Posted in Author Tetap, Comedy, D.O FF Indonesia, Drama, Multichapter, PG-15, Romance, School Life, Shuu

Caramelo pt. 3

Carameloo

Caramelo

CAST: Do Kyungsoo, Kwon Chaerin | SUPPORTED: Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Kang Seulgi and others | RATING: PG-15 | GENRE: Romance, School life | LENGTH: Chaptered | Fiction , OC and the plot is mine . The other characters belong to God , their company, and their families . Enjoy your spare time by reading this story. Leave a comment at the end of the story and don’t plagiarize, dude. Thank you!

Teaser: Pt. 1Pt. 2

Part: 1 2

Shuu’s Present this story

More closer with punishment

Dengan santainya gadis itu berjalan. Masih dengan gaya yang biasanya, tetapi kali ini ia hanya memakai kaos putih dengan kemeja yang tak terkancing. Ia menyampirkan almamaternya di pundaknya dengan tenang. Sesekali ia mengecap, kerena ia sedang mengunyah permen karet rasa stroberi.

Sampai di gerbang, dia dicegat oleh sekumpulan anggota OSIS. “Permisi, kau harusnya memakai seragammu dengan benar.” Kata lelaki itu, sedangkan yang lain berada sedikit di belakangnya sambil menatap Chaerin penuh dengan rasa tidak suka.

“Apa jika memakai seragam dengan benar nilaiku akan semakin bagus?” kata Chaerin sambil mengangkat sebelah alisnya.

“Tetapi itu sudah peraturan,” kata yang lain sambil melipat tangannya di depan dada.

“Iyakah? Kuno sekali filososi seperti itu. semua peraturan tentang seragam atau cara berpenampilan itu tidak akan membuat siswa menjadi lebih baik dalam aspek akademik maupun non akademik.” Kata Chaerin mamandang anggota OSIS itu satu persatu.

Grep…, seseorang telah mengambil sumpit yang Chaerin pakai di rambutnya. Membuat rambut bergelombang dan kecokelatan itu terurai. Chaerin langsung memutar kepalanya beberapa derajat untuk mengetahui siapa pelakunya.

Annyeong,” kata lelaki yang kemarin berambut platinum tetapi sekarang ia berganti warna rambutnya menjadi coklat. Disebelahnya berdiri seorang lelaki dengan tinggi tak setara dengan lelaki berambut kecoklatan itu. ia tersenyum kapada Chaerin, membuat Chaerin mendesah kasar.

“Chanyeol dan Baekhyun sunbae?” kata Chaerin keheranan.

“Heh para anggota OSIS, kalian berikan hukuman itu pada si tengil Kyungsoo saja. Kita mempunyai urusan yang penting dengan orang ini.” Kata Chanyeol kepada anggota OSIS yang tengah berjejer rapi.

“Kembalikan sumpitku!” gertak Chaerin kepada Chanyeol. Sepertinya tidak ada satupun dari mereka yang memperhatikan Chaerin. Chanyeol malah mengangkat tangannya tinggi-tinggi.

“Awas kalian jika menganggu Chaerin lagi. Gigi kalian bisa kurontokan.” Kata Baekhyun. Kemudian Chanyeol mengalungkan tangannya ke pundak Chaerin dan menyeret gadis itu berjalan.

Sedangkan Baekhyun berjalan di sebelah Chaerin sambil menertawai Chaerin yang wajahnya memerah karena tidak mendapatkan pasukan oksigen karena tangan Chanyeol yang berat sedang bertengger di pundaknya.

“Kau lebih cantik jika rambutmu di urai.” Kata Chanyeol sambil tersenyum lebar yang membuat Chaerin bergidik ngeri.

“Kembalikan sumpitku! Kau punya telinga tidak?” kata Chaein yang sudah naik pitam.

“Aku suka caramu berbicara.” Kata Baekhyun sambil tersenyum.

“Kau bergabung dengan Caramelo kan?” tanya Chanyeol.

“Tidak mau.” Kata Chaerin lalu melipat kedua tangannya di dada kemudian melanjutkan mengunyah permen karetnya.

“Harus!” kata Chanyeol dan Baekhyun serempak.

