Posted in ChalilaCha, D.O FF Indonesia, Drama, Family, Genre, Romance, Sad

[ Series ] Life Story – Meet Again

ChalilaCha || Do Kyungsoo , Shin Hyeri , Byun Baekhyun, Hwang Lee Ra, Kim Jong In

|| Romance , Hurt , Frienship , Sad || Series

Pg – 16

TYPO BERTEBARAN ..:D

EYD PERLU PERBAIKAN 😀

Happy Reading

🙂

PREV: CHAOTIC

JJJJ copy

.

.

“Kim Jong In ?? benar ??”

.

 

Keadaan amat sangat hening, bahkan detik – demi detik yang di timbulkan oleh pergerakan jarum jam dinding terasa begitu keras di pendengaran kyungsoo. Kyungsoo tidak percaya, masih melihat hyeri yang tengah membalut tangannya dengan perban di pagi hari. Pikirannya kembali akan pemikirannya semalam, hyeri akan pergi ketika pagi menjelang dan tak akan kembali lagi. Namun kyungsoo masih bisa sedikit menyisakan senyuman, hyeri masih di sini dan masih peduli dengannya.

Malah tengah membalut perban di luka tangannya dengan telaten namun diam seribu bahasa. Hanya menundukkan kepala dengan tangan yang berkerja tanpa banyak bicara. Kyungsoo pun turut diam, dia hanya mengamati pergerakan hyeri lamat – lamat. Tidak ada pertanyaan tentang penyebab luka di punggung tangannya.

Wanita di depannya ini mungkin tengah berfikir bagaimana cara mengatasi permasalahan hatinya dan berada di mana dia di hadapkan sebuah dilemma yang membingungkan dan semua itu karenanya. Karena perbuatan mulutnya yang tak senonoh mengucapkan kalimat – kalimat bodoh yang malah mengundang permasalahan baru seperti ini.

“hye.. ” panggil kyungsoo mencairkan suasana hening, beku bak bongkahan es. “hari ini, apa yang akan kau lakukan..”

Hyeri mengangkat kepalanya menatap kyungsoo dengan perban yang masih setengah terpasang dintangan kyungsoo. Melihat dengan tatapan kosong dan ijinkan kyungsoo untuk langsung merengkuh kekosongan itu dengan sebuah pelukan menghangatkan. Akankah tak ada penolakan jika dia melakukannya sekarang ??

“aku akan berbelanja kebutuhan mu kyung..” jawab hyeri terlampau dingin. Bahkan matanya tak lagi menatap kyungsoo dengan alihan tangan yang masih terbalut setengahnya menjadi sasaran. Kyungsoo hanya tersenyum tipis, setidaknya masih ada jawaban atas pertanyaannya. Bukan gumaman seperti saat di mobil atau alasan yang lain.

“aku akan pulang cepat..” kabar kyungsoo dengan nada biasa, namun mampu menghentikan pergerakan tangan hyeri sepersekian detik tetapi tidak dengan tatapannya yang masih menatap tangan kyungsoo. “kau tidak bertanya kenapa ??” uji kyungsoo dengan nada sedikit jahil. Sungguh, kyungsoo ingin sekali mendengarkan kalimat candaan juga dari mulut hyeri di pagi ini. Tetapi itu hanyalah kemungkinan kecil dan harusnya kyungsoo tak berharap banyak.

“cepