Posted in ChalilaCha, D.O FF Indonesia, Drama, Friendship, Life, Romance, Sad, Series

[Series] Life story – sixty percent

ChalilaCha || Do Kyungsoo , Shin Hyeri , Byun Baekhyun, Hwang Lee Ra, Kim Jong In , Kim Yoo Jung

|| Romance , Hurt , Frienship , Sad || Series

Pg – 15

TYPO BERTEBARAN ..:D

EYD PERLU PERBAIKAN 😀

Happy Reading

prev: CHUSEOK || WAIVE || BYE || DON’T LEAVE ME || PAST || BREAK || AGAIN || UNEXPECTED || UNEXPECTED II || FINALLY || EGO || CHAOTIC || MEET AGAIN || VERWORREN || DISMISS || GONE || REASON || REVEALED

LOVE STORY

.

.

“kau hanya terlihat seperti pesimis yang tak memiliki arah lagi. Nyatanya keputsanku 60% berada di pihakmu.”

.

.

 

Hari sudah terang ketika kyungsoo mengerjapkan matanya. Kepalanya mendadak berdenyut pusing, akibat mabuk semalam. Acara mabuk di kedai bibi hong dia lanjutkan di rumah dengan beberapa botol soju dan hasilnya dia tergelepar di ruang tengah dengan beberapa botol hijau kosong di kanan kirinya.

“ugh..” kyungsoo mengaduh mual. Dia berlari menuju kamar mandi dan menumpahkan semua apa yang ada di dalam perutnya. Badannya mendadak lemas, dia terduduk di samping closet. Tangannya masih berada di kepala yang semakin berdenyut nyeri. Tidak mungkin dia akan datang ke kantor dalam keadaan seperti ini. Ia sungguh kacau.

Sebentar kyungsoo merenung kembali teringat kedalam masalahnya.

Apakah masih ada kesempatan ??

Bodohnya kyungsoo yang tak pernah peduli tentang perasaan hyeri dan apa yang dia takutkan. Dia hanya memikirkan tentang apa yang ingin dia miliki. Tentang perasaan yang dia miliki. Dia egois, bahkan dengan orang yang dia cintai. Sangat teringat jelas bagaimana kacaunya hyeri semalam, pada kenyataannya mereka berdua sama – sama terluka dan sakit.

“tck..”

Hyeri memang takut kehilangannya, lalu apa dengan itu dia masih bisa menerima kyungsoo ?? hyeri bukanlah orang bodoh yang akan jatuh di lubang yang sama. Prinsip hidup hyeri seolah copy an dari kyungsoo. Mereka besar bersama dan tinggal bersama. Mudah bagi kyungsoo untuk mengetahui jalan pikir dan keputusan apa yang akan hyeri ambil.

Termasuk acara pernikahan hyeri dengan joonmyeon. Jika bukan karena hyeri egois, akankah mereka juga menikah pada saat itu??

“argh..”

Brak!!

Semua yang terletak di depan wastafel jatuh berserakan. Kyungsoo marah, dia bingung, dia tak bisa memutuskan ini. Haruskah dia mati agar semua ini berakhir. Agar dia tak harus memilih diantara hyeri dan jongin. jongin yang keparat atau hyeri yang dia sayangi. Jongin yang akan mati atau hyeri yang akan bersamanya. Jongin yang akan hidup bernafas dengan selamat atau dia yang akan berbohong dengan perasaannya selamanya. Atau terakhir hyeri yang menolaknya, dia hidup dengan yoojung, dan jongin pun selamat.

Kyungsoo meringis pedih. Pilihan manapun tidak akan menguntungkan semua pihak.

Haruskah dia mengorbankan dirinya sendiri ??

Hanya itu yang terakhir kali kyungsoo pikirkan dan selanjutnya semuanya gelap, dia pingsan.

OOO

“jongin, perasaanku berkata ada sesuatu hal yang buruk..” keluh yoojung mendadak.

“tidak biasanya.” Acuh jongin memasukkan popcorn kedalam mulutnya. “mungkin kau akan bulanan atau semacamnya, sudahlah lupakan..” lirik jongin kepada yoojung yang mendadak merenung.