“Mwo!?!” kata Chaerin.

“Baiklah itu kuanggap sebagai jawaban ya.” Kata Chanyeol sambil menyerahkan kembali sumpit Chaerin yang awalnya ia rampas.

“Dasar! Hey!” ucap Chaerin. Tetapi kedua lelaki itu keburu meninggalkannya yang sedang merutukki nasibnya yang malang. Chanyeol dan Baekhyun terlihat melambaikan tangannya kepada Chaerin meninggalkan gadis itu mematung. Hidupnya kali ini tak akan tenang sebelumnya, karena akan ada dua makhluk yang menganggunya. Makhluk yang mengaku sebagai fansnya.

Chaerin memasuki kelasnya yang berada di lantai tiga. Kelas di ujung lorong itu terlihat sudah ramai. Semua terkejut saat Chaerin memasuki kelas, tetapi Chaerin tidak merasa begitu. Kalian pasti tahu penyebab mereka terperangah seperti itu, pasti gara-gara luka lebam pada wajah Chaerin, serta plester bergambar hewan yang melekat pada sudut bibirnya.

Aigooo,” hela Jongin yang sedang duduk di pojok sambil melipat tangannya di depan dada. Yang laiannya masih melihat ke arah Chaerin dengan terkejut, sedangkan Seulgi sedang melambai pada Chaerin.

Chaerin membalas lambaian tangan itu dengan sumringah. Tetapi ia tidak peduli dengan Jongin yang sepertinya ingin sekali duduk dengan Chaerin. Chaerin malah menghampiri Seulgi yang duduk di pojok belakang kelas tepatnya di sebelah kiri jauh sekali dengan Jongin yang duduk di seberang dan meminta seorang gadis disebelah Seulgi untuk menempati bangkunya yang bersebelahan dengan Kim Jongin.

Jelas terlihat seklai jika Jongin tidak menyukai itu, ia terlihat langsung meletakkan kepalanya di atas meja sambil merutukki dirinya yang begitu malang.

“Seulgi-ya,” kata Chaerin lalu meletakkan tasnya yang tidak berisi itu di meja.

“Kau tidak membawa buku satupun? Kelihatannya tasmu tidak berisi,” kata Seulgi sambil menunjuk tas Chaerin. Ia lalu duduk.

“Hei, aku bawa satu buah kamus besar. Tetapi yang lain berada di loker.” Kata Chaerin sambil membenarkan kembali rambutnya dan mengikatnya menggunakan sumpit.

“Kau tidak belajar di rumah begitu?” tanya Seulgi mengintimidasi.

“Jangan tanya, maka dari itu aku terus peringkat 5 besar,” kata Chaerin sambil menunjukkan senyumnya yang sumringah. “Dari belakang.” Kali ini ekspresinya berbanding terbalik. “Aku hanya malas membawa buku banyak-banyak. pundakku selalu sakit jika membawa beban yang berlebih.” Katanya lalu memijat bahu kanannya yang selalu sakit.

Seulgi disampingnya berdecak kagum pada Chaerin, ia menunjukkan wajah berbinar seperti melihat idola K-Pop. Seakan-akan ingin menculik Chaerin untuk di awetkan dirumahnya. Chaerin suka Seulgi, tetapi ia sangat tidak suka dengan ketiga teman Seulgi yang lain. Ketiga pria yang menyebalkan menurut Chaerin.

“Ada apa ramai-ramai diluar?” gumam Seulgi sambil mencatat sesuatu di buku.

Mollayo.” Jawab Chaerin setelah mengeluarkan kamus tebal dalam tasnya yang dijadikannya sebagai alas tidur.

Terlihat beberapa atau berpuluh-puluh siswa sedang berdiri berjejer di sekitar kelas Chaerin, beberapa diantara mereka sedang melongok melalui cendela kelasnya.

“Saya mencari Kwon Chaerin,” kata seseorang pria yang Chaerin sangat ingat dengan suaranya. Ia mendengar suara itu dari arah pintu.

