Posted in Author Tetap, ChalilaCha, D.O FF Indonesia, PG-17, Series

[Series] Life Story – Gone

ChalilaCha || Do Kyungsoo , Shin Hyeri , Byun Baekhyun, Hwang Lee Ra, Kim Jong In , Kim Yoo Jung

|| Romance , Hurt , Frienship , Sad || Series

Pg – 17

TYPO BERTEBARAN ..:D

EYD PERLU PERBAIKAN 😀

Happy Reading

:)

Prev : DISMISS

LOVE STORY

.

“kau..”

“tidak akan pernah bisa bersamaku, tak akan pernah bisa Kim jongin ..”

.

.

Tetes embun di pagi hari yang wajarnya menyejukkan hati dan mendamaikan pikiran. Merefresh pernafasan yang telah penuh sesak dengan udara permasalahan tempo hari dengan udara pagi yang menyegarkan. Oksigen dalam otak bertambah, senyuman pada bibir terpaksa untuk merekah miris dengan bantuan otot rahang yang mencoba meregang setelah jantung terpacu kuat beberapa hari belakangan ini.

Lalu lalang manusia dengan sejuta perhatian yang hanya di tujukan pada dunia mereka masing – masing, semakin menyadarkan hyeri jika tak ada yang benar – benar peduli padanya selain orang yang menampungnya hingga pukul 12 semalam berganti. Melepaskan semuanya dan membiarkan hatinya lari dengan luka yang ternganga selebar jengakalan kaki kuda. Terasa perih menyayat menyakitkan, seolah menghapus ingatan dalam otaknya tentang bagaimana cara bernafas yang benar.

Tetapi, dia hanya parasite yang menggantung pada inang. Bahkan dia merasa jika inangnya tak lagi menguntungkannya tetapi hanya membuat parasite terluka. Bayangan mutualisme yang selalu ada dalam bunga tidurnya tak akan menjadi kenyataan yang indah.

Hidup tak seindah drama karangan sutradara

Kyungsoo telah memukul telak untuk hyeri yang selalu memimpikan cerita bak negeri dongeng. Kata – kata menenangkan dan kiasan manis tentang cinta yang terlontar dari bibir kyungsoo sangat melelapkan hyeri dalam indahya hayalan ketika mereka hidup bersama. Menidurkan kenyataan pahit yang pada dasarnya tidak akan semudah itu.

Entah berapa lagi yang bisa mengukur tingkat kemunafikan hatinya untuk mengatakan jika dia tak lagi mencintai kyungsoo. Ketika bulannya tenggelam dan tak akan memantulkan sinar lagi maka matahari itu akan terbit menyombongkan dirinya dengan sejuta bantuan yang menggiurkan, itu yang kyungsoo lakukan. Joonmyeon tidak lagi bisa menggenggam tangannya dan dia melepaskan genggamannya pada kyungsoo, mataharinya. Bulan hyeri dengan terang – terangan menitipkannya pada matahari yang panas. Berjuta keuntungan dan manfaat namun seketika menyeramkan. Radiasi itu kuat, hingga mampu mengelupaskan seonggok daging yang hyeri miliki yaitu hati.

Seperti permainan tarik ulur yang di bumbui dengan tawa canda yang menyenangkan ketika di mainkan bersama. Jika pada keadaan ini, apa hati seelastis itu ?? apa perasaannya bisa sepanjang itu ?? dan apa tubuhnya mampu menahan energy sekuat itu ??

Cukup dengan kenyataan bahwa dia tak lagi bisa memiliki hati kyungsoo namun tidak dengan raganya. Rasa ragu – ragu yang sangat besar dan ketidak pastian yang dia rasakan hanya membuatnya semakin ingin mengakhiri kerja jantung yang telah terlalu lelah untuk melakukan aktifitas yang hanya menyakiti otaknya.

Tidak ada lagi selain joonri alasannya untuk hidup. Hanya buah hatinya bersama joonmyeon yang membuatnya kuat dan berani untuk membiarkan nadinya masih berdenyut nyeri. Denyut yang semakin menyakitkan ketika pusara di depannya ini seolah tersenyum mencoba menenangkan dan meminta maaf telah memberikan amanat untuk datang pada matahari yang panas.