Yoojung juga tak tahu kenapa perasaannya menjadi tak nyaman. Ditambah setelah jongin bercerita tentang kyungsoo yang menonjok jongin, meninggalkan sedikit memar di dekat pipi. Jujur saja, yoojung sudah merasa jika tak akan ada harapan kyungsoo memilihnya. Kyungsoo pasti sangat amat mencintai hyeri namun bolehkan dia berpikir sedikit egois ??

Kyungsoo tidak akan membiaran jongin di buang oleh orang tuanya kan ??

Tetapi cara jongin untuk mempersatukan mereka agar dia tidak di usir dari kediaman kim, itu adalah cara berbahaya yang bisa sewaktu – waktu menjadi boomerang untuknya. Tidak menutup kemungkinan jika kyungsoo ingin membalas dendam pada jongin karena dia telah menjauhkannya dari wanita yang dia cintai.

Jika kyungsoo memilih yoojung, bisa di buktikan jika kyungsoo adalah lelaki baik yang rela mengorbankan perasaannya sendiri demi sahabatnya.

Yoojung kembali mendengus, dia melempar punggungnya membentur sofa yang ada di belakangnya. Ini sebenarnya mudah dan hanya menunggu siapa yang akan di untungkan dan dirugikan.

“jongin, bisakah kyungsoo oppa hanya melihatku dan melupakan wanitanya ??” lontar yoojung ketika matanya menatap langit – langit kamarnya.

“kau mulai menyukainya??” tanya jongin menyelidik.

“entahlah, tetapi aku tak begitu yakin jika dia akan memilih untuk menikah denganku dan meninggalkan wanita itu..” yoojung mengendikkan bahu tak tahu. “aku heran, kenapa kau begitu cepat menyukainya sedangkan kau tidak pernah bisa menyukaiku, jung..”

yoojung kembali mengendik tak mengerti sebagai jawaban atas pertanyaan jongin. “karena kau adalah keluarga.” Tutur yoojung membuat jongin tersenyum. Yoojung mendadak terduduk tegak melihat senyuman aneh jongin.

“kau sudah tidak menyukaiku lagi ??” pertanyaan yoojung itu sukses membuat jongin tertawa terbahak – bahak hingga menggema di seluruh kamar yoojung. Suara tv pun tak lagi mendominasi di ruangan itu. memangnya apa yang lucu dari pertanyaan ini ??

“kenapa kau frontal dan sangat jujur..” jongin mengusap sudut matanya yang berair. “anggap saja aku sudah melupakanmu.” Yoojung mendelik kaget.

“secepat itukah ?? wah, daebakk kau kim jongin..” pukau yoojung sambil bertepuk tangan. “harusnya aku lebih cepat di jodohkan dan tak harus merasa canggung karena kau terus memicing ku seperti harimau memburu rusa.”

“dan kau percaya ??” yoojung menggeleng polos, sedang kai tersenyum tenang. “anggap saja aku sudah sadar jika selama ini salah dan anggap saja aku sudah melupakan perasaanku padamu, walau sebenarnya tidak akan.”

“call..” yoojung sedikit manjauh dari jongin yang masih menatapnya intens. “aku tidak menyukai kyungsoo oppa untuk sekedar kau ketahui,atau mungkin belum..” koreksi yoojung pada akhir kalimat.

“dia lelaki baik, wajar jika kau menyukainya.”

“mungkin aku terlihat sangat egois jika nanti benar kyungsoo oppa memilih menikah denganku. Bukankah begitu jongin ??” yoojung melihat jendelanya yang terbuka lebar. Nafasnya mendadak memberat untuk menerima kenyataan pandangan orang lain yang akan dia terima nanti. Yang jelas itu bukanlah pandangan yang baik.

“kenapa kau mau di nikahkan dengannya??” yoojung langsung mengalihkan pandangannya dari jendela kea rah jongin yang duduk di bawah bersandar pada sofa. Mata jongin tidak tertuju pada yoojung walau ia tahu jika yoojung tengah menatapnya terkejut.

“kau tidak mengenalnya, bertemu dengannya juga belum genap semua jari terhitung. “ jongin memasukkan popcorn kembali ke dalam mulutnya, matanya masih tertuju pada acara tv yang sedang dia tonton tadi. Yoojung menghela nafas berat, “aku hanya percaya pada apapun yang appa pilihkan untukku.” Jawaban yang masuk di akal.