Jeoyo?” kata Chaerin menunjuk diri sendiri, tetapi ia belum bisa melihat siapa lelaki itu karena matanya masih buram akibat mengantuk. Ah…., orang itu. Kyungsoo sunbae? Benarkan itu namanya?

“Ya, Anda. Ada yang ingin mencarimu di ruang guru.” Kata Kyungsoo. Matanya menyiratkan bahwa Chaerin harus segera menghadapnya sekarang juga atau ia kaan mendapat masalah besar.

Dengan bersikap biasa Chaerin menghampiri Kyungsoo yang sedang menyandarkan badannya pada tembok. Ia menunjukkan senyum lebarnya kepada lelaki itu kemudian menyapanya, “Annyeong sunbae,” kata Chaerin berusaha untuk ceria.

Siswa-siswa masih melihat mereka dengan tatapan yang bertanya-tanya. Sedangkan Kai mengintip dari balik jendela tentang apa yang sedang dibicarakan Chaerin dan Kyungsoo. “Ikut saya,” kata Kyungsoo lalu berjalan meninggalkan Chaerin. Entah kenapa gerumbulan siswa-siswa itu langsung terbelah menjadi dua ketika Kyungsoo berjalan.

Saat itu juga terdengarlah bel tanda masuk beberapa kali. Membuat gerombolan siswa dari kelas satu sampai tiga itu lari ke asal mereka semula. “Siapa yang mecariku?” tanya Chaerin yan beberapa meter di belakang Kyungsoo.

“Lee seonsaengnim. Anda dipanggil karena kejadian kemarin.” Kata Kyungsoo lalu memasukkan tanannya kecelana sambil terus berjalan.

“Ohhh…., hukumannya apa ya?” kata Chaerin seolah hukuman itu adalah sebuah tiket gratis ke disneyland.

“Mungkin Anda akan di skors.” Kata Kyungsoo lagi.

“Oh boleh juga.” Kata Chaerin sambil memandang setiap koridor yang sepi. Kyungsoo terlihat menghentikan langkahnya kemudian memutar kepalanya kepada Chaerin. Tatapannya tajam dan alisnya terlihat bertaut. “Ada apa?” tanya Chaerin yan barusan terasa jika ia dipandangi.

“Anda bilang Oh?” tanya Kyunsoo tidak percaya.

“Lalu aku harus bereaksi apa?” tanya Chaaerin dengan wajahnya yang datar.

Di ruang guru tampaklah seorang pria berkumis tipis, berperut buncit, serta berkepala botak tengah yang sedang duduk sambil sesekali membolak-balikkan koran ditagannya. Ia sesekali membenarkan kacamatanya yang melorot. Dihadapannya terlihat dua orang siswa yan Chaerin pukul kemarin. Ketua gengnya terlihat memaki penyanga leher, sedangkan anak buahnya dipenuhi bekas luka yang mngering.

Tokkk…tokkk….

Kyungsoo mengetuk pintu kemudian menatap Chaerin untuk masuk bersamanya. “Duduklah kalian,” kata Lee Seonsangenim. Kyungsoo saat itu juga langsung duduk di sebelah kedua anak berandal itu dan Chaerin duduk paling ujung.

“Pak, Anda harus menghukum Kwon Chaerin serta si Ketua OSIS itu.” kata berandalan itu. Chaerin yang duduk paling ujung mendecih kasar.

“Hey tutup mulut kotormu.” Kata Chaerin sambil melotot.

“Sudah kalian diam.” Kata Lee Seongsangnim. “Sebenarnya apa yang terjadi? Ceritakan padaku Do Kyungsoo,” katanya sambil melihat mereka satu persatu dengan tataapan berbahaya.

“Sebenarnya saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, Saem.” Kata Kyungsoo. “Saya mendengar suara berisik di gudan belakang saat pengecekan area sekolah. Hari sudah mulai sore pada waktu itu, saat saya datang, saya melihat Kwon Chaerin sedang berkelahi dengan kedua pemuda ini.”

“Bukannya kau juga ikut berkelahi denganku, sunbae?” tanya Chaerin tidak terima.

“Saya melakukannya karena melihat Anda terpukul. Lagipula, saya bukan berkelahi tapi menghindar.” Kata Kyungsoo sambil menatap Chaerin.

