Posted in Angst, ChalilaCha, D.O FF Indonesia, Drama, Family, Romance, Sad

[Series] Life story – REVEALED

ChalilaCha || Do Kyungsoo , Shin Hyeri , Byun Baekhyun, Hwang Lee Ra, Kim Jong In , Kim Yoo Jung

|| Romance , Hurt , Frienship , Sad || Series

Pg – 15

TYPO BERTEBARAN ..:D

EYD PERLU PERBAIKAN 😀

Happy Reading

:)

prev: CHUSEOK || WAIVE || BYE || DON’T LEAVE ME || PAST || BREAK || AGAIN || UNEXPECTED || UNEXPECTED II || FINALLY || EGO || CHAOTIC || MEET AGAIN || VERWORREN || DISMISS || GONE || REASON || REVEALED [NOW]

 

LOVE STORY

.

.

“dia sudah pindah bibi, bersama istrinya..”

.

.

 

 

Lee ra merasa jika kesehatannya mengalami sedikit gangguan, menurutnya. Kepalanya sedikit melayang dan sudah berkali – kali dia ke kamar mandi untuk mengeluarkan apa yang telah dia makan. Nafsu makannya mendadak turun untuk beberapa hari ini. Dia hanya sengaja memakan sesuatu ketika menemani baekhyun sarapan, namun setelahnya dia memuntahkannya bahkan tak jarang juga dia memuntahkan air.

Lee ra termenung duduk di kursi dekat pantry dapur. Mengelus telunjuknya yang tak sengaja teriris pisau ketika memasak makan malam untuk baekhyun. Firasatnya mendadak berkata sesuatu dan merasa kurang nyaman. Mata lee ra secara acak menelusuri rumahnya sekarang. Lalu dia tersenyum simpul.

Pikirannya mendadak memintanya untuk mensyukuri apa yang dia miliki sekarang. Menikah dengan seorang duda bukanlah hal yang buruk seperti yang dikatakan bibinya. Wajar saja jika mereka merasa ragu untuk melepasnya bersama seseorang yang sudah gagal membina sebuah rumah tangga sebelumnya. Namun baekhyun bukanlah gagal, tetapi dia memang harus mengiklaskan mendiang istrinya bahagia di alam sana. Dan setelah meyakinkan itu kepada paman dan bibinya, akhirnya lee ra mendapat restu untuk menikah bersama baekhyun. Selain itu, pamannya tak ingin melihatnya berlama – lama menunggu harapan yang tak pasti.

Harapan yang diberikan seorang lelaki baik yang sudah memiliki seseorang yang menempati hatinya. Seolah wanita itu terpatri dalam hatinya dalam keadaan apapun. Lee ra mendengus, menjatuhkan kepalanya di tumpukan tangan. Apa jadinya dia jika dulu tak bertemu baekhyun yang sering mengantar jonghyun ke tempat mengajarnya? Apa dia akan tetap menunggu kyungsoo yang tak pernah memberikan kabar apapun padanya?

Jika berkata tentang perasaan, dia menyayangi baekhyun namun tak bisa mendustai jika masih tersisa ruang untuk kyungsoo. Bahkan hingga kini jantungnya masih berdegup tak karuan ketika baekhyun menyebutkan nama atasannya itu. lee ra mendecih, apa dunia sesempit itu? bagaimana bisa dia menikah dengan sekretaris kyungsoo? Atau memang ini sudah takdir?

‘apa yang terbaik untukmu belumlah tentu hal yang kau inginkan ra’

Kalimat pamannya itu selalu menjadi tameng ketika dia menyeseli apa yang kini dia pilih. Terlebih ketika kyungsoo memberinya penawaran yang menggiurkan untuk pergi bersamanya. Namun melihat kyungsoo datang dengan hyeri, seperti melihat sepasang konglomerat berkereta kuda bak negeri dongeng. Mereka sangat serasi bagai pasangan sehidup semati.

Dia tak pernah menggeser kedudukan hyeri seinchi pun, itu adanya.

Lalu untuk apa kyungsoo memberikan penawaran aneh seperti itu?

Bukankah dia sudah menikahi hyeri?