“kau ingat jongin, aku bahkan tak pernah menolak mu ketika aku harus berbagi kasih sayang dengan saudara tiri ku sendiri.” Yoojung mengusap kepala jongin yang bersandar pada sofa yang dia duduki. Mengusapnya lembut hingga wangi rambut jongin melekat pada tangannya dan menguar ke indra penciumannya. “padahal aku bisa saja meminta appa untuk membatalkan adopsimu pada saat itu. sekedar kau tahu saja, aku sempat tak mau makan ketika mendengar appa akan membawa seorang anak kecil dari panti asuhan..” yoojung terkekeh geli. “ketika itu usia ku baru 7 tahun.”

“tetapi aku yoojung kecil mendengar sebuah kabar jika eomma harus mengangkat rahimnya sedangkan ayah harus memiliki penerus perusahaan miliknya. Anggap saja yoojung saat itu sudah mengerti apa itu Rahim dan perusahaan.. “ kembali dia tersenyum melihat jongin yang mulai menatapnya. “sampai kau mengaku jika kau menyukaiku sebagai wanita bukan sebagai seorang adik. Mana bisa aku menerima hal seperti itu kim jongin ??”

“hei, jangan menangis.” Jongin mengusap sudut mata yoojung yang mulai berair. “maafkan aku..” ucap jongin di barengi senyuman tulus. “aku akan meminta kyungsoo untuk menikahimu bagaimanapun caranya.”

Yoojung menggeleng kuat, melepaskan tangan jongin yang berada di pipinya.

“itu terdengar buruk. biarkan dia memilih apa yang menjadi pilihannya. Aku tidak mau menikah dengan orang yang tidak memilihku atau karena dia tersudutkan, jongin. “

“pada kenyataannya dia memang sudah tersudutkan dan biarkan dia memilihmu untuk satu – satunya pilihan yang harus dia ambil.” Debat jongin. “dan membiarkan wanita itu tersiksa seumur hidupnya karena mencintai kyungsoo dan menyiksa kyungsoo hidup denganku tanpa cinta?? Dari sudut pandangku, itu secara tak langsung menyiksaku, jongin.” ujar yoojung tak mau mengalah.

“aku yang akan membahagiakan wanita itu..”

“apa kau gila !!” kali ini yoojung berteriak nyaring. Itu adalah ujung perdebatan kalimat tergila yang keluar dari kim jongin. yoojung menggeleng tak mengerti melihat jongin yang malah tersenyum dan kembali memasukkan popcorn kedalam mulutnya. Bahkan kalimat itu keluar dari mulut jongin tak seheboh dengan respon yang di berikan yoojung. Yoojung melempar kepalanya untuk berbaring ke sofa dan menutup mata menggunakan tangannya.

“aku hanya mewujudkan cinta lama, jung.” Ucap jongin terlampau santai. Ia meletakkan toples popcorn nya dan membalikkan badan. Tersenyum melihat yoojung yang tengah menghembuskan nafas kasar. “tapi itu cinta monyetmu, jongin.”

“apa sekarang kau tengah meminta padaku untuk tidak meninggalkanmu.”

“kau sedang berbicara dengan pantatmu, jongin.” jongin terkekeh geli. ia beranjak dari duduknya dan menarik kedua tangan yoojung untuk terduduk.

“kau mau mengunjungi kyungsoo?? Aku mendadak ingin bertemu dengannya..”

OOO

“kau sudah sadar..”

Itu adalah suara yang pertama kali kyungsoo dengar ketika dia sedikit mengerjapkan matanya. Kepalanya masih sama pusing seperti tadi dan malah bertambah pusing. Ditambah cahaya yang masuk ke penglihatannya begitu kontras dengan kegelapan yang dia rasakan sebelumnya. Kyungsoo mengaduh pusing.

“minumlah.” Sebuah gelas berisi air putih di sodorkan oleh seorang wanita yang masih terlihat buram di pandangan matanya, sampai seteguk air mengalir di tenggorokan keringnya. Dia kim yoojung. Tidak sempat memikirkan bagaimana wanita itu bisa berada di apartemennya, kyungsoo kembali menjatuhkan kepalanya ke atas bantal.

