Posted in Angst, ChalilaCha, D.O FF Indonesia, Drama, Family, Hurt/Comfort, Romance, Sad

[Series] Life story – Hatred

ChalilaCha || Do Kyungsoo , Shin Hyeri , Byun Baekhyun, Hwang Lee Ra, Kim Jong In , Kim Yoo Jung

|| Romance , Hurt , Frienship , Sad || Series

Pg – 16

TYPO BERTEBARAN ..:D

EYD PERLU PERBAIKAN 😀

Happy Reading

prev: CHUSEOK || WAIVE || BYE || DON’T LEAVE ME || PAST || BREAK || AGAIN || UNEXPECTED || UNEXPECTED II || FINALLY || EGO || CHAOTIC || MEET AGAIN || VERWORREN || DISMISS || GONE || REASON || REVEALED || SIXTY PERCENT

LOVE STORY

.

.

“aku ingin kau mati di tanganku, sekarang juga kyungsoo.”

.

.

.

“bagaimana kabar mu jongin??”

“tidak sebaik yang terlihat, hye.” Jongin mencoba tetap tersenyum ramah walau kini tengah mat – matian ia menahan sesuatu yang ingin ia muntahkan di dalam sana. Matanya pun tak lepas dari sosok wanita mungil yang tengah sibuk menyiapkan minuman. Jongin tersenyum kecil, hyeri semakin kurus. Bahkan ketika wanita itu membukakan pintu tadi, jongin tak yakin jika itu adalah hyeri.

Kantong matanya menghitam, rambut hanya terkuncir asal, dan pipi yang semakin menirus. Kini jongin tahu, bukan hanya ia yang menderita. Tetapi ada seorang wanita yang juga harus berusaha mati – matian untuk menghidupi satu nyawa tanpa dosa, yang lebih menderita dari dirinya. Ada sedikit rasa dendam yang kembali menguar dari dalam dirinya. Meski dalam jangka waktu yang lama, hyeri adalah wanita yang pernah ia cintai. Ia pernah menyukai hyeri dengan sepenuh hati dan berharap wanita itu bisa menghabiskan waktu bersamanya dengan seorang pahlawan kecil sesuai dengan impiannya.

Tetapi kini ia hanya melihat seorang single parent yang rapuh bertambah ringkih dengan kelakuan seseorang yang telah ia anggap sahabat sejak dulu. Kyungsoo sudah berapa kali menyakiti wanita ini dan kenapa wanita ini juga menjadi korban sahabatnya itu??

Jongin menyesal. Ia menyesal karena tidak pernah memperjuangkan hyeri. Ia hanya memendam semua perasaan yang ia miliki hingga itu terganti dengan kehadiran yoo jung di kehidupanya. Jika saja jongin tahu sejak dulu, jika saja ia tahu lebih awal penderitaan ini, ia tidak akan berfikir lagi untuk menyelamatkan hyeri dari penderitaannya.

Tetapi semua masalah ada pada waktu. Turunkan mukjizat pada jongin untuk memperbaiki segalanya dan semuanya akan bahagia.

“apa yang membuatmu kemari, jongin.” senyuman wanita ini menghiasi bibir pucatnya dan jongin turut tersenyum kecil. Hyeri tak pernah menanggalkan senyuman walau dalam keadaan tertekan.

“aku hanya ingin mengunjungimu. Rasanya setelah aku memberikan kabar itu padamu, aku seperti seorang malaikat bersayap hitam yang mengantarkan kabar buruk. Tetapi tenang saja, aku bukan malaikat pencabut nyawa.” Nada candaan itu membuat hyeri kembali tersenyum. Wanita itu mengenggam gelas berisi jus jeruk kemasan yang juga di berikan padanya.

“malah aku berterimakasih padamu. Karena kabar mu itu aku bisa menjalani kehidupanku yang baru.” Hyeri terkekeh, namun membuang wajahnya menghadap jendela yang mengarah ke balkon. Matanya meredup dan pundaknya melemas, berbalik dengan ekspresi rasa terimakasih yang seharusnya. Jongin meringis sendiri. Hyeri sangat menyedihkan.

“udara hari ini sangat indah, hye. Kurasa sedikit sayang jika di lewatkan untuk berdiam diri di rumah.”

Hyeri menoleh sembari tersenyum,”mungkin sebentar lagi, joon ri baru saja terlelap, jongin. aku tidak mungkin meninggalkannya sendirian di rumah.”

Dan jongin mengangguk mengerti setelah ia menyeruput jus jeruknya.”bagus, aku juga ingin lebih dekat dengan keponakanku.” Jongin mendapat senyuman kecil dari hyeri, namun setelahnya mata itu kembali sayu dan kosong. Menunduk, hanya terfokus pada gelas yang berisi separo jus. Jongin sedikit mendesah. Dalam keadaan ini ia tak bisa mencari topic bahasan. Pikirannya juga tengah kurang baik ditambah hyeri yang hanya menjawab seadanya.

Canggung pun tak bisa terhilangkan.

Sampai hyeri berdeham dan mengangkat kepalanya. Menatap dirinya sambil sedikit tersenyum, sungkan. Namun yang membuat jongin ikut mengerenyit heran, hyeri melihat sesuatu yang salah pada dirinya.

“apa ada yang salah??”

“sudut bibirmu??”

Jongin menyentuh sudut bibirnya dan sedikit membuka bibirnya tanda mengerti.”kau tak perlu khawatir, ini hanya masalah lelaki. Hm, oh ya ngomong – ngomong kau sekarang bekerja di mana??” pembicaraan pun di mulai, jongin bisa sedikit lega karena tampaknya hyeri juga tak keberatan dengan hal ini.

“aku membantu bibi kedai di depan apartemen dan tabunganku dengan joonmyeon masih sangat cukup. Aku juga mencoba untuk mencari paruh waktu di tempat lain. setidaknya aku masih ada tabungan untuk joonri bersekolah lusa.”

“kau bisa melamar menjadi salah satu pegawai di restaurant milik ayahku, hye. Kudengar dari manager ,disana sedang membuka lowongan untuk pelayan.” jongin tersenyum yang melihat hyeri juga tersenyum sedikit berbinar. “biarkan aku membantumu dengan sedikit namaku disana.” Jongin menyodorkan sebuah kartu nama berwarna hitam bertuliskan tinta silver.

“aku sudah memikirkan untuk tidak memberikan jabatan tinggi padamu, karena aku tahu kau pasti akan menolaknya. Lagi pula akan terlalu mencolok, bukan??” canda jongin.

“kau benar. Andai aku meneruskan beasiswa ku, bisa kupastikan nama di meja sekertarismu itu berganti menjadi namaku. Nilai ku manakjubkan asal kau tahu jongin.” hyeri tersenyum. “tetapi terimakasih, jongin.” dan hyeri mengambil kartu nama itu. mata jongin tak lepas dari hyeri yan meneliti kartu nama darinya. Sepersekian detik, jongin menganggakat kedua alisnya. Hyeri kembali memandangnya dengan tanda tanya besar, kali ini apa lagi ??

“kim.corp??” Jongin mengangguk. “dan kau seorang CEO??” jongin kembali mengangguk.

“memangnya apa yang salah dengan pekerjaanku??”

Hyeri menggeleng dan ia tersenyum sedikit canggung pada jongin.”aku terlalu meremehkanmu.”

“itu karena aku adalah putra mereka. Jika aku tidak diadopsi pada saat itu, nasip ku tidak akan jauh berbeda dengan mu.” Ucap jongin kalem. “aku akan membantumu kali ini, hye. Terlepas dari kau menerima bantuanku atau tidak, tapi ijinkan aku untuk meringankan sedikit bebanmu. Aku akan selalu memeriksa nama – nama pelayan yang mendaftar di restaurant itu.” Hyeri terdiam. Jongin mendesah ringan. “maaf, aku sudah menahan ini mati – matian ketika aku datang kesini. Tetapi lupakan kyungsoo dan hiduplah bahagia tanpanya. Aku bahkan hampir tak mengenalimu ketika kau membukakan pintu untukku. “

“aku sudah melakukannya jong-“

“jika kau sudah melakukannya, harusnya kau bahagia dan tersenyum selayaknya narapidana yang lepas dari tahanan. Tetapi yang kulihat darimu seperti manusia tanpa nasi. Seberapa jauh yang lelaki itu lakukan padamu hingga kau seperti ini, hyeri. Aku tidak pernah mengenalmu sebagai wanita lemah, kau adalah wanita kuat. Bahkan kau tidak pernah mengeluh tentang sebuah perpisahan. Tidak bisakah kau  menjadi dirimu yang dulu pernah ku kenal, eoh ??” ucap jongin mencoba tenang.