Lee ra menggeleng tak mengerti dengan apa yang telah terjadi. Dia tak pernah mengetahui keadaan kyungsoo dan dia merasa enggan untuk menanyakan itu pada baekhyun. Dia tak mau jika suaminya berpikiran buruk padanya atau menangkap gelagat aneh yang ada pada dirinya. Kyungsoo hanyalah seseorang dimasalalunya. Entah perasaannya bagaimana sekarang, tetapi kini dia milik baekhyun dan mempunyai tanggung jawab sebagai istri baekhyun. Bagaimana bisa dia masih memikirkan seseorang yang belum tentu memikirkannya?

Lee ra mengangkat kepalanya, matanya melihat jam dinding yang menunjukkan waktu dimana baekhyun harusnya sudah berada dirumah. Jonghyun sudah tidur sejak beberapa jam yang lalu dan kini dia sendirian tanpa tahu haru melakukan kegiatan apa di malam hari seperti ini. Lee ra memutuskan untuk menunggu baekhyun hingga dia pulang. Dia melangkahkan kaki menuju ruang tengah dan menyalakan televise untuk melihat drama malam seperti biasa.

Mendadak matanya membulat melihat adegan sesosok wanita yang tengah melahirkan seorang putra dengan bantuan suaminya serta dokter dan perawat. Lee ra langsung mengambil calendar yang ada di samping sofa tempat duduknya. Matanya makin membola bahkan tangannya tak lagi memegang calendar tersebut namun membungkam mulutnya untuk tidak berteriak.

Dia tidak mengalami siklus bulan lalu dan harusnya sekarang adalah siklus bulanannya. Lee ra ingat betul terakir kali dia melakukan hubungan suami istri dengan bekhyun. “tid..tidak mungkin..” lee ra melangkah mundur hingga punggungnya bertemu dengan dinding, tubuhnya merosot kebawah. Kepalanya tetap menggeleng tak percaya dan mulut yang masih terbungkam oleh tangannya sendiri.

Lee ra merasa tak percaya jika ini akan terjadi. Dia hanya melakukan itu selama dua kali dengan baekhyun. Tetapi kenapa semuanya begitu cepat?

“aku pulang..” itu suara baekhyun. Mata lee ra langsung melihat baekhyun takut. Sedangkan baekhyun yang awalnya berwajah lelah kini mengerutkan dahinya melihat istrinya yang terjongkok tak jauh dari pintu masuk apartemennya. “kau kenapa, sayang?” tanya baekhyun mendekat setelah meletakkan jas dan tas kerjanya di atas sofa. “kenapa kau belum tidur? Kenapa kau berjongkok disini?” tanya baekhyun lagi sambil mengusap pipi lee ra lembut.

Lee ra tak tahu kenapa dia merasa setakut ini. Baekhyun bukanlah orang yang jahat dan dia pasti akan mengakui jika ini adalah darah dagingnya. Tetapi kenapa lee ra merasa jika ini terlalu cepat dan entahlah, hatinya terasa campur aduk seperti bimbimbap yang telah basi.

“kenapa kau begitu ketakutan, sayang?” tanya baekhyun mulai khawatir. “katakan padaku apa yang terjadi, apa ada pencuri masuk? Atau jonghyun di culik? Apa ada seseorng yang melukaimu?” ucap baekhyun beruntun begitu menuntut, sedangkan lee ra hanya menggelengkan kepalanya.

‘haruskah aku mengatakan padanya sekarang?’

“a..aku..”

“kau kenapa, sayang?”

“berjanjilah padaku untuk tidak marah atau pergi menjauh?” ucap lee ra spontan.

‘bodoh, kenapa aku mengucapkan hal aneh seperti ini. Bodoh bodoh’

“hei, kau ini kenapa, sayang ?” tanya baekhyun tak mengerti, dia menjauhkan tangannya dari pipi lee ra untuk melihat istrinya lebih lamat – lamat.

“hanya berjanjilah, baekhyun..”

“baiklah – baiklah aku berjanji.” Baekhyun menjulurkan kelingkingnya pada lee rad an disambut oleh lee ra dengan tangan yang sedikit bergetar. namun ketika lee ra menarik tangannya, baekhyun mencegah tautan tersebut terlepas dan dia mendapat pandangan intens yang cukup serius.

“katakan apa yang terjadi, hm ..”