“jongin sedang membelikanmu bubur, aku yakin kau belum makan sedari malam..” suara yoojung membantu kyungsoo untuk kembali kedalam kenyataan yang masih sedikit berputar di pandangannya. “ada yang kau butuhkan?” yoojung meletakkan tangannya di atas kening kyungsoo, membuat ia sedikit berjengit. “suhu tubuhmu masih tinggi, oppa. Aku harus mengganti air ini sebentar.” Dan yoojung pergi meninggalkan kyungsoo yang tengah meraba dahinya setengah basah. Dan itu terasa panas.

Seingatnya dia ada di kamar mandi setelah mengeluarkan apapun yang ada di perutnya. Lalu memporak – porandakan semua yang ada di depan wastafel hingga kacau. Sama seperti pikirannya sekarang. Setelah itu semuanya gelap. Tak ada lagi yang bisa dia ingat selain dia bangun dan mendapati dirinya sudah tertidur di ranjangnya dengan dahi di kompres. Satu lagi jangan lupakan suara yoojung yang pertama kali menyambutnya ketika dia mulai tersadar.

Kyungsoo mencoba duduk bersandar dengan bantal yang menyangga punggungnya. Tubuhnya masih sama lemas seperti sebelum dia tersadar. Hanya kini perutnya bertambah perih karena kosong dan matanya sedikit memberat dan terasa pedih. Badannya pun terasa sangat panas, hingga dia memutuskan untuk menyibak selimut yang masih menutupi kakinya. Sampai pandangannya teralihkan pada yoojung yang kembali membawa sebaskom air yang baru, ia mencoba tersenyum kecil.

“sudah baikan ??” yoojung membalas senyuman kyungsoo lebih lebar, ia meletakkan sebaskom air es itu di nakas samping ranjang kyungsoo.”aku bahkan tak tahu bagaimana terakhir kali keadaan tubuhku, sebelum aku tak sadarkan diri. Tetapi terimakasih..” kyungsoo kembali tersenyum.

“daya tahan tubuhmu akan alcohol cukup tangguh juga ternyata, oppa. Lainkali kita harus minum bersama.” Yoojung terkekeh mencairkan suasana yang pasti akan canggung jika tidak ada percakapan ringan. Kyungsoo kembali tersenyum dengan tatapan menatap remasan kedua tangannya sendiri.

“yoojung-ah, apa aku sangat menyedihkan?”

“apa maksudmu, oppa??”

Kyungsoo tersenyum miris, memperlihatkan senyuman itu pada yoojung membuat wanita itu mengiba. “aku hanya bisa melampiaskan itu pada alcohol semalam. Jika aku mengatakan, aku tidak akan menikahimu dan membiarkan jongin pergi dari rumah itu, apa kau akan membenciku??”

“oppa, kau bisa memilih hyeri-ssi jika memang kau mencintainya.” Jawaban yoojung sukses membuat kyungsoo membelalakan matanya. Sedang yoojung tersenyum seadanya. Yoojung menarik kursinya untuk duduk mendekati ranjang kyungsoo. Yoojung menarik selimut yang kyungsoo lepaskan dan menatanya. Mata kyungsoo bahkan tak lepas dari gerakan yang yoojung lakukan saat ini.

“bukankah kau tidak ingin kehilangan jongin??”

“dan aku juga tak ingin menghilangkan kesempatan dua orang yang saling mencintai untuk hidup bersama, oppa.” Tutur yoojung lembut. Dia mengenggam kedua tangan kyungsoo yang saling bertautan. Mengusapnya menggunakan ibu jarinya, kyungsoo masih tak mengerti.

“aku tidak mau menyandang gelar egois karena memaksamu menikah dengan orang yang tidak kau cintai, oppa. Aku memang menyayangi jongin dan keluarga kami juga membutuhkannya. Tetapi mengubah tanaman yang harusnya di tanam di tanah basah ke tanah yang kering, itu tidak akan pernah bisa tumbuh dengan baik. Lagi pula, aku bisa meyakinkan appa, jika jongin tidak akan melakukan hal bodoh lagi.”

