Posted in ChalilaCha, D.O FF Indonesia

[Series] Life Story – Reason

 

ChalilaCha || Do Kyungsoo , Shin Hyeri , Byun Baekhyun, Hwang Lee Ra, Kim Jong In , Kim Yoo Jung

|| Romance , Hurt , Frienship , Sad || Series

Pg – 15

TYPO BERTEBARAN ..:D

EYD PERLU PERBAIKAN 😀

Tolong Baca Note di Bawah ya 🙂

Happy Reading

🙂

Prev : Gone

LOVE STORY

.

.

“aku tidak pernah menyukainya sebagai pria,..”

.

.

Hari sudah menjelang petang. Jarum pendek sudah menunjuk angka tujuh, sudah seharusnya baekhyun pulang. Tetapi hari ini tampaknya dia harus pulang sedikit lebih larut. Selain pekerjaan yang kyungsoo berikan belum usai, wanita yang kyungsoo maksud juga tak kunjung tampak.

Jujur saja, baekhyun merasa jengah untuk menunggu seperti seorang agen abal – abal di dekat tangga di sudut lorong gelap seperti ini. Hendaknya dalam hati baekhyun ingin menanyakan kenapa kyungsoo mencari wanita ini. Hingga memintanya untuk tetap tinggal, setidaknya sampai tengah malam atau jam malam istirahat.

Itu adalah perintah tergila yang kyungsoo berikan padanya.

Selain baekhyun tak pernah menyukai namanya memata – matai seseorang, dia paling tak suka menunggu. Tetapi, kalimat kyungsoo seolah menjadi kata mati dan mutlak. Suara dingin dan begitu sarkas, tak pernah baekhyun dengar sebelumnya. Baekhyun hanya bisa mengendikkan bahu dan kembali menjalankan perintah tak masuk akal atasannya itu.

Mata baekhyun sedikit membola ketika menangkap sebuah bayangan wanita bersama seorang anak dalam gendongannya. Dia langsung bangkit dari duduknya dan sedikit berlari menghampiri wanita yang akan memasuki apartemen yanglebih mirip kondominium ini.

“tunggu..” suara terengah baekhyun sedikit menggema di lorong yang cukup sepi ini. Beruntungnya baekhyun wanita tersebut berhenti sejenak ketika tangannya sudah menggenggam gagang pintu.

Baekhyun tertunduk mengambil nafas sejenak, dia merasa jika wanita di hadapannya ini menaruh rasa ingin tahu padanya. Dahi wanita tersebut berkerut melihatnya yang tengah terengah akibat berlari kecil.

“apa kau benar Shin Hyeri .. “ Tanya baekhyun langsung ketika pernafasannya sudah sedikit teratur. gerakan mata yang tak beraturan membuat baekhyun yakin jika wanita ini adalah hyeri yang dia cari. Ditambah dengan seorang lelaki kecil yang ada dalam gendongannya. Menambah keyakinan baekhyun.

“siapa kau ?” ujar wanita itu sedikit dengan nada tinggi. tangan wanita itu merengkuh bocah kecil yang ada di gendongannya semakin kuat. Entah apa yang wanita ini takutkan dari baekhyun, apa baekhyun terlihat akan menculik anaknya ?

“ aku hanya ingin memastikan jika kau benar shin hyeri yang ku cari.. “ ucap baekhyun menenangkan. Bekhyun sedikit terjengat ketika dia meneliti wajah wanita yang ada di hadapannya ini. Alarm dalam otaknya menangkap jika dia bukanlah wanita asing. Matanya pernah menangkap wajah ini dan terekam dalam pikirannya. Tapi dimana ?

“apa kita pernah bertemu sebelumnya ?” Tanya baekhyun langsung tanpa berpikir panjang. Wanita dihadapan baekhyun yang sebelumnya membuang muka akhirnya menatap baekhyun dengan takut – takut. Sepersekian detik, pupil wanita tersebut mengecil dan matanya membola terkejut.

“ka..kau suami lee ra..” wanita tersebut terbata mengeluarkan kalimat itu dari bibirnya dan baekhyun menganga terkejut. Wanita dihadapannya ini mengenalinya bahkan dia menyebutkan nama istrinya.