“a..aku hamil baekhyun.” Lee ra berucap sambil menunduk menyembunyikan kepalanya dari baekhyun. Mendadak hening seketika. Hanya terdengar suara detik jam dan pendingin ruangan yang mendadak berisik. Bahkan kini lee ra bisa mendengar bagaimana kencangnya gemuruh yang terjadi dalam jantungnya.

“ba..baekhyun-ah ma..maafkan ak-“

Kata – kata lee ra terputus ketika bibirnya dengan lembut terbentur oleh dada bidang baekhyun. Baekhyun memeluknya, baekhyun tak marah, baekhyun tak menamparnya seperti apa yang tekah dia bayangkan sebelumnya. Namun itu tak membuat jantung lee ra berdegup normal, dia masih tak mengerti apa yang akan terjadi setelah ini.

“terimakasih lee ra..” suara baekhyun serak terdengar di pendengaran lee ra.

‘apa dia menangis? Ta..tapi mengapa?’

“kau akan segera menjadi ibu, lee ra. Ibu dari anak ku, ra.” Baekhyun masih terisak.

Lee ra menjauhkan diri dari dekapan baekhyun, matanya takut – takut menatap air muka baekhyun. Ini di luar dari dugaannya. Bagusnya jika baekhyun tak marah, dia akan tersenyum manis dan memeluknya erat seperti drama – drama yang dia tonton. Tetapi baekhyun menangis dan itu karenanya. Tangan lee ra terangkat mengusap air mata baekhyun dengan ibujarinya.

“ak..aku sangat bahagia, ra. Sangat ..” ucap baekhyun menggengam tangan lee ra yang ada di wajahnya. Tatapan yang dalam terjadi begitu saja hingga bibirmereka bertemu dengan sendirinya. Melampiaskan perasaan bahagianya karena aka nada sesosok yang menjadi penguat rumah tangga mereka. Sosok malaikat kecil yang lahir tanpa dosa dan pembawa kebahagiaan.

“aku mencintaimu, sangat..” ucap baekhyun di sela – sela tautan bibir mereka. Lee ra hanya bisa tersenyum dan membalas apa yang baekhyun lakukan padanya. Tanpa sadar setetes air mata itu menjalari pipi lee ra dengan sendirinya.

‘aku akan menjaga kebahagiaan ini untuk mu baekhyun dan aku akan mencintaimu, pasti ..’

OOO

Kyungsoo jelas masih mengingat bagaimana yoojung menjelaskan semuanya. Dalam hati kyungsoo kini kembali berperang mempertimbangkan keputusan apa yang harus dia ambil. Jalan teraman adalam menjalani perannya sebagai anak baik dan menuruti semua kata – kata orang tuanya untuk menikah dengan yoojung, wanita yang dicintai oleh sahabatnya. Namun, hatinya tak bisa menerima begitu saja setelah apa yang dia lakukan pada hyeri.

Sakit yang hyeri derita karenanya mungkin kini sangat parah. Dirinya pun tak tahu bagaimana cara menyembuhkan luka yang telah dia pebuat sendiri. Tetapi dia mempunyai keyakinan jika hyeri masih mau menerimanya. Hyeri masih menginginkannya dan jangan tanyakan lagi rasa cinta hyeri, tentu hyeri masih mencintainya.

Kyungsoo menghembuskan nafasnya kasar, meletakkan punggungnya ke sandaran kursi. Matanya menatap kolam renang jernih yang di beri lampu di tengahnya.

‘bahkan lampu itu masih tetap bertahan walau di letakkan di tengah air yang dingin, akankah hyeri ??’

“aku tidak tahu apa lagi yang ada di pikiramu, kyungsoo..” kyungsoo langsung menegakkan tubuhnya dari sandaran. Matanya langsung melihat jongin yang menyakukan tangannya, seperti dejavu. “setelah apa yang sudah kau ketahui tentangku dengannya sejauh ini. Aku hanya penasaran apa yang akan kau ambil.” Lanjut jongin mengambil tempat duduk persis di samping kyungsoo.

Langsung kyungsoo melemparkan tatapan kagetnya pada jongin dan hanya menerima kekehan dari jongin.