“maaf aku tak bisa menjalankan pesanmu ..” rintih hyeri parau.

Tanganya merasakan suhu yang kontras, begitu dingin menusuk hingga saraf perasa paling dasar. Ingin sekali mulut hyeri mengumpat keras dengan sejuta sakit dalam hatinya. Menunjukkan pada joonmyeon jika dia sedang tak baik. Mengatakan jika selama ini apa yang ada di pikiran joonmyeon adalah salah, salah besar.

Kembali satu kenyataan yang menampar keras hyeri, mungkinkah ini balasannya ??

Balasan karena menyimpan perasaan kepada lelaki lain ketika dia sudah di peristri secara sah dan di hidupi secara layak ??

Air matanya tak bisa lagi terbendung. Semua keluar bagai banjir bandang yang tak dapat di batasi. Bercampur dengan darah luka hatinya yang begitu pekat menyakitkan.

Penyesalan selalu menghantui ketika semua telah usai.

Hyeri mendongak merasakan setetes air menjatuhi pipinya lembut. Mendung di langit seolah menggambarkan hatinya yang juga tengah menahan hujan yang sudah bergejolak berhari – hari yang lalu. Sejak dia mengetahui kenyataan jika kyungsoo akan segera menikah. Itu seolah mematrikan dirinya tak lebih dari wanita hiburan. Lalu bagaimana kini tampangnya di mata tuan dan nyonya Do ?

“wanitamu ini tak lebih dari jalang..” kekeh hyeri pedih.

Menangis di bawah guyuran serangan air. Manyamarkan kesedihan yang bergulir bersama air yang bercampur dengan lembabnya tanah berlumpur. Menjadikan janji dalam diri hyeri, jika tak akan ada kesedihan setelah dia meninggalkan peristirahatan joonmyeon untuk selamanya.

OOO

Byun baekhyun tak pernah melakukan ini sebelumnya. Menatap vas dengan bunga plastic tak berbau di hadapannya dengan intens tanpa berkedip. Tangannya tak berhenti memutar bolpoin, mata yang biasa memancarkan kelembutan kini yang ada hanya tatapan penuh pertanyaan. Pertanyaan yang menghantui pikirannya semenjak dia tak lagi menyandang status duda. Dengan kata lain semenjak dia menikah dengan lee ra.

Apa hubungan istrinya itu dengan atasannya ??

Baekhyun tak cukup bodoh untuk tidak menyadari gelagat mencurigakan yang ditunjukan oleh istrinya. Bahkan dengan atasannya sekalipun. Kyungsoo tak begitu pandai menyembunyikan ke khawatiran di matanya, ketika baekhyun izin untuk pulang cepat di karenakan lee ra sakit mendadak. Semua itu berputar seperti bianglala di pikiran baekhyun.

Sampai sebuah telefon membuyarkan atensi nya pada vas biru tua di sudut meja.

“ Ne sajangnim ..”

“..”

“Shin Hyeri ?? “

“..”

“nee,..nee saya akan mencari ke apartemen tersebut. “

“..”

“nee sajangnim..”

Sambungan terputus sepihak, terdengar sedikit suara bantingan di sana membuat baekhyun reflek bergumam heran. Suara kering yang dia dengar dari sambungan tadi pun tak luput dari keheranan yang ditujukan pada orang yang sedari tadi berlarian di dalam pikirannya, do kyungsoo. Sekalipun dia adalah orang kepercayaan kyungsoo, baekhyun tak pernah menaruh rasa keingintahuan latar belakang dari atasannya itu. dia bukanlah orang yang akan mencampuri permasalahan orang lain, tidak sebelum kecurigaannya kali ini.

Sedikit meregangkan otot akibat duduk terlalu lama, baekhyun menyampirkan jas kerjanya ke siku dan sedikit merapikan kemeja abu yang dia kenakan. Menatap pantulan dirinya di lemari kaca yang sedikit merefleksikan keadaann dirinya, tidak buruk. Dengan langkah mantap, baekhyun meningalkan ruangannya dan menuju ke apartemen yang dimaksud oleh kyungsoo.

