-‘v ?ditoyor si Chaerin/ makasih udah baca dan komentar!

  6. Ini Chaerin beneran serius? Kok bisa dia tiba-tiba nyadar gitu? Awas kalau cuma boongan, Kyungsoo pasti bakal marah banget.
    Tapi goodjob Chaerin, tanpa sadar kyungsoo akhirnya bisa senyum-senyum sendiri xD. Lanjut thor..

    1. Menurut kamu gumana nih? Chaerin seriusan gak? Mungkin kalo pura-pura Chaerin bakal di gantung di namsan tower. atau nggak digundul tuh rambut Chaerin hahaha… Makasih udah baca dan komentar!

  7. Hei hei… Udah mulai jatuh cinta nih ye kyungsoo-nya.. Ehem ehem, ada yang mulai kasmaran sekarang.

    Chaerin suka sama kyungsoo? 😮 Lah? 😐 Sebelum-sebelumnya ga keliatan masa, kirain cuma rencana seulgi, chanbaek doang.

    Ga nyangka, sifat chaerin yang ‘blak-blakan’ bisa jadi feminim pas nyanyi. Ngerasa jadi cewe banget wkwk 😜

    1. Ciye…. Chaerin ciye….. yang lagi berbunga-bunga /ditoyor Chaerin/ Chaerin diam-diam menghayutkan ya hahahhaha…. makasih udah mau baca dan komentar!

  8. duhh bikin melting deh😍😍 jadi caherin itu sebenernya suka sama kyungie kah ato bagaimana??? makin lope lope deh ama crita ini😍😍 lanjut ya kak😄😄

  9. ○_○ ○_○ , kyungsoo chaerin! kyungsoo chaerin! kyungsoo chaerin! kyungsoo chaerin! kyungsoo chaerin! kyungsoo chaerin! kyungsoo chaerin!, #sayaperlukisseusegera :v

  10. Chaerin jangan phpin kyungie yaaa plis wkwkwk btw dikirain pas chanyeol mau ngiringin gitar lagu kwill, si chaerin mau nyanyiin sarangeul molla nya k. Will wkwkwk berasa promosi dia yang jadi bintang vc

    1. halo maaf updatenya nggak jelas kayak hubungan Chaerin sama Kyungsoo hehehe makasih udah baca dan komentar!

Your Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s