“yoojung tidak bisu untuk mengatakannya semua padaku dan sekarang semua ada ditanganmu” Ucap jongin di akhiri dengan helaan nafas pasrah. Kyungsoo tidak lagi mendapat nada ketus dan tatapan intimidasi seperti beberapa jam yang lalu. Yang ada hanya raut pasrah dan menyerah, apa cintanya pada yoojung hanya sebatas ini ?

“kau tak ingin memperjuangkannya sekali lagi?” kyungsoo bertanya hal yang menurut jongin adalah lelucon bodoh hingga dia tertawa cukup keras. “apa ada yang salah dengan pertanyaanku?” kyungsoo mengendikkan bahunya tak mengerti.

“apa aku terlihat bodoh untuk mempertahankan ke egoisan yang akan membuatku tak bisa lagi melihatnya? Aku tak akan memilih jalan seperti itu.”

“aku akan membantumu..” jongin mendecih meremehkan membuat kyungsoo mengalihkan atensinya dari lampu yang berdiri di tengah kolam biru keluarga kim.

“aku sudah tahu jawabannya sekarang, harusnya aku tak berharap banyak padamu.” Jongin kembali tersenyum miring.

“apa kau pikir aku akan membiarkan mu melihat ku hidup bersama dan mempunyai anak dari wanita yang kau cintai?” kyungsoo mempertahankan argumennya, namun seolah itu hanyalah pemikiran dangkal untuk jongin. Jongin kembali mendecih meremehkan, sungguh kyungsoo tak tahu apa yang ada dalam pikiran jongin saat ini.

“pada kenyataannya aku sudah melakukan itu dan kini harus terulang lagi..”

Satu kalimat telak membuat kyungsoo membulatkan matanya tak percaya. Dia hanya berdoa dalam hati semoga tebakannya kali ini salah dan dia hanya menerka sesuatu yang konyol dan mustahil terjadi.

“kau menyukai hyeri ?”

Bagai terpukul oleh palu tepat di tengkuknya, kyungsoo merasa jika langit sebentar lagi akan runtuh. Jongin tersenyum mengangguk dan menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Ini adalah hipotesa yang paling kyungsoo tak suka dan kyungsoo sedikit menyesal melakukan pembalasan jika ini terbukti benar.

“pada awalnya aku sengaja menjauhkan hyeri darimu karena aku ingin membalaskan sedikit rasa sakit hati ini dengan menceritakan perjodohan mu pada hyeri,..dan aku berhasil. Hyeri meninggalkanmu.” Jongin tersenyum senang dengan mata tertutup terlihat damai.

Sedangkan kyungsoo, jangan menanyakan bagaimana tangannya ini sudah tak bisa menahan amarah untuk melayangkan sebuah pukulan telak pada rahang jongin. Tangan kyungsoo sudah meraih leher kemeja jongin dan mengangkatnya sejajar dengan wajahnya.

“keparat kau, jongin..” umpat kyungsoo penuh penekanan.

“tapi..” Jongin kembali membuka mata dan memusnahkan senyuman damainya itu dengan wajah datar dan dingin. Matanya membalas tatapan kyungsoo tak kalah tajam. Jongin menyeringai menang.

“aku merubah tujuanku itu untuk menyelamatkan nyawaku.”

Bugh..

Satu pukulan telak melayang tepat di sudut bibir jongin dan menimbulkan sobekan kecil. Jongin kembali mendecih mengejek.

“aku tidak sebodoh dirimu kyungsoo yang diperbudak oleh perasaan dan hanya menyakiti wanita..” jongin merapikan kemejanya yang sedikit lusuh akibat ulah kyungsoo. Kyungsoo hanya membuang muka dan memutuskan untuk meninggalkan jongin.

Dia tidak mau emosinya kembali tersulut hanya karena mulut keparat sahabatnya dulu yang terus memprovokasi jalan pikirnya. Cukup satu pukulan telak untuknya dan kyungsii tak mau menambah masalah lagi. Emosinya tak akan bisa terkontrol lagi jika dia masih berada disini, bukan suatu hal yang mustahil jika kyungsoo akan mematahkan tulang jongin menggunakan tangannya malam ini juga.

“kyungsoo..” kyungsoo tak menghiraukan jongin yang memanggilnya setelah beberapa langkah meninggalkan tempat tersebut.