“apa kau pernah berpikir seberapa lama kau tidak bertemu denganku, jongin?? apa kau sudah tahu seberapa jauh apa yang sudah kulewati bersama kyungsoo?? Apa kau pernah merasakan bagaimana harus menahan lapar karena tak ada yang bisa di makan?? Merasakan perutmu kembung hingga rasanya mau mati karena terlalu banyak memakan ramyeon?? Melewati malam perayaan tahunan tanpa orang tua??” hyeri mendesis kecut. “bahkan kau membuang wajahmu ketika kyungsoo menangis melihatmu menaiki mobil itu, jongin. dan sekarang kau memintaku untuk melupakan, kyungsoo. “ hyeri bangkit dari kursinya dan berdiri membelakangin jongin. meletakkan gelas miliknya ke tempat pencuci piring. “bisa kau tutup pintu rumahku dari luar, aku ingin istirahat.”

Jongin mencekal tangan hyeri yang berlalu di sampingnya. Menarik hingga kedua mata itu bertemu. Disana ada kesedihan dalam bentuk sebuah air yang siap menetes. Mata hyeri memerah.

“kenapa hingga sekarang aku tidak pernah ada di pikiranmu, shin hyeri.” Gigi jongin bergemeletuk kesal, seringaian tak lepas dari bibirnya. “kau tidak pernah tahu atau kau memang sengaja mengabaikanku. Aku selalu percaya jika kau memiliki otak cerdas, tetapi kini aku mulai ragu apa kau menggunakan otak mu itu dengan baik.”

“apa maksudmu, jongin.”

“menurutmu untuk siapa aku selalu memberikan mainanku padanya. Aku selalu menjaga dan selalu bermain bersamanya. Selalu memberikan sebagaian makananku untuknya, walau aku mati – matian menahan lapar hingga aku harus di larikan ke rumah sakit. Kau harusnya tidak bisa melupakan itu dengan kemampuan yang kau miliki, hyeri.”

“jo..jong-“

“iya, aku menyukaimu, hyeri.” Jongin berucap sarkas.”aku seorang kim jongin mencintaimu. Mencintai seorang gadis yang bahkan tak bisa melihat maksud dari apa yang kulakukan. yang meyakini gadis yang kucintai itu akan mengerti dan bertahun – tahun memiliki harapan besar pada seorang gadis yang paling cerdas di panti asuhan itu. dan sekarang kau masih bertanya kenapa aku mengacuhkan kyungsoo?? BAHKAN KAU MASIH MEMIKIRKANNYA KETIKA KAU SEPERTI MAYAT HIDUP SHIN HYERI.” Jongin berteriak tanpa peduli dengan apa yang akan terjadi.”dan kini dengan entengnya dia mengambil orang yang kucintai lagi, sebenarnya apa yang ada pada lelaki pendek itu. cih..”

“katakan..” jongin mencengkram kedua pundak hyeri dan menatap nyalang. “katakan padaku, adakah alasan untuk tidak memintamu melupakan lelaki bajingan itu??”

“hen..hentikan, jong-“

“bahkan hingga aku matipun, jangan salahkan jika aku masih membencinya, hyeri.”

Dan jongin pergi meninggalkan hyeri yang menjadi sasaran kemarahannya. Membanting pintu apartemen itu keras tanpa memperdulikan wanita yang menangis di dalamnya. Yang ia tahu kini hanyalah rasa dendam pada lelaki itu bertambah.

OOO

“keluar kau keparat!!” jongin menendang sebuah meja kecil di sudut ruangan hingga sebuah vas yang berbenturan dengan lantai, bersuara nyaring. Memecahkan kesunyian di tempat ini sebelumnya. Jongin tanpa tahu namanya sopan terus saja mengumpat dengan berkacak pinggang di ruang tengah. Persetan dengan sopan satun, kini emosi jongin tengah di ubun – ubun.

Kali ini jongin menyesal memilih bertemu hyeri agar semuanya baik – baik saja. Yang ada ia malah semakin membenci lelaki ini.

“sial kau do kyungsoo.” Tanpa menunggu kyungsoo melangkahkan kaki menghampirinya, ia sudah lebih dulu berjalan menuju kyungsoo yang baru saja keluar dari kamarnya.