Menjalankan perintah dengan sedikit terbesit keinginan untuk menjawab rasa keingintahuan yang ada dalam dirinya.

‘semoga shin hyeri bisa membantu ..’

OOO

“hai adikku sayang ..”

Gadis manis yang sedari tadi sibuk bersolek di depan cermin oval setengah badan itu tersenyum lebar ketika sebuah suara mengenterupis kegiatannya. Matanya memancarkan kebahagiaan yang tak bisa di pungkiri lagi, tak halnya dengan lelaki yang menyapanya. Kim jongin, dia juga tersenyum lebar dengan kedua tangan memegang sebuah tas karton dan sekotak coklat berkardus merah muda.

“aku tahu kau sangat bahagia..” jongin bersuara lembut di sebelah telinga yoojung dengan senyuman yang tak surut sama sekali. “aku sangat suka aroma mu nak .. “ jongin mengusak kecil kepala yoojung dan dia mengambil posisi duduk di sebuah sofa yang tak jauh dari cermin. Matanya menatap penuh kebahagiaan kea rah adiknya yang tengah sibuk mengoleskan lipstick merah muda terang, sama seperti warna kamar dimana dia berada sekarang.

“oppa, apa kyungsoo oppa akan datang ?? “ suara yoojung membuyarkan lamunan jongin yang mengagumi kecantikan yang terpancar dari kebahagiaan adiknya. Mendadak senyuman jongin menyurut. Kaki yang semula dia silangkan, kini turun perlahan menjadi tumpuan kedua sikunya dan menatap yoojung cukup serius.

“apa kau begitu menyukainya ?? “ Tanya jongin dingin, berbeda jauh dengan sapaan lembut sesaat dia menghampiri yoojung di kamarnya. “iya, aku sangat menyukainya ..sangat – sangat menyukainya.” jawab yoojung mantap.

“tck..menjijikan.” Ucap jongin remeh.

Berbeda dengan ucapannya tangan jongin terkepal kuat hingga buku – buku jarinya memutih ketika dia melihat seriangaian tipis dari pantulan cermin di depan yoojung, senyuman itu mengejeknya. Yoojung menyiksanya, yoojung meremehkannya, dia tak mau kalah dari yoojung, dan yang pasti dia tak ingin mendengar nama lelaki lain selain dia yang di cucapkan oleh yoojung.

“aku hanya berkata jujur apa itu salah .. “ yoojung membalikkan badannya menatap jongin penuh hina. “sampai kapan kau akan menyimpan itu, jongin oppa. “ seriangaian mengejek yang sedari tadi jongin lihat kini semakin jelas karena yoojung sudah berada tepat di hadapannya. “kau..” yoojung dengan penuh penekanan menekan sisi kiri tubuh jongin dengan telunjukknya, tepat dimana jantung jongin bersarang dan berdetak tak karuan sekarang. “tidak akan pernah bisa bersamaku, tak akan pernah bisa Kim jongin ..”

Yoojung kembali menegakkan badannya dan pergi meninggalkan jongin yang masih setia membeku di atas ranjang queen size yoojung. Mengutuk kesalahannya sendiri yang memiliki perasaan terkutuk yang membuatnya tak pernah bisa berbikir jernih. Hanya meninggalkan luka membekas yang menyakitkan untuknya, karena dia tahu perasaannya tak pernah terbalaskan. Tak akan pernah.

OOO

Kantung mata menghitam, cekungan di bawah mata itu seolah dapat di jadikan danau yang digunakan untuk itik berendam. Pipinya menirus kurang istirahat dan tubuhnya mengurus. Gambaran mengerikan seorang do kyungsoo. Lelaki yang awalnya hanya bekerja di sebuah pusat perbelanjaan yang menjadi kasir favorite pelanggan karena senyuman yang manis dan ramah, kini menjadi direktur  sebuah perusahaan ternama.