“do kyungsoo sajangnim..” dan kyungsoo berhenti tanpa memutar badannya untuk melihat jongin sepenuhnya. Hanya menolehkan kepalanya dan melihat jongin yang tengah duduk, menggunakan ekor matanya.

“semoga kau juga menyayangi nyawa sahabatmu ini.. ambillah keputusan yang benaar.” Jongin berteriak cukup kencang dan dia melambaikan tangan padanya.

Kyungsoo hanya bisa meremas tangannya sendiri hingga buku – buku jarinya memutih. Dia tidak bisa seperti ini. Tak bisa berada terlalu lama disini. Dan ada satu hal yang bisa dipastikan, kyungsoo semakin tersudutkan dan itu karena sahabat lamanya, kim jongin.

OOO

Udara malam tak membuat kyungsoo merubah pikirannya untuk menutup kaca mobilnya. Hendaknya dia menyalakan pendingin atau penghangat, walau dia tahu udara malam itu tak baik tetapi dia ingin. Meletakkan sikunya di jendela pintu yang terbuka seutuhnya dan menopangkan kepalanya pada telapak tangan. Melajukan mobil hitamnya sangat lamban, hingga siput pun menang dalam perlombaan jika memang ada. Kyungsoo memang tak ingin segera kembali ke apartemennya. Karena ketika dia memijakkan kakinya di sana, kyungsoo tak lagi yakin jika Gucci dan perabotannya akan selamat.

Emosinya tengah meletup tak terkendali, amarahnya bak di ujung tanduk. Dan kemarahannya seolah tersulut dengan apapun yang jongin katakan. Kini seolah dia tak mempunyai pilihan lebih. Labirin permasalahan ini semakin menyudutkannya. Ketika memilih untuk maju dia dihadapkan oleh sungai dan ketika dia mundur dia dihadapkan oleh jurang terjal.

Ketika ini dia lebih memilih sungai, apa itu salah ?? memilih mengikuti permainan jongin dan keluarganya untuk menikahi yoojung dan hidup bahagia bersamanya. Tetapi bagaimana dengan perasaannya ?? perasaannya tidak bisa berkata bohong. Ada sebuah ketakutan jika dia hanya akan mengecewakan yoojung karena tak bisa berakhir mencintainya.

Ataukah dia harus memilih jurang ??

Jurang yang tak hanya membuatnya mati sengsara, begitu pula dengan jongin yang akan di buang oleh keluarganya. Bagus jika dia langsung mati tanpa mengalami penderitaan dalam hidup lagi, bagaimana jika tuhan sedang murka dan hanya mematahkan tangan atau punggungnya hingga dia tak bisa makan atau berjalan ?? bukankah itu lebih menyiksanya ??

Kyungsoo memukul kemudi cukup keras, dia sangat dilemma. Kepalanya tak berhenti berdenyut karena pusing. Namun kini perasaan kyungsoo membawanya pada kedai yang berada tak jauh dari apartemennya dulu. Apartemen yang kini di huni oleh hyeri dan joonri. Memutuskan untuk sedikit menegak soju agar pikirannya sedikit ringan.

Kyungsoo mengambil topinya dan keluar dari mobil setelah memakirnya tak jauh dari kedai. Ahjumma penjual kedai mengenalnya dengan baik, dia hanya tak mau mendapatkan pertanyaan yang membuatnya tak menemukan jawaban. Bukan bermaksud untuk menyombongkan diri, tetapi kyungsoo hanya butuh pelampiasan kecil tanpa adanya beban tambahan dari pandangan orang lain.

Kyungsoo memutuskan untuk duduk di luar kedai dan tak lama ada seorang pemuda yang keluar untuk menanyakan apa yang dia pesan. Dua botol tidak akan membuatnya mabuk, kimchi dan sedikit kue beras pedas, ditambah beberapa potong bakso ikan. Kyungsoo merindukan makanan itu dan dia memutuskan untuk memesannya.

Dia meletakkan kepalnya bertumpu pada kedua tangannya yang dia letakkan di atas meja. Menyembunyikan rupa wajahnya dari siapapun dan mengistirahatkan kepalanya yang lelah. Sampai sebuah suara yang familiar terdengar olehnya. Kyungsoo memang lelah, dia juga tengah depresi ringan. Tetapi itu tak merusak kualitas telinganya.

“ahjumma, bisa aku memesan 3 botol soju, nee..”

‘itu suara hyeri’ kyungsoo hanya bersuara dalam pikirannya.

Memang bukan suatu hal mustahil menamukan hyeri dilingkungan ini. Tetapi ini sudah sangat malam dan bisa dibilang ini adalah kawasan yang berbahaya. Banyak preman dan gelandangan yang nakal di sekitar sini. Kyungsoo ingat benar akan itu.

“kenapa kau memesan banyak sekali minuman huh? Siapa yang akan mengantarmu pulang jika kau mabuk..”

‘itu suara hong ahjumma..’

“umurku sudah banyak bibi, jangan khawatir aku bisa menjaga diriku sendiri..”

‘siapa yang kau sebut bisa menjaga diri sendiri, bodoh’

kyungsoo bermonolog dalam diamnya meneguk gelas pertama soju yang telah di antar. Kyungsoo kembali memekakan telinganya ketika dia mendengar gumaman tak jelas dari balik punggungnya. Hyeri hanya berjarah satu meja dari mejanya. Dan dia tidak menggunakan pakaian hangat sama sekali, kyungsoo tahu itu. mata kyungsoo seperti berpindah ke tengkuk sekarang dan itu cukup menyeramkan.

“apa kyungsoo tak ikut pindah bersamamu? Aku sudah lama tidak melihatnya..”

Jantung kyungsoo mendadak berdegup kencang dan badannya memanas. Dia takut akan jawaban yang diberikan hyeri. Dia tidak mau menerima penolakan, kyungsoo bekum siap.

“dia sudah pindah bibi, bersama istrinya..”

Deg..

Jantung kyungsoo mendadak berhenti berdetak. Hyeri menolaknya. Harusnya dia bisa mengatakan jika kyungsoo telah pindah bersama orang tuanya. Atau mengatakan jika kyungsoo sudah pindah apartemen dan hidup di sana. Tetapi mendengar kata istri dari hyeri itu membuatnya susah untuk bernafas. Dia kecewa.

“eii, aku kira kau akan menikah dengannya. Dunia memang kejam, hye..”

“aku sudah menikah bibi, bagaimana aku bisa menikah dengan kyungsoo?”

Suara hyeri kembali menyambut setelah bibi hong mengucapkan kalimat yang menyayangkan takdir.

‘takdir memang kejam..’ kyungsoo tersenyum miring dan dia menegak kembali soju yang telah di tuangnya. Kyungsoo beralih membuka satu kancing kemeja setelah kancing teratasnya tak dia pasangkan tadi. Mendadak tubuhnya menjadi panas. Mungkin ini karena soju ?? atau karena kekecewaannya ??

Setelah beberapa menit tak terdengar lagi percakapan antara bibi hong dan juga hyeri, Kyungsoo sediki meregangkan otot punggungnya. Sedari tadi dia hanya mendengar hyeri terus menuang soju kedalam gelasnya dan suara gelas yang setengah di banting kemeja.

‘apa dia sudah mabuk?

“aku harus meninggalkannya kan, matchi ??”

Kyungsoo hanya mendengus kasar. Benar seperti dugaannya, hyeri sudah mabuk dan tak sadarkan diri. Kyungsoo bangkit dari duduknya. Dia berjalan menuju meja hyeri, dimana hyeri sudah meletakkan kepalanya diatas meja. Dia sudah terkapar tak sadarkan diri. Umurnya tidak menjamin ketahanannya dengan alcohol.

“hei, kau do kyungsoo-ssi, benar?” kyungsoo langsung mendapat kalimat tuduhan ketika dia baru saja duduk di depan hyeri. Mengira jika hyeri masih dalam keadaan sadar, kyungsoo terkejut. Namun dia kembali mendengus ketika cegukan nyaring yang dia dengar. Hyeri sepenuhnya telah mabuk dan tidak sadar.

“ini aku sedang mabuk, tetapi kenapa kau begitu nyata..” hyeri menepuk kecil wajah kyungsoo yang ada di hadapannya. Kemudian dia tersenyum sendiri.”mana mungkin kau ada disini, aku mabuk dan kau..” hyeri menununjuk kyungsoo tepat di hidungnya. “kau hanya halusinasi karena aku terlalu memikirkanmu, do kyungsoo.”