BUGH!!

Satu pukulan telak sebelum kyungsoo sempat bisa menanyakan kenapa jongin berada disini. Namun tak hanya sekali jongin memukul. Setelah berhasil melayangkan satu pukulan telak yang membuat kyungsoo terhuyung di rahang bagian kiri, rahang bagaian kanan pun tak luput dari pukulan keras jongin. membuat kyungsoo bertumpu pada tembok yang ada di dekatnya.

“apa yang kau ingin-“

“kau tahu apa yang ku inginkan??” jongin kembali maju dengan tangan tergenggam kuat. “aku ingin kau mati di tanganku, sekarang juga kyungsoo.”

BUGH!!

Kali ini perut kyungsoo yang menjadi sasaran. Bedebah dengan kyungsoo yang baru saja pulih dari pingsannya. Bukankah jongin ingin kyungsoo mati??

“bangun kyungsoo.” Jongin menendang kyungsoo yang sudah tersungkur akibat pukulan di perutnya. “KUBILANG BANGUN BAJINGAN KEPARAT!! Aarrgghhh…”

PRANG !!

Sebuah guci hitam yang berada dalam jangkauan jongin telah jatuh tepat di depan muka kyungsoo. Jongin menarik rambutnya marah. Bahkan melihat kyungsoo yang tergeletak lemas di hadapannya, tak bisa menyurutkan amarahnya sedikitpun.

“apa tidak cukup sekali kau menyakitinya eoh??” jongin menatap tak mengerti dengan amarah di ujung tombak pada kyungsoo yang tersungkur di depan kakinya. “katakan..” jongin menarik kerah sweater putih bergaris hitam milik kyungsoo, mensejajarkan wajah mereka. “katakan apa yang bisa kau lakukan sedangkan aku tidak bisa. Katakan do kyungsoo..” jongin melempar tubuh kyungsoo kembali kelantai, hingga kyungsoo terbatuk mengeluarkan liur bercampur darah.

Jongin tersenyum miring sembari berkacak pinggang menatap kyungsoo remeh. Jongin tidak berfikir jika hyeri akan membela lelaki keparat yang ada di depannya. Mengingat bagaimana lelaki ini menyakitinya secara beruntun. Namun jongin salah, hyeri tetap berpihak pada lelaki sialan ini walau bagaimanapun keadaannya. Bukan sepenuhnya salah jongin jika ia menghapus kata perdamaian yang ingin ia wujudkan sebelumnya.

Setan di dalam diri jongin akan selalu menang.

“nikahi yoo jung dan pergi dari kehidupan hyeri.” Jongin menyeringai melihat kyungsoo dengan tatapan tidak percaya yang di berikan padanya. Ia berjongkok di depan kyungsoo dengan salah satu lutut bertumpukan pada lantai. Menatap kyungsoo tanpa ada rasa belas kasih dengan keadaanya sekarang.”kenapa?? kau tidak bisa??” tanya jongin mengejek.

“kenapa mulutmu sangat manis pada wanita, hm. Apa panti asuhan itu mengajarkanmu bagaimana cara merayu wanita, eoh?? Mengatakan jika kau memilih yoo jung 60 persen, memberikan harapan padanya. Apa lagi yang kau ragukan, kyungsoo. Besok datang kerumah kami dan lamar dia.” Jongin menegas di akhir kalimat.

“tidak , jongin. aku mas-“

Bugh!!

Satu pukulan lagi melayang di rahang kanan kyungsoo, kali ini hidungnya yang mengeluarkan darah segar. Ringisan kyungsoo adalah seringaian jongin.

“kau adalah lelaki paling tidak tahu malu yang pernah kukenal, do kyungsoo. Jika kau menghianati adik ku, aku tidak bisa menjamin kelangsungan hidupmu akan mudah.” Jongin beranjak dari depan kyungsoo. Ia membersihkan noda darah di tangannya menggunakan sapu tangan yang selalu ada di jas yang ia kenakan. “kau hanya tinggal memilih. Adik ku atau nyawanya. Kurasa itu bukanlah pilihan yang sulit.” Jongin menghembuskan nafas di iringi dengan senyuman penuh arti.

“aku tidak pernah bermain – main dengan apa yang kukatakan.” Ucap jongin penuh penegasan.