“kau wanita yang bersama kyungsoo datang di resepsi pernikahanku, benar ?” ingatan baekhyun tergugah dan bibirnya mengatakannya. Jantung baekhyun mendadak berdegup lebih cepat.

Wanita ini mengenalnya dan dia mengangguk mengiyakan jika dia datang pada acara pernikahannya dengan lee ra. Sekarang baekhyun ingat, dia adalah wanita anggun yang datang bersama kyungsoo di acara pernikahannya. Yang selama ini dia kira adalah tunangan kyungsoo atau bahkan istrinya. Lelu kenapa wanita ini berada di sini ? bukankah seharusnya dia berada di apartemen atasannya ? apa mereka sedang bertengkar atau semacamnya ?

“maaf, jika tidak ada lagi yang dibicarakan, aku harus istirahat.. permisi.” Ucap wanita tersebut langsung menutup pintu kondominiumnya dengan cepat tanpa melakukan salam apapun pada baekhyun. Baekhyun langsung tersadar dari lamunannya sejenak dan matanya menatap penuh tanya pada pintu hitam yang ada di hadapannya sekarang.

“kuharap kita bisa bertemu lagi, hyeri-ssi..”

Ucap baekhyun sebelum dia benar – benar menghilang dari depan pintu kondominium tersebut untuk pulang dan bertemu dengan istri dan anaknya. Baekhyun benar – benar lelah.

OOO

Kemeja hijau tua terbalut rapi di tubuh kyungsoo. Ditambah dengan celana berwarna tanah basah yang pas di kakinya menyempurnakan tampilannya malam ini. Kyungsoo sengaja sedikit menyisir keatas rambutnya dan mengenakan kacamata untuk menutupi kantong mata yang cukup hitam miliknya. Kyungsoo merubah penampilannya hampir seratus delapan puluh derajat dan itu membuatnya lebih segar dan lebih muda.

Sesuai dengan permintaan ayahnya untuk menghadiri acara ulang tahun yoojung di kediaman tuan kim, kyungsoo melangkahkan kakinya mantap memasuki kediaman mewah kim. Jika berkata jujur, jantung kyungsoo kini bergemuruh keras. Dia tidak mau bertemu dengan jongin, dia tidak ingin ada percakapan sama sekali dengan jongin, karena jongin yang kini bukanlah jongin yang dia kenal dulu. Setidaknya hatinya sudah tenang mendengar kabar sedikit gembira dari baekhyun.

Baekhyun telah menemukan hyeri di kondominium mereka yang dulu dalam keadaan utuh dengan joonri.

Itu merupakan kabar yang membuat suasana hati kyungsoo sedikit membaik meski malam ini dia harus kembali beradu peran manis untuk keluarganya. Kyungsoo memang belum memutuskan apapun untuk perjodohan sialan ini, tetapi dia yakin jika jongin yang mengatakan pada hyeri jika dia akan menikahi adik tirinya.

Semua ini karena jongin dan kyungsoo memiliki sedikit permainan balasan untuk sahabat kecilnya itu. seringaian kyungsoo menggambarkan segalanya.

“kyungsoo, akhirnya kau datang,nak ..” suara baritone ayah kyungsoo menyambutnya ketika dia berjalan menghampiri keluarganya dan keluarga kim berkumpul di tengah, didekat kue ulang tahun. Senyuman kyungsoo mengembang dengan sendirinya. Memberi salam ramah pada tuan dan nyonya kim, tak terkecuali jongin yang berdiri sedikit di belakang mereka.

Dalam hitungan detik, mata mereka bertemu pandang. Kyungsoo bisa menangkap sedikit dendam di dalam sana, tetapi kenapa ? itu adalah pertanyaan yang langsung ada dalam pikirannya. Namun kyungsoo tak mau merusak acara ini dan semua rencananya hanya karena terpancing oleh kilatan dendam jongin.

“kau terlihat lebih segar kyungsoo..” puji nyonya kim. “aku bahkan ragu jika kyungsoo adalah seorang direktur, dia seperti remaja delapan belas tahun..” sambung tuan kim yang disambut tawa renyah dengan yang lain kecuali jongin.