Kyungsoo kembali mendengus, dia meletakkan kedua tangannya bertumpu pada meja untuk melihat hyeri yang kembali meletakkan wajahnya di atas meja. Kantung mata hyeri menghitam tebal, bibirnya pucat pasi. Entah perasaan kyungsoo atau bagaimana, hyeri terlihat semakin kurus. Namun kyungsoo segera menampik itu karena baru terhitung berapa hari ketika mereka berpisah.

“aku ingin sekali berteriak..” hyeri kembali merancau dan kyungsoo hanya menyimak di depan hyeri. “tetapi kenapa saat aku berteriak suaraku seperti habis. Apa sakit hati bisa menghabiskan persediaan suara? Hehe ..” hyeri terkekeh dengan sendirinya, kekehan yang menyakitkan karena itu terlihat seperti ejekan untuk dirinya sendiri.

“kenapa meninggalkannya hanya membuatku semakin sedih? Kenapa ?..” kemudian hyeri tiba – tiba mengangkat kepalanya dan juga botol soju yang tengah kosong di hadapannya. Kyungsoo reflek mengusap dadanya terkejut. Kebiasaan hyeri tak pernah berubah.

“bisa kau jawab aku.. heiii botool, biasanya orang akan meminummu dan meminta pendapatmu. Sekarang apa yang aku harus lakukan hm? Hey ayolah, kenapa kau hanya diam saja. Apa kau juga tak peduli lagi padaku .. seperti orang orang lain.” Rancau hyeri linglung.

“aku..” hyeri menujuk dadanya sendiri menggunakan telunjuknya namun pandangannya masih kepada botol kosong di tangannya. “aku memang penakut.. kau tahu, aku adalah orang paling penakut seduuuniaaa ini. Hehe..” senyum layaknya orang gila kembali hadir di wajah hyeri.

“aku terlalu takut jika perasaan ini tak terbalaskan, kau tahu. Aku takut jika dia meninggalkanku, menjauh karena perasaan hina ini. Aku takut jika dia akan melupakanku setelah pergi ke rumah orang tuanya. Aku takut jika dia melupakanku setelah aku menikah dan sekarang aku takut jika dia benar – benar menikah dengan wanita lain..” suara hyeri merendah lirih setelah sebelumnya dia menggebu – nggebukan suaranya seolah menuntut.

Jantung kyungsoo seolah terbelah menjadi dua bagian. Ini kenyataan yang ingin dia dengar. Rintihan kesakitan hyeri dan semua pengakuan hyeri di balik senyum tegarnya. Tetapi kesakitan itu seolah belati yang menukiknya dari belakang. Sebodoh itukah dia? Hingga membiarkan orang yang paling dekat dengannya merintih kesakitan tanpa bisa di lihat oleh orang lain. Sakit yang tak menimbulkan memar atau bekas jahitan. Dan hanya bisa diketahui oleh diri sendiri. Ini membuat kyungsoo semakin gila.

Kyungsoo memutuskan untuk meninggalkan hyeri disini. Dia tidak bisa menampakkan dirinya, karena malu. Dia belum siap untuk mengatakan permintaan maaf atau meminta hyeri kembali ke apartemennya. Kyungsoo seolah merasa tak pantas lagi untuk hyeri. Bukan membahagiakan tetapi dia hanya menambah beban pikiran hyeri.

Kyungsoo beranjak dari kursinya dan dia meletakkan beberapa lembar uang di meja hyeri. Berjalan menuju keponakan bibir hong yang sedang melayani meja lain. “tolong antar hyeri pulang, eunhaeng..” ucap kyungsoo lirih setengah berbisik kepada eunhaeng, keponakan bibi hong.

“kyungsoo hyung ..” mata eunhaeng membola melihat siapa yang telah berbisik padanya dan menyelipkan uang tip di kantong celana belakang miliknya.

Sedangkan kyungsoo hanya tersenyum dan mepuk pundak eunhaeng, lalu dia meninggalkan hyeri menuju mobilnya dan pulang ke apartemen. Tanpa menghiraukan tatapan sedih wanita yang dikiranya tengah mengalami mabuk berat. Hyeri menangis.