“Mereka memukul kami, saem. Sampai leher saya patah seperti ini.” Kata berandalan satunya lagi.

“Hei, tutup mulutmu. Bangsat!” umpat Kwon Chaerin, matanya hampir melotot. Tangan telunjuknya menunjuk kedua berandalan itu dengan penuh penekanan. Kyungsoo memandang Chaerin dengan mata yang membulat sempurna. Ia berkata dalam hati bahwa Chaerin sangat urakan.

Brakkk…. Lee seongsaengnim mengebrak meja dengan wajah yang merah padam. “Jaga bicaramu Kwon Chaerin!” katanya.

“Tapi, saya punya alasan untuk berbuat seperti itu, Pak! Aku sedang menolong seorang siswa yang sedang di bully mereka. aku masih ingat betul wajahnya. Tanyakan saja pada si Ketua OSIS. Klau bisa siswa yan mereka bully datankan saja kesini.” Kata Chaerin.

“Apa betul Do Kyungsoo?” tanya Lee seongsaennim.

Ne. Saya melihat korban bully itu, tetapi saya tidak melihat kejadian pembully-an saat datang. Tapi Anda harus memanggil siswa itu kesini sebagai saksi.” Kata Kyungsoo yang kali ini bijaksana.

“Chaerin kau seharusnya banyak-banyak berlatih untuk turnamen yang akan datang bukannya berkelahi seperti ini. Bagaimanapun alasannya berkelahi tetaplah berkelahi. Kau terancam skors 7 hari. Dan kalian berdua jika ketahuan terlibat dalam pembullyan kalian berdua terancam dikeluarkan dari sekolah. Ingat kalian berdua Kwon Chaerin dan Do Kyungsoo, kalian adalah murid berprestasi di sekolah tak mungkin sekolah akan melepaskan kalian. Apalagi kau Do Kyungsoo kau adalah Ketua OSIS, jangan sampai namamu tercoreng. Dan juga kau Kwon Chaerin kau sudah banyak melanggar aturan jaga sikapmu. Nilaimu selalu di bawah, kau tidak bisa hanya menggantungkan harapan pada renang dan tenis saja. ” Kata Lee seonsaengnim. “Kyungsoo aku tidak memberimu sanksi karena sebentar lagi sekolah membutuhkanmu untuk festival musim semi. Dan kau mengaku bahwa kau melerai ‘kan?”

Chaerin menghela nafasnya, ada perasaan lega. Kyungsoo memandang Chaerin sesaat sebelum akhirnya memandang kedua berandalan itu bergantian.

Charein memasuki kelasnya yang tampak sepi tidak ada suara. Ia melihat bahwa Jang Seonsaengnim sedang mengjar di depan. Guru bahasa Inggris nan cantik itu dan rambut sepunggun itu mengjarkan dengan serius. Chaerin lalu menetuk pintu dan dipersilahkan masuk olehnya.

Jeoseonghamnida, Saem saya baru ada urusan dengan Lee Seonsaengnim.” Kata Chaerin dengan sopan. Entah kenapa dengan guru ini ia sangat patuh dan tidak berani berbuat aneh-aneh dihadapannya.

“Saya denar dari Lee Seongsaengnim, kamu berkelahi dengan dua anak laki-laki dari kelas 3 di udang belakan sekolah ya?’ katanya kepada Chaerin.

Ne.” Jawabnya singkat.

“Kau itu, sudah banyak membuat onar Kwon. Kau ini perempuan, bersikaplah seperti perempuan. Memakai seragam tidak benar. Kau ini niat sekolah tidak? Setiap mata pelajaran tidak bagus. Nilai selalu merah, mata pelajaran saya saja kamu yang bagus. Kau tidak bisa mengantungkan hidupmu pada non akademik saja.” kata Jang seonsaengnim ketus. “Ya sudah duduk sana.” Katanya.

Chaerin lalu kembali duduk di sebelah Seulgi. Seluruh murid memandaninya sampai duduk di bangkunya. Seulgi menepuk pundak temannya ini. Ia sangat tahu jika perkataan Jang seonnsaennim sanagt pedas untuk Chaerin. Ia adalah fans sejati Chaerin, jadi ia tahu apa yang Chaerin tidak suka apa yang Chaerin suka.