Kyungsoo menangkap rasa dengki pada tatapan jongin.

“tampaknya aku tak melihat tokoh utamanya malam ini, aboenim ?? “ tanya kyungsoo memulai perannya.

“wah, tampaknya ada yang sudah mulai tak sabar.. “ goda tuan kim sambil merangkul pundak kyungsoo. “sepertinya kami tak salah memilih menantu, benarkan nyonya Do ?? “ sahut nyonya kim melirik ibu kyungsoo yang sedari tadi hanya tersenyum. Saat itu pula mata kyungsoo bersibobok dengan mata kedua orang tuanya.

‘sebahagia itukah mereka ? bagaimana jika mereka tahu ini bukan yang sebenarnya ?’

“naiklah, kamar yang berada di ujung yang bertuliskan ‘jongin dilarang masuk’, yoojung berada di sana..” tunjuk nyonya kim sambil tersenyum.

“biar aku yang mengantarnya..” suara yang sedari tadi tak kyungsoo dengar, menawarkan untuk membantunya. “biarkan kyungsoo sendiri, jongin. “suara tegas tuan kim menghentikan langkah kyungsoo yang sudah menginjakkan ke tangga ketiga dengan jongin yang lebih jauh dari dirinya.

Kyungsoo melihat genggaman kuat di tangan jongin hingga telapak tangannya lebih memerah dari sebelumnya. Kyungsoo membalikkan badannya dan melihat wajah serius dari tuan kim, setelahnya dia melihat jongin yang memasukkan kedua tangannya ke saku celana.

“baiklah..” suara jongin kembali tertangkap di pendengaran kyugsoo. Jongin menuruni tangga dan dia menepuk pundak kyungsoo sambil berkata, “bawa dia turun, sebentar lagi acara akan dimulai..”

Dan jongin pergi meninggalkan orang tua yang kembali membicarakan masalah bisnis, keseharian, dan kyungsoo sempat menangkap kata – kata ‘jika yoojung sudah hamil..’.

Kyungsoo hanya tersenyum miring melanjutkan langkahnya menaiki tangga dengan pikiran yang berkecamuk satu sama lain. Namun ada satu hal yang lebih penting dari kalimat itu.

‘apa jongin menyukai yoojung ?’

OOO

“sampai kapan kau akan mematut diri di depan cermin ? “ senyuman kyungsoo mengikuti setelah dia mengucapkan kalimat sapaan itu tanpa mengetuk pintu. Kyungsoo langsung bisa melihat warna kesukaan yoojung, merah muda. Hampir semua interior di ruangan ini berwarna merah muda dan jujur kyungsoo tidak terlalu menyukai merah muda. Seolah menjadi pasangan semalam, yoojung juga menggunakan gaun yang berwarna senada dengannya.

Yoojung yang terlonjak dari lamunannya kemudian tersenyum lembut melihat senyum kyungsoo sedari tadi. Kyungsoo baru menyadari jika yoojung adalah wanita yang manis, bahkan lebih manis dari hyeri. Tetapi tidak lebih banyak menempati hatinya di banding hyeri, atau bahkan tidak sama sekali.

“maaf aku tak melihat ada tulisan ‘harus mengetuk pintu’..” ucap kyungsoo ketika dia berada beberapa langkah di belakang yoojung. Sedangkan yoojung semakin melebarkan senyumannya,

‘dia tampak bahagia, sama seperti eomma dan appa..’

“oppa, aku kira kau tak akan datang..” ucap yoojung dengan penekanan nada bahagia. Kyungsoo menempatkan dirinya duduk di sofa yang tak jauh dari meja rias yoojung. Walau lebih dekat ranjang ketimbang sofa, namun kyungsoo memilih jarak yang lebih jauh. Setidaknya kyungsoo memiliki ruang jika dia salah dalam gerakannya. Bukankah ini semua hanya acting ?

“bagaimana bisa kau berpikir demikian ..” senyum kyungsoo kembali tersemat di bibirnya.

‘karena appaku sangat ingin aku menikah denganmu ..’