OOO

daannn ..

kalian semakin tahu apa yang akan jadi akhirnya :D. silahkan menebak – nebak dan aku juga akan mempersiapkan jawaban untuk kalian 🙂

aku mencoba perbanyak percakapan yang kurasa kurang, aku harap kalian lebih menyukainya 🙂

dan buat siders

aku iklasin ini buat kalian 😀 /apaan si alay banget lu jadi orang/ okay abaikan. 😀

aku ada project baru, berhubung series ini sudah menuju akhirnya. Kalau penasaran silahkan baca summary di bawah kalau enggak ya udah suka – suka 😀

regards

ChalilaCha

Summary :

Do Kyungsoo seorang sarjana musik yang baru saja lulus dan beruntung telah di kontrak untuk sebuah yayasan besar sebagai seorang pengajar musik, ingin membahagiakan ibunya untuk terakhir kali dengan menuruti keinginan ibunya untuk segera menikah. Ibunya memperkenalkannya dengan putri temannya, Hwang Lee Ra. Seorang gadis tertutup dan memiliki sejuta masalalu yang bahkan tetap dia bawa ketika dia telah menyandang marga barunya. Lalu bagaimana kehidupan kyungsoo menjadi pengajar muda ?? Bagaimana juga masalalu lee ra yang membuat rumah tangga mereka mengalami hambatan cukup besar ?? Mampukah mereka bertahan hingga akhir ??

just summary, I hope you’ll wait my story 🙂 thanks 🙂

Advertisements

Author:

just for fun

11 thoughts on “[Series] Life story – REVEALED

  1. Serius ini kok permasalahannya ribet banget -kayaknya- semuanya menderita /? Ini udah mau end yaa ?? Kelanjutannya sangat ditunggu, semangat yaa author !! ^^

  2. Entah kenapa aku merasa D.O mirip Onew di poster di atas wkwkwk. Aku udah pernah baca seri Life Story ini belum sih? Lupa lupa ingaat

    Ya Tuhaan Baeeek, kenapa kamu so sweet sekali. Dan Kyung, kamu sama sekali ga belajar dari apa yg terjadi pd Lee Ra trs skrg pd Hyeri dan Yoojung. Sebeeel

    As expected from Cha, selalu genre nya arrange marriage ya? Wkwkwk ih, ku blm pernah bikin ff marriage lol
    Ditunggu lanjutannya 🙂

    1. oh abang chiken 😂😂😂
      semua tertulis kek aliran air kak, ngalir gitu aja. munculnya nikah” muluu 😂😂
      coba atuh kaa
      makasih ka buat reviewnya 😊😊

  3. Ahhh elahh jadi Hyeri gak lagi mabuk? Kyungsoo-ya ahh jadi kesel sendiri deh sama D.O disini. dia kenapa ahh elahh. Setuju banget tuh sama ucapan Jongin. ada benernya juga. Kyungsoo memang harus memilih jangan sampai kejadian Lee Ra terulang kembali.
    Soal Lee Ra wahh dia mah udah bahagia sama Baekhyun, apalagi baekhyun sayang banget sama dia. udah jadi keluarga yang harmonis dan di tambah dengan malaikat kecil yang di kandung Lee Ra.
    Ayodong Kyungsoo bangun rumah tangga seperti Baekhyun jangan terus-terusan kaya gitu. kau harus memilih. pria harus bisa menentukan pilihan walaupun mempunyai resiko yang tinggi 🙂 😀 *jiah kata kataku

    Wahhh ff baru tuhh ya?? udahh lahh diterusin atuh author. tapi pas Ff ini abis ajah hehehe 😀
    Ditunggu secepatnya kelanjutannya author
    Fighting 🙂 😀

  4. Hm permasalahan antara jongin sama kyungsoo jadi makin seru. Ternyata kyungsoo masih mengharapkan hyeri ?
    Next chap, fighting !!

  5. wah, ada cerita lagi tentang kyungsoo dan lee ra. Ditunggu ya kak. btw aku kemaren baca sampe chapt ini sampe jam 2 pagi dan akhirnya ketiduran ngga sempet komen di chapt sebelumnya karena terlalu penasaran sama cerita yg kakak buat hehehe

Your Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s