“Apa kata Lee seongsaengniim?’ tanya Seulgi.

“Aku akan di skors 7 hari.” Kata Chaerin murung. Bukan karena hukumannya, tetapi perkataan Jang seonsaengnim yang kasar terhadapnya.

Saat istirahat, Chaerin membuka lokernya yang kuncinya sudah hilan entah kemana itu. saat ia membuka loker tersebut, beberapa bungkus cokelat dan buna mawar serta benda-benda manis lainnya berjatuhan. Membuatnya mengerutkan kening, jengah. Ia menghembuskan nfas sebelum pada akhirnya meraup barang-barang itu sesuai tangannya.

“Chaerin!” teriak Seulgi.

Wae? Minggir aku mau membuang barang-barang ini!” kata Chaerin.

“Eyyyy…, mubazir sekali. Lebih baik kau membawanya ke Caramelo.” Kata Seulgi sambil membantu membawa bberapa coklat di tangannya, kemudian meemasukkannya ke dalam kantong plastik besar.

“Terserah kau mau apakan.” Kata Chaerin sambil memutar mata kemudian memindahkan seluruh cokelatnya kedalam kantong plastik besar ini.

“Astaga, Chaerin…. lihatlah bunga-bunga mawar itu sudah menering dan membusuk.” Kata Seulgi sambil memegang jijik salah satu buna yan sudah berubah warna menjadi kecokelatan itu dengan ibu jari dan jari telunjuknya.

“Yaikssss….., itu buanglah kesini.” Kata Chaerin sambil membuka kantong plastik lainnya. Kemudian Seulgi memasukkan mawar kering itu ke dalam kantong plastik.

Chaerin dengan berbaring di sofa depan TV ruangan Caramelo. Ia sebenarnya tidak ingin ikut kesini, tetapi karena paksaan dari Seulgi ia akhirnya tak enak hati kemudian menyetujuinya. Ia terlihat menunyah cokelat yang habis ia panen dari lokernya. Satu kantong kresek berisi bunga sudah Seulgi buang tadi.

Kruyukkkk…..

Perut Chaerin berbunyi nyaring, membuat Seulgi yang sedang membaca manga dibawahnya menengok ke arah Chaerin, ia hanya tersenyum malu. Kemudian Chaerin terlihat menggaruk rambutnya yang tak gatal itu.

“Ada ramen tidak?” tanya Chaerin sambil nyengir.

“Chanyeol, Baekhyun! Ada ramen tidak?” teriak Seulgi kepada Chanyeol dan Baekhyun yang sedang bermain poker di pantry dapur bersama Kyungsoo.

“Ada, masih sisa satu.” Kata Baekhyun.

“Ambilah, ada di almari dapur.” Kata Seulgi sambil membaca manga di tangannya. Chaerin lalu berdiri dengan lankah terseok-seok. Chaerin menambilnya dengan mata yang setenah terpejam, ia sangat lelah dengan hari ini. Juga, ia sempat diomeli Kyungsoo saat menjejalkan kulkas mini Caramelo dengan satu kanton plastik cokelat.

Meendadak, ruangan rahasia Caramelo berubah menjadi wangi sesaat karena ada bunga dimana-mana. Itu gara-ara Chaerin atas usulan dari Seulgi. Kata Seulgi daripada dibuang percuma, sebaiknya benda-benda tersebut diletakkan di ruangan Caramelo, setidaknya bisa lebih berguna.

“Yang benar kalau main,” gaduh terdengar saat Chaenyeol mengeluarkan kartunya setelah Baekhyun, kelihatannya Chanyeol akan menang dalam permainan poker ini.

“Diam kau. Ini Cuma permainan bodoh.” Kata Kyungsoo.