“entah,..” yoojung beranjak dari duduknya dan beralih pada ranjang yang tak jauh dari tempat kyungsoo. “aku hanya merasa jika setelah pertemuan itu, aku tak bisa melihatmu lagi.” Bibir tipis yoojung kembali tersenyum. Sedang kaki yoojung menyilang memperlihatkan sedikit keangkuhan yang dia miliki.

‘kenapa aku merasa dia berbeda ?’

“bagaimana jika, iya ?” kyungsoo melemparkan umpan pertamanya. Matanya sengaja tak melihat yoojung yang tengah tersenyum sinis, namun ekor mata kyungsoo tak luput dari itu. dan telinga kyungsoo juga tak tuli untuk mendengarkan decihan dari bibir yoojung.

“apa karena wanita itu ?” yoojung memandang kyungsoo lurus. Suara sinis yoojung berbeda jauh dengan sapaan waktu pertama dia memasuki ruangan ini.

‘mungkin ini dia yang sebenarnya..’

Kyungsoo mulai membalas tatapan yoojung. Dia meletakkan kedua sikunya di atas lutut hingga tubuhnya sedikit condong kedepan lebih dekat dengan yoojung. “aku tidak bermaksud membahas seseorang yang ada di belakang kita, yoojung-ssi..” ucap kyungsoo penuh penekanan. “katakan, kau melakukan ini karena jongin, benar ?” ujar kyungsoo merendah di akhir.

Entah apa yang mendorong kyungsoo untuk berkata demikian. Namun semua terlihat begitu jelas dimatanya. Jongin bukan menginginkan hyeri seperti pemikirannya, tetapi dia menginginkan yoojung. Walau kyungsoo telah berpisah dengan jongin selama beberapa tahun, tetapi bahasa mata jongin tetap sama seperti dulu.

Kyungsoo ingat betul ketika jongin merasa iri karena dia di beri sebuah permen coklat oleh hyeri sedangkan jongin tidak dan kyungsoo akhirnya berbagi. Ada juga ketika jongin merasa haus dan melihat temannya memakan es krim, jongin begitu kentara menunjukkan rasa irinya. Seperti tadi, ketika orang tuanya mencegahnya untuk mengantar kyungsoo menuju kamar yoojung.

“apa si bodoh itu mengatakannya padamu, atau dia mengancammu, bukankah kalian bersahabat dulu ?” jawab yoojung dengan nada congkaknya. “aku bahkan hampir di pasung karena jongin yang tak pernah berpikir dengan apa yang dia lakukan..oh, jangan lupakan juga dia yang hampir mati karena di pukul oleh orang suruhan appa.” Lanjut yoojung membuat dahi kyungsoo berkerut tak mengerti.

“untuk sekedar informasi, memang benar jika jongin menyukai ku sebagai wanita. Bahkan jauh sebelum aku mengenalmu, hmm.. bahkan tidak menutup kemungkinan jika dia menyukai ku sejak kami bertemu dulu.” Terang yoojung sambil mengubah posisi duduknya. “dia tidak bisa menutupi itu hingga appa dan eomma tahu, sampai dia melakukan hal gila yang tak masuk logika..”

“bukankah gila memang tak mengerti logika ?”

“kau benar kyungsoo-ssi,..” yoojung menunduk sambil mendecih tersenyum remeh.

“lalu bagaimana denganmu ?? kau menyukainya ??” tanya kyungsoo menanggapi.

“aku tidak pernah menyukainya sebagai pria,..” jawab yoojung menggantung. “walau dia selalu berusaha menunjukkan dirinya sebagai pria, tetapi aku tak pernah bisa merubah pandanganku padanya.” Yoojung beralih tersenyum memandang kyungsoo. “karena aku sangat menyayanginya sebagai kakaku.”

“jadi..”

“jadi appa berusaha untuk menjauhkan ku dengannya dan kau bisa lihat hasilnya sekarang.” Yoojung mengendikkan bahunya sendiri membuang mukanya kearah jendela yang terbuka menghubungkan dengan balkon kamar.

“kau bisa menolaknya ..” usul kyungsoo. Namun yang dia dapat hanya senyuman menyedihkan dari yoojung,”dan membiarkan jongin di buang, aku tidak bisa memilih jalan itu..” yoojung beranjak dari duduknya lagi dan berjalan menuju jendela tepat disebelah sofa kyungsoo.