Dan setelah itu jongin memutuskan untuk meninggalkan kyungsoo. Ia harus segera memastikan semuanya berjalan sesuai dengan apa yang ia inginkan tanpa ada kesalahan sedikitpun. Karena ia tidak akan lagi mengijinkan dirinya melakukan kesalahan kali ini. Cukup di masa lalu, tidak untuk masa depan.

OOO

“yeobseo..”

“..”

“nee sajangnim.”

“..”

“baiklah saya akan segera kesana. Nee ..nee sajangnim.”

Lee ra menoleh kepada suaminya yang tengah memutuskan sambungan telpon di malam hari seperti ini. Ini adalah jam malam mereka untuk tidur. Baekhyun selalu memintanya untuk tidur sesuai jadwal karena baekhyun tak mau terjadi sesuatu hal pada kandungannya. Dan demi hutan pinus, itu sangat berlebihan.

Tetapi malam ini baekhyun memasang wajah panic setelah sebuah sambungan telepon sebelum mereka terlelap. Dari wajahnya lee ra sudah bisa meyakini jika baekhyun akan meninggalkannya. Lee ra bersyukur, kehamilannya tidak terlalu mempengaruhi sifat. Ia tidak harus selalu di temani oleh sang suami seperti wanita hamil pada umumnya.

Namun ada satu hal yang mengganjal, yaitu sapaan yang di utarakan baekhyun kepada penelpon itu. ‘Sajangnim’ apa itu do kyungsoo??

“aku harus pergi, raa..”

“iya aku tahu, pergilah dan pakai jangan lupakan mantel. Aku mencuci mantel yang menggantung di ruang tengah, jadi ambillah yang baru di lemari.” Lee ra mencoba berucap tenang. “sebenarnya ada apa?? kenapa wajahmu mendadak menjadi panic??”

“kyungsoo, ia memintaku untuk ke apartemennya. Ada suatu hal yang harus di bicarakan..” jawab baekhyun sambil tersenyum mengusap kepala lee ra. Namun berbeda dengan lee ra yang malah mengerutkan dahinya tak mengerti. “bukankah kalian bisa membicarakannya di kantor??” tanya lee ra menyelidik.

Jantung lee ra mendadak berdebar keras. Badannya sedikit memanas dan ia mempunyai firasat yang kurang baik. Ia adalah wanita yang tidak bisa mengabaikan sebuah firasat. Firasat nya mengatakan jika kyungsoo sedang dalam keadaan yang tersudutkan. Sedikit banyak ia masih mengingat sifat mantan kekasihnya yang bahkan masih memiliki tempat di dalam hatinya. Tetapi bagaimana dengan baekhyun?? Ia ingin menemui kyungso sekarang.

“aku pergi raa..”

Lee ra melihat baekhyun yang sudah rapi dengan sweater dan mantel yang berada di tangannya. Baekhyun mengecup dahinya dan mengusak rambunya kembali. Namun lee ra hanya ingin nalurinya terjawabkan. “baekhyun..” lee ra memegang tangan baekhyun yang akan berbalik dan melepaskan tangannya dari kepala lee ra. Baekhyun menggumam sebagai jawaban.

“bisakah aku ikut denganmu??” ucap lee ra pada akhirnya.

“kenapa tiba –tiba, raa. Tidak, udara malam terlalu berbahaya bagi kesehatanmu. Lagi pula aku tak mau kau kelelahan. Lebih baik istirahatlah dan-“

“baekhyun, kali ini saja ku mohon..”

OOO

Lee ra mengeratkan rangkulannya pada tangan baekhyun setelah berhasil memasuki kediaman kyungsoo. Ini adalah kali pertamanya memasuki rumah kyungsoo setelah mereka berpisah. Ia tidak pernah tahu lagi bagaimana kehidupan mantan kekasihnya itu, ia juga tak ingin mencari tahu. Kenyataan jika kyungsoo tak lagi mencarinya dan malah berbahagia bersama sahabat lamanya, membuat lee ra merasakan sakit. Dan ia juga tak mau menambah penderitaanya, sudah cukup dengan menunggu, tidak dengan di tolak.

“baekhyun..” baekhyun menoleh sambil mengusap tangannya yang berada di lengan baekhyun, memberikan senyuman menenangkan.