Bahkan jika mengingat itu, kyungsoo tak harus membanting tulang untuk membangun perusahaan dari nol. Dia hanya menjadi penerus dan itu pun hanya memantau, tanpa melakukan pekerjaan berarti.

Sejak saat itu pula hidupnya berubah. Makanan, tempat tinggal, pakaian, dan orang – orang di sekitarnya. Jika boleh memilih, dia memilih melakoni hidup sederhana dengan serba kekurangan yang harus dia tutupi. Tidak dengan hidup bergelimang harta namun tak ada satupun alasan yang membuat dia bahagia.

Meski hyeri menikah dengan joonmyeon, setidaknya dia memiliki lee ra.

Lalu kini apa yang dia miliki ??

Lee ra telah menikah dengan orang kepercayaannya di perusahaan, byun baekhyun. Sedangkan hyeri ?? kyungsoo sudah tak tau lagi dimana wanita itu pergi bersama malaikat kecilnya. Hanya satu yang ada dalam pikirannya ketika hyeri pergi, yaitu apartemen tempat mereka tinggal di masa lalu.

Secepat keceatan cahaya, kyungsoo menyambar  ponsel yang tengah terdiam di nakas tempat tidurnya.  Ada beberapa panggilan tak terjawab dan beberapa pesan masuk dari ayahnya. Namun bukan itu tujuan kyungsoo membuka ponsel, hanya untuk menghubungi baekhyun. Karena dia percaya jika bekhyun bisa membantunya.

“bisa kau pergi ke apartemen di daerah xxx dan cari wanita bernama shin hyeri ..” sisa semangat kyungsoo megucapkan nama wanita itu keluar, di tengah keringnya tenggorokan yang sama sekali tak disentuh oleh air mineral.

“..”

“ya, dia bersama anak kecil bernama kim joonri. Kau tidak harus menemuinya, hanya pastikan dia ada di apartemen tersebut.. “ seru kyungsoo tak kalah bersemangat.

“..”

“jika sudah ada kabar, segera berikan padaku ..”

Sambungan telefon terputus sepihak oleh kyungsoo, tanpa adanya jawaban terakhir dari baekhyun yang terdengar olehnya. Dia seperti orang kesetanan yang bahagia ketika mengucapkan nama hyeri, tetapi ketakutan tak terfikir sebelumnya.

Bagaimana jika hyeri tidak disana ??

Bagaimana jika baekhyun tidak menemukan hyeri dan joonri di apartemen tersebut ??

Bagaimana jika hyeri benar – benar pergi dari kehidupannya ??

Kyungsoo menggeleng keras, badannya terperosot jatuh di lantai sedang punggungnya bersandar pada tembok tak berdosa yang dia bentur – benturkan dengan punggung ringkihnya. Matanya menatap kosong ponsel berlayar gelap hitam, mati. Jantungnya berdegup keras, bulu kudung sekitar tengkuknya merinding ketakutan.

Tidak pernah berpikir jika akan sejauh ini.

Dia mencintai hyeri dan hyeri mencintainya. Kyungsoo selalu berfikir jika hyeri akan selalu lemah dengan perasaannya. Tetapi dia salah, hyeri tidak selemah itu. alarm dalam otaknya mulai berbunyi. Jangankan untuk meninggalkannya, hyeri bahkan sudah merelakan perasaannya dan menikah bersama joonmyeon. Harusnya kyungsoo belajar dari kesalahan itu.

Tetapi nasi sudah menjadi bubur, hyeri sudah pergi dan tak ada kabar lagi. Kini kyungsoo hanya mampu meratapi betapa bodohnya dia dan lemahnya pemikiran dia selama ini.

Sampai sebuah telepon masuk dari ayahnya.

“nee appa ..”

“..”

“nee arraseo ..”

“..”

“nee ..”

PIP

BRAK !!

Ponsel tek berbentuk setelah terbentur ujung nakas tempat tidur, tergeletak tak bersalah. Rambut tak berdosa pun menjadi sasaran kemarahan kyungsoo. Ayahnya memintanya untuk datang malam ini dan jika bukan karena Kim sialan itu, siapa lagi ??