Ada suara yang menginterupsi permaianan mereka, “Ya! Kalian, apa tidak ada permainan yan bisa dimainkan? Setidaknya permaianan yang bisa kumainkan”

Seulgi sedikit mengomel jika ia merasa bosan. Ia kemudian bergabung duduk di meja makan yang sebelumnya disulap sebagai meja casino untuk sesaat. Seulgi terlihat menopang dagunya dengan seblah tangan di meja. Sedangkan ia mendapat tatapan menyelidik dari anggota lain.

“Aku lelah,” ucap Chanyeol, kemudian melemparkan kartunya di atas meja.

Sedangkan Chaerin membawa semangkuk ramen instan dengan sumpit yan ia igit ujungnya, ia duduk di seblah Baekhyun. Lalu ia terlihat mengaduk ramennya, membuat asap mengepul.

“Apa tidak ada perayaan untuk bertambahnya angota Caramelo?” kata Seulgi yang kali ini nampak lebih antusias.

“Untuk apa perayaan itu, membuang waktu saja.” kata Kyunsoo yang kemudian disambut pelototan dari Chanyeol, serta koor panjang dari Baekhyun serta Seulgi. Sedankan Chaerin tetap pada aktifitasnya yaitu memakan ramen. Ia terlihat meniup ramen tersebut kemudian memasukkannya ke dalam mulut.

“Daripada kita tak ada kerjaan sepert ini, sebaiknya keluar.” kata Chanyeol.

“Chaerin kau mau kemana?” tanya Baekhyun kepada Chaerin, kemudian Baekhyun terlihat meminum soda yang terletak di atas meja.

“Tempat yan belum kau kunjungi mungkin.” Kata Chanyeol kemudian. Seulgi yan duduk diseblahnya terlihat tantusias denan pembicaraan ini.

“Serius?” kata Chaerin yang mulutnya dipenuhi ramen.

Geuromyeo.” Kata Baekhyun.

Bar.” Kata Chaerin lalu menyelesaikan aktifitasnya. Semua orang disana terbelalak kaget, Baekhyun sampai sampai tersedak soda yan baru saja ditelannya. Sedankan Chanyeol dan Seulgi serempak kaget dengan berkata Mwo. Kyungsoo membelalak sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Wae? Kata Chanyeol subae tempat yang belum pernah ku kunjungi. Tempat itu bar. Night Club juga boleh.” kata Chaerin, setelah menghabiskan ramennya dalam waktu kurang dari tiga menit. Ia kemudian mendoron mangkuk ramenya agak jauh dari jangkauannya. Terlihat ia menopangkan kepalanya dengan sebelah tangan sambil menampakkan senyum polosnya.

“Di ikir-pikir boleh juga.” Kata Baekhyun.

Kali ini Chanyeol yan berbicara, “Cara masuknya bagaimana? Kita mempunyai id card, tetapi umur kita belum cukup bodoh.” Kata Chanyeol kepada Baekhyun.

“Jangan gila kalian! Jika sampai ada yang tahu kita ke bar, tamatlah hidup kita. Bisa-bisa kita di keluarkan dari sekolah.” Kata Kyunsoo si Ketua OSIS menyampaikan hipotesa-nya.

“Ku dengar si Sehun dari kelas 1-4 pemilik SSL Club.” Kata Seulgi berusaha memberi solusi. “Lagipula, kegitan di luar sekolah sudah bukan tangun jawab dari pihak sekolah.” Tambahnya sambil menatap Kyungsoo.

“Pikirkan baik-baik sebelum melakukannya.” Kata Kyungsoo.

“SSL Club? Aku pernah mendengarnya.” Kata Chaerin sambil mengaruk tengkuknya.

“Itu kependekan dari Seoul Sky Lounge Club. Itu adalah sebuah Night Club berbasis Internasional yang berada di pusat kota. Kudenar fasilitasnya sanat bagus.” Kata Chanyeol. Chaerin terlihat menangguk-angguk mengerti.

“Dan kita juga bisa melihat banyak gadis bule disana! WAW!” kata Baekhyun menerlin genit. Kyunsoo meminum jus jeruknya sambil mengeleng.

“Bukannya kau lumayan dekat dengan Sehun? Minta saja free pass kepadanya.” Kata Kyungsoo yang masih bersikap acuh tak acuh.