Kyungsoo terdiam membatu. Dia masih melihat yoojung yang sibuk mengusap tangannya lembut, sampai yoojung memberikannya sebuah senyuman yang tulus.

“benarkah??” yoojung mengangguk mengiyakan. “entah ada setan apa dalam diriku yang membuat ku merasa sedikit tenang jika kau lebih memilih dia ketimbang diriku. Aku, sebelum berangkat kemari sempat memiliki firasat buruk dan harusnya aku merasa sedih jika tahu kau menolakku, tetapi aku merasa lebih tenang sekarang.” Jelas yoojung lembut. “kau orang yang baik, oppa. Kau bisa bahagia dengan orang yang kau cintai.”

Kyungsoo terpaku pada yoojung yang hanya melihat tangannya dan tak menatapnya sama sekali ketika dia berbicara. Ia hanya di berikan pemandangan wajah yang tertutup surai ikal bergelombang berwarna kecoklatan, tanpa tahu bagaimana mimic wajah yang yoojung berikan. Pepatah mengatakan, jika wanita mengatakan sesuatu yang baik dalam sebuah keputusan maka itu adalah kebalikannya. Apa yoojung tidak bisa melepasnya ?? atau ini hanya karena dia tidak bisa kehilangan jongin. pasti karena jongin, begitu yakin kyungsoo pada hatinya.

Tangan kyungsoo terangkat satu dan menyibakkan surai tersebut dan dia bisa melihat wajah gundah tanpa adanya kejelasan. Berbanding terbalik dengan kata – kata meyakinkan yang yoojung katakan tadi, kyungsoo tersenyum miris. Meminta pendapat yoojung seperti tadi membuatnya semakin tersudut untuk meninggalkan hyeri. Iya, seolah memang hanya ada yoojung yang menjadi tetangga ketika dia di pojokkan oleh tembok sedangkan berada dalam terkaman srigala buas.

“ijinkan, aku berbicara dengannya.” Kyungsoo mengusap rambut yoojung, yoojung mengalihkan pandangannya. Pandangan mereka bertemu, sepersekiat detik mata yoojung mulai berair. “kau hanya terlihat seperti pesimis yang tak memiliki arah lagi. Nyatanya keputsanku 60% berada di pihakmu.” Ucap kyungsoo menenangkan. “jika seminggu lagi aku datang kerumah mu bersama kedua orang tuaku, jangan ragukan lagi keputusanku. Dan jika tidak, maafkan aku. Aku akan menerima jongin menjadi keluargaku jika memang dia dihapus dari keluargamu. “

Yoojung benar – benar menahan air matanya agar tak jatuh, kyungsoo melihat itu. dan itu hanyalah membuang tenaga yang pada akhirnya air itu jatuh walau tak deras. Dia hanya mengalir begitu saja tanpa adanya isakan. Sedang mata itu masih bertemu satu sama lain, kyungsoo memberikan senyumannya.

Dia kini sudah mengetahui apa yang akan dia lakukan kedepannya. Dia tidak bisa berada dalam belenggu seperti ini lebih lama lagi atau dia akan mengidap penyakit kejiwaan. Berakhir di balik jeruji rumah sakit jiwa karena depresi berkepanjangan. Itu bukanlah hal tabu dan kyungsoo tak mau itu menjadi kenyataan.

“bisakah aku memelukmu.” Kyungsoo membentangkan kedua lengannya dan tersenyum menyambut tubuh yoojung yang membekapnya erat. Seperti seorang kakak yang memberikan pundaknya untuk seorang adiknya. Hanya itu yang bisa kyungsoo berikan sekarang. Hingga dia menemukan tatapan menyerah di balik pintunya. Kim jongin dengan segala tatapan kecewa dan kekalahanya, pergi menutup kembali pintu kamarnya meninggalkannya terpaku dengan yoojung yang masih berada dalam pelukannya.

OOO

Jongin tidak tahu apa yang membawanya kemari. Padahal dia seolah mengingatkan pada dirinya untuk tidak lagi datang kemari. Lingkungan ini hanya akan dia datangi ketika dia membutuhkannya. Pada keadaan ini mungkin dia membutuhkan untuk bertemu dengan seseorang yang berada di apartemen ini.