Lee ra sedikit terjingkat setelah melihat pecahan vas di mana – mana. rumah kyungsoo beratakan seperti baru saja terjadi penculikan atau perang dunia. Pecahan vas di mana – mana, letak perabotan juga tak beraturan, dan ditambah noda darah di lantai. Sekarang ia bisa meyakini, jika firasatnya selalu benar. Kyungsoo tidak dalam keadaan yang baik.

Entah naluri dari mana, ia melepaskan tangannya dari lengan baekhyun. Ia melangkah menuju sebuah pintu di ujung ruangan. Mengabaikan baekhyun yang memanggil terus menerus menyerukan namanya. Sampai tangannya mengenggam erat gagang pintu dan dengan mantap membuka ruangan tersebut.

“kyungsoo..”

Tanpa basa – basi lagi lee ra langsung berjongkok memeluk kyungsoo dengan wajah penuh dengan luka lebam. Memangku kepala kyungsoo dan membersihkan noda darah di sekitar hidung menggunakan ibu jarinya.

Matanya memanas dan tidak bisa di tahan lagi, air itu turun menetes tepat di pipi kyungsoo.

“kyungsoo, bangunlah..” lee ra menahan tangis sambil menepuk pipi kyungsoo ringan. Namun yang ia dapatkan hanya senyuman getir dan seruan namanya dalam paraunya suara kyungsoo.

“raa..” setelah itu hanya menangis yang bisa ia lakukan karena kyungsoo telah kehilangan kesadarannya.

OOO

maaaaf, maaf banget kalo cerita ini makin ngawur. aku cuman mau kasih pemberitahuan kalo aku nggak terlalu bisa bikin klimaks. jadi, jikalau kalian kecewa,saya hanya bisa minta maaf. dan ini kenapa pendek?? aku sengaja potong pas sampek bagian ini. udah gitu aja 🙂 selamat berjumpa di series selanjutnyaa

regards

ChalilaCha

 

Advertisements

Author:

just for fun

9 thoughts on “[Series] Life story – Hatred

  1. Huh ndak nyangka kyungsoo plin plan orngnya, bkin tambah kesel aja tuh orang. Yg tegas dong kyungsoo biar ndak ada yg trsakiti lagi😣😣 buat jongin aku sbel jga dia ndak ngerti klau hyeri ngarep kyungsoo,dsar lelaki egois.sebel sebel deh
    Okee kak aku tnggu slnjutnya

  2. Si Jong berani ngancem? Please deh, klo kyungsoo lbih milih Hyeri malah dia yang terancam. Kyungsoo enak ya .. gebetannya banyak :3 Makin kesini makin berbelit ceritanya jdi makin greget.

    Koreksi ya kak, bukan separo tapi separuh. Trus please bgt klo nama, biasakan awali dengan kapital. Overall aku suka sama ff kakak. (y)

  3. Uwahhhhh,,apalagi ini Cha,,jongin bneran jd monster kayanya.. dan Lee ra,,ga inget baekhyun ya..huhuu sabar ya baek,, aku sebel ma kyung yg ga bisa tegas…makanya semua jd tambah rumit

  4. Jongin kalo marah serem bgt, smpe Kyungsoo gk diberi ksmpatan bicara.
    Ini seru bgttt, nextnya fighting 🙂

  5. Ini seru nih… Tpi kyknya aku hrus baca smuanya dlu deh yah bru bsa dpet slur n konfliknya dgn utuh…
    Aku smpet bca bbrpa seriesnya cha, tpi belum smua…

    Smgt melanjutkanlah yah cha 😉

  6. Embbb cobaan apa lagi ini
    Lee ra sadar dong lo perginy sm baekhyun,pasti baekhyun syok berat kalo tau kyungsoo mantanny lee ra,trus jongin maksa banget ya..
    Pliss cha jgn bikin baper..

  7. Duh, terus nanti gimana keadaan kyungsoo? Dia milih siapa? Terus gimana ekspresi baekhyun pas ngeliat lee ra sama kyungsoo? Ah, makin ngga sabar sama kelanjutannya dan endingnya kak. Aku uda ngga tahan ngebayangin gimana sakitnya kyungsoo. Kayaknya hidupnya menderita banget. Please kak, kelarin endingnya, aku ngga kuat harus ngebayangin kyungsoo terus2an menderita, huhuhuu 😥 Lebay. Plak! 😀 Aku suka banget sama cerita nya kaaak ^^

Your Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s