Seketika raut muram kyungsoo berubah menjadi sebuah seringaian jahat. Senyuman licik bak pshyco yang menyeramkan terlukis di bibir yang biasa tersenyum ramah, kyungsoo benar – benar kehilangan akal sehatnya.

‘kita lihat sejauh mana mereka akan bermain denganku ..’

OOO

YAHAAAAA … hehe

gimana chap ini ?? ancur kan ?? makin nggak berarah kan ??

kalo iya, iyaa ajaa 😀

disini aku mau tanya ke reader yang masih mau baca cerita ini ..

ini cerita mau di lanjut, apa di udahin aja ??

soalnya jujur aja, aku udah agak susah dapet feel di cerita ini dan alhasil bahasanya agak mbulet dan membingungkan.

alur juga mulai nggak jelas dan ceritanya makin beranak pinak kek sintron sampek season 10 #abaikanyangini.

intinya itu aja sih, kalo ada yang masih mau lanjut aku lanjutin tetapi jangan menyesali ending yang akan aku buat ya 😀

aku lama gak update tapi ngemengnya seabrek 😀

apapun itu RCL guys 🙂

dan makasih buaat yang mau baca dan review di part sebelumnyaa

phay phay

pyeong

Regards

ChalilaCha

Advertisements

Author:

just for fun

16 thoughts on “[Series] Life Story – Gone

  1. lanjut aja kak. ada feelnya kok. 🙂 Itu Kyungsoo jdi gila di tinggal hyeri -_- Greget liat mereka. kpn cba bersatuny? 😀

    Oh, ya. Kak Chalilacha, bahasa kk udh bgus. tpi, kurang rapi. Terutama tanda (?) yg lebih. trus penulisan nama seharusnya diawali huruf besar, con: Do kyungsoo, kan yg bnr itu Do Kyungsoo. Trus elipsis yg kurang. Hoho~

    semangat ya, kak Chalilacha

  2. Seru banget nih Ff. Tapi sayangnya postnya lama banget 😀 hehehehe
    Mau lanjut ajah thor. Masa diudahin dan ngegantung kaya gini. Tapi postnya kalo bisa jangan lama lama hehehehe 😀 jadi biar gak lupa sama cerita sebelumnya 🙂
    Jadi Jongin suka sama adiknya?? Eh YooJung adik Jongin kan??
    Pantes omongan Kai kaya gitu banget ke D.O hehehehe 😀
    Hyeri, sebenernya dari awal aku lebih suka D.O sama Lee Ra bukan Hyeri. Tapi apa daya hati D.O selalu berada di Hyeri. Lagi juga LeeRa sekarang udah punya Baekhyun. Mau di kemanaim Baekhyunnya 🙂
    Terus sekarang D.O mau di jodohin sama Yoojung makin menderita ajah tuh anak. udah kehilangan Hyeri sama Lee Ra dan sekarang mau di jodohin sama orang yang gal dia cinta.
    Udahlah Soo kau sama aku ajah. Terima banget gw mah walaupun kau sudah pernah tidur sama Hyeri 😀
    hehehe 😀
    *Akunya terima tapi Kyungsoonnya yang gak terima hahahahahahahahahaha
    Mian komennya kepanjangan *bungkuk 90 derajat
    Semangat author nulisnya 😀 karena aku akan selalu menunggu karyamu hehehehe

    1. baekhyun sama aku aja yaa 😀 boleh kan, apa dio juga sama aku aja #authormaruk 😀
      ini aku libur panjang, aku usahain post lebih cepat okay.
      makasih ya buat reviewnyaa 🙂

  3. saya jg tetep dukung ne series,,harus lanjut,,dan yg pasti musti ada ending nya,,kapanpun itu,, swerrr krasa banget gmb sakitnya hyeri,,ma sikap kyungsoo yg labil/ ga punya pendirian… greget greget pengen jitak tu kyungsoo,,
    – ga sanka jongin beneran suka ma adiknya yooujung… — pada stress ya,,,,

Your Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s