Hatinya kacau. Melihat bagaimana yoojung memeluk kyungsoo dengan tulus, walau dia hanya melihat punggungnya. Itu sangat berbeda ketika mereka yang melakukannya. Hatinya seolah tercabik oleh ribuan piranha di sungai amazon, sedang mulutnya seolah berteriak namun tak ada yang bisa mendengar. Hanya melihat mereka berpelukan saja sudah membuat pikirannya sangat kacau. Kacau, sekacau – kacaunya angin puting beliung menerjang sebuah desa. Bagaimana jika melihat yoojung menikah dengan kyungsoo.

Jongin menggeretakkan giginya kuat.

Dia juga masih mengingat bagaimana tatapan bersalah, ketika mereka bertemu pandang. Ingatkan jongin untuk tidak membangunkan sisi jahatnya kembali dan membiarkan semua berjalan sesuai dengan sebagaimana mestinya. Ia mencoba benar – benar meredam gejolak dalam hatinya sekarang dan memaklumi tatapan yang kyungsoo berikan padanya. Itu adalah tatapan wajar ketika orang merasa bersalah melakukan sesuatu, bukan merupakan tatapan mengejek. Setan dalam batinya tengah berperang hebat dengan sang malaikat putih bersih, suci tanpa dosa. Dan jongin berharap jika malaikat bisa menyelamatkannya dari pikiran setan yang membutakan mata batinnya.

Jongin sampai di depan pintu apartemen hitam setelah menaiki beberapa anak tangga dan berjalan penuh dengan apa yang akan dia bicarakan dengan wanita yang akan dia temui.

Tok tok tok..

Jongin mengetuk pintu itu pelan, sesekali matanya menelisik daerah sekitar. Ini kawasan apartemen sederhana yang sepi. Terkesan kumuh dan kurang terawat. Dan atensi nya langsung teralih ketika dia mendengar pintu terbuka menunjukkan seorang wanita yang saat ini ingain dia temu. Jongin tersenyum kecil.

“kim jongin..”

OOO

01
“Kim Jong In”
1439873289052
“Do Kyung Soo”
vka1445659716
“Kim Yoo Jung”
image_readtop_2015_760345_14389368302063394
“Shin Hye Ri”

hayo siapa yang ketemu ama jongin ?? 😀

okay, ini emang nggak sepanjang yang kemarin dan isinya juga mungkin cuman dikit banget. aku lagi kurang mood untuk nulis, mungkin efek laper karena puasa dan ngantuk ketika malem hari. okay itu cuman alasan so abaikan 😀

jangan lupa tinggalkan saran guys 🙂

Regards

ChalilaCha

 

 

 

Advertisements

Author:

just for fun

19 thoughts on “[Series] Life story – sixty percent

  1. Hello~~^^
    the woman in picture is Park Bo Young.
    “Shin Hye Ri” → “Park Bo Young”
    change please…^^!

    1. iya itu park bo young 🙂
      maaf aku nggak bisa, tapi kedpannya aku nggak nyantumin fotonya lagi. jadi, kurasa nggakpapa kan ??
      thanks buat reviewnyaa 🙂

  2. Sumpah nyesek bnget bcanya,smpai begadang bela”in untk ini bca ff.
    Mkin bngng sma skapnya kyungs,aku hrap kyung bsa mlih dng benar dan ndak akan nyesl lagi. Nex chap aku tnggu😊

  3. Mmmm bagus tuh yoojung ngalah aja, jadi kyungsoo sama hyeri 😆
    Wkwkwk faktor hanyut ke alur cerita nih jadi baper :v
    Ditunggu next chap Dan series selanjut nya yoo😳
    😝

  4. Haaaaah…Thor,plis..ending kyungsoo-hyeri aku pengennya…JEBALL….
    Kenapa???karena aku nggak bisa lihat niat tulus dari yoojung.
    Alasan lain,karena hyeri emang harusnya ama kyungsoo… :v pliis..iyain ya thor 😀
    Gomawo
    FIGHTING buat nulisnya

  5. kakak pinter banget bikin cerita makin rumit, aku sampe ngga bisa ngebayangin gimana endingnya, huhuhuuu 😥

Your Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s