“sepertinya kau akan menolakku, tuan do..” ucap yoojung sedikit dengan candaan. “aku tahu kau begitu mencintainya dan aku hanyalah orang baru yang tiba – tiba memaksa masuk dalam kehidupanmu, tetapi asal kau tahu tuan, jika kau tetap terbayang pada masalalumu kau hanya akan merasa bimbang tanpa adanya keputusan yang final. “ yoojung berucap sambil tersenyum.

“melepas untuk kebaikannya,…” yoojung menepuk pundak kyungsoo dan sedikit mengusap menenangkan. Membuat kyungsoo sedekit berjengit kaget dengan sentuhan itu.

“aku juga seorang wanita kyungsoo-ssi, aku tahu perasaannya dan jika aku berada di posisinya aku lebih memilih kau melepasku daripada kau menggenggam ku dengan telapak tangan penuh duri. “

Yoojung berjalan menuju pintu dan memutar gagangnya hingga terbuka sedikit celah. “tampaknya kita serasi malam ini..” kyungsoo melihat yoojung yang tengah tersenyum lembut di depan pintu, membuyarkan lamunan akan suara yoojung yang mendominasi obrolan mereka. “aku rasa mereka sudah menunggu dibawah.”

Kyungsoo mulai beranjak dari sofa dan berjalan menuju pintu. Hingga dia berdiri di depan yoojung. Tangannya terangkat mengusak surai yoojung yang sudah tertata rapi, namun dia juga yang merapikannya kembali. Bahkan yoojung mengeluarkan semburat merah yang membuat kyungsoo terkekeh geli. “kau pemalu ternyata..” yoojung hanya tersenyum sambil menurunkan tangan kyungsoo yang berada di atasnya.

“terimakasih, aku hanya harus memastikan satu hal dan aku akan memberikan keputusan untuk ini..” kyungsoo memutar tangannya yang di genggam yoojung menjadi dia yang menggenggam tangan yoojung dan meletakkan tangan itu di sikunya seperti seorang appa yang membawa putrinya menuju altar. “setidaknya, mari kita membahagiakan orang tua kita, yoojung.”

‘dan pikiran ku terbuka untuk menentukan jalan yang harusnya kupilih yoojung, terimakasih.’

OOO

hay hay..

aku kembali lagi lebih cepat dari biasanya, karena aku libur panjang dan otomatis nggak ada tugas yang bikin beban. jadi aku bisa update lebih cepet dari biasanya.

makasih yang udah ngasih review di chap sebelumnya, aku seneng kalian masih nungguin cerita yang udah aku anggurin selama sebulan ini 😀 makasih banget.

tapi jujur aja, aku rada pingin komplain ama kalian yang cuman read aja tanpa ngasih feedback ke author. ini bukan cuman aku, tapi author yang lain juga termasuk freelance. entah kenapa aku punya keyakinan jika memang ada pembaca cerita setia di blog ini dan aku minta kalian yang nunggu lanjutan dari cerita mereka, seenggaknya ngasih feedback.

cuman itu aja sih dan aku rasa itu hal wajar jika seorang author menginginkan feedback

ya nggak ??

aku juga nggak mau main password”an karena itu ribet :D. aku juga nggak mau nyusahin kalian yang mau baca karya seseorang.

dan

aku akan lanjutin cerita ini sampek end karenaa kalian yang udah nunggu dan pembaca yang mungkin sedikit geregetan ama endingnya kek gimana 😀 /pede amat lu thor/ 😀

udah sekian note dari aku, maaf kalo aku nyinggung tapi aku nggak bermaksud nyinggung atau menyindir pihak manapun.

kita teman kan .. 😀

sampai jumpa di series selanjutnyaa 😀

regards

ChalilaCha

 

Advertisements

Author:

just for fun

22 thoughts on “[Series] Life Story – Reason

  1. menurut aku pribadi sih, kalau mau siders pada muncul itu emg hrus di pw. kalau kakak cuman ngomng di note takutnya ga ada yg baca atau ga ada yg peduli.