“Gotcha! Sekarang kau setuju dengan rencana kita Tuan Do?” kata Chanyeol sambil tersenyum nakal kepada Kyungsoo. Semua yang duduk dimea tertawa, kecuali Kyungsoo yan memegang kepalanya sambil mendesah.

“Aku membuat kesalahan hari ini. Kenapa aku keceplosan?” Katanya sambil menunjukkan wajah datar yang dingin, kemudian disambut tertawa lebar dari Chaerin, Baekhyun, Chanyeol dan Seulgi.

Malam menjadi lebih berwarna bersamaan denan rencana mereka untuk pergi ke Night Club. Mungkin rencana ini akan menjadikan pelajaran bagi seluruh anggota Caramelo. Diskusi masih berlangsung, tetapi diselingi tawa yang renyah dari seluruh anggota Caramelo. Hari ini Chaerin mendapatkan teman baru yang sebelumnya tak pernah benar-benar ia miliki. Hari ini juga, Chaerin menetahui jika Seulgi mempunyai sertifikat Kick Boxing. Malam ini lebih berwarna daripada malam-malam yang pernah dilewati Chaerin sebelumnya. Sepertinya ia dapat tidur nyenyak malam ini.

To Be Continue….

Terimakasih sudah mau menunggu cerita ini. Shuu sayang kalian semua❤tapi Shuu lebih sayang Dyororo *canda* *eh* *tapi serius* Ya gitu lah pokoknya. Kalian bisa nongki-nongki cantek bareng Shuu di line, atau mau tanya-tanya, curhat boleh, Shuu nggak gigit kok wkwkkwwk id line: almyrabebe atau kalian bisa follow twitter Shuu, twitternya masih baru, anget-anget belum terjamah sama sekali. Kalo kalian nge-follow pasti Shuu follback:)  Makasih Shuu tunggu komentarnya!

Advertisements

Author:

Sedang tidak produktif, karena ide yang saya pesan di OLX dan dikirim melalui JNE lagi nyasar entah kemana

27 thoughts on “Caramelo pt. 3

  1. Jatuh cinta sama peran kwon chaerin, dia pemberani :D, Kyungsoo sifat mu itu membuat hati ku berdebar debar 😀 , caramelo semangat buat rencana nya 😀
    Next chapter di tunggu secepatnya 😀

    1. Ciye… yang suka ama Chaerin wkwkwkwk…. kak melly ini ndukung mereka buat nakal ya… ok makasih udah baca dan komentar!

  2. Kalo ketauan gimana tuh? Nasib ketua OSIS tercintahh ,, kyungsoo I love you sooooooo nuuuuuuuccchhhh

  3. Kalian ya mau menikmati masa muda:’) (red: Berbuat kenakalan)
    Padahal ada ketua osis, itu Kyungsoo-nya malah nyantai cuma ngelarang sekali wkwk
    Tapi memang ketua osis pun manusia dan remaja biasa sih ya hahaha

    1. Hahahha… mumpung masih muda. Tobatnya kalo udah tua aja wkwkwk… ketos juga manusia… punya rasa punya hati~ wkwkwk… malasih udah baca dan komentar! ❤

  4. Aish wae wae wae! aku nggak tahu kalo udah update masa ‘-‘ aahh apa ada yang salah dengan diriku? atau ada sesuatu yang eror? mungkin aku yang eror. ah maaf aku baru baca *deep bow*

    Njiirr ChanBaek pemaksaan tingkat akut XD orang belum jawab udah di iya-iya in aja, dengan seenak jidat masukin Chaerin tanpa persetujuan XD
    dan.. oke. mereka bener-bener ke club itu cuma modal nekat sama koneksi orang dalam XD kek nggak ada takutnya gitu :v mana si Kyungsoo korban bully *poor Kyungsoo* XD
    oke, aku mau lanjut ke Pt.4 hihi..
    Nice ^^

    1. Nggak papa kok… gwencanha gwencanha…. /gaya imut/
      Kyungsoo always kena bully dimanapun dan omongannya nggak pernah dipake. ntar ujung-ujungnya mereka pasti nyesel nggak nurutin perkataan Kyungsoo… Makasih udah baca dan komentar!

Your Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s