    Ini kependekan lho kak. Dan Yoojung hamil itu beneran? kalau iya mungkin anak Kyungsoo deh .. soalnya dia kan sibuk ngegalau 😀 hehe

    1. enggak, yoojung nggak hamil.. itu cuman gurauan orang tua mereka aja 😀
      iya juga emang 🙂 siders mungkin emang harus di coba sekali lah 😀 (gaya banget lu ellah :D)

      okay chap selanjutnya aku panjangin, okay 🙂
      thaks for riview nya 🙂

  2. Maaf ya kak yg kemarin2 belum kasih komen. Btw kak kok aku agak ga rela gitu yaa kalo kyungsoo sama yoojung huhu 😦 kyungsoo harus bersatu kembali bersama hyeri *maksa* wkwkwk duh kasian sama bebeb jongin cintanya harus kandas, sini bebeb jong sama aku aja *digampar author* wkwkwk. Ditunggu next chap nyaaaaa

    1. its okay, selanjutnya kasihlah penulis ini sedikit saran mu nee 😀
      jongin sengaja aku buat seperti itu biar entar baliknya kerumah ku 😀 #abaikanyangini

      okay, makasih buat reviewnya yaa 🙂

  3. Aaayeesss
    Authorny lg libur,bakalan cepat update ni buat chap selanjutny…hehe

    Aku ga rela kyungsoo sm yoojung,kan mereka baru ketemu…
    Author plesss ending ny kyungsoo sm hyeri,bikin greget kisah cinta mereka berdua,terlalu bnyak cobaan…
    Semangat thor buat chap selanjutny…

    1. yahaaa aku juga seneng kalo libur berkepanjangan seperti ini 😀

      mungkin mereka terlalu banyak di uji oleh penulisnya 😀
      okay, thaks buat riviewnyaa ya 🙂

  4. Aihhhh makin ribet ajah nih si Kyungsoo. Apa coba sekarang yang dia rencanain.
    Kira-kira siapa ya yang bakal dipilih sama Kyungsoo? Hyeri atau Yoojung? atau mungkin Lee Ra? *ditonjok Baekhyun 😀
    Heehehe seru. ditunggu kelanjutannya 🙂
    Fighting Author 🙂

  5. Apa aku ketinggalan chapter,knpa aku bingung dengan kata kata yoojung ‘hamil’???
    updatenya lama kok lama thor? aku berasa ini pendek, tapi ceritanyà bagus kok…banget malah.makanya berasa pengen baca lebih panjang….
    Ih, ku harap kyung soo nggak ngegantungin hyeri terus,kasian hyeri berasa jadi pelarian kyung soo aja..plis kyung soo, jangan memebuat keadaan jadi lebih rumit dengan memainkan drama didepan ortu mu..

    NEXT YA THORR….kalo bisa agak cpet +panjang *maksa dikit*

    1. enggak, itu yoojung hamilnya cuman guyonan bapak” dan ibu” aja 😀
      sebenarnya ini lebih panjang dari yang sebelumnya, tapi mungkin karena lebih banyak percakapan jadi ngerasanya makin pendek.

      okay di panjangin kq 😀
      thanks buat reviewnya 🙂

  6. huwaaaaaa,,Cha…huhuuu bikin gregetan sampe ubun ubun,,ribet n rumit amat hidup mereka,, mau bahagia aj repotnya minta ampun,,,
    zabar zabar ya CHa… hantu pembaca emg suka malu malu nunjukin diri,,,pada ga pnya muka c,/ wkwkwk,,,
    Smangat!

  7. aduh takutnya ada benih” cinta nih krn sentuhan(?) yoojung dipundak kyungsoo wkwkw jujur sbnrny aku ngeship kyungsoo sm leera bangettt huaaaa sedih krn leerany ud sm baek tp leera msih suka sm kyungsoo yakan(?) Hyeri nya sm baek aja wkkwkwkw (apaan sih ya ngasal banget aku ngomongnya wkw) semangat yeh thor ditunggu kelanjutannya penasaran sm endingny bakal gimana :3

    1. hayo gimana yaa 😀 kalo emang tiba” kyungsoo suka sama yoojung 😀
      biarkan lee ra bahagia bersama suaminya ya 🙂
      okay
      makasih buat reviewnya ya 🙂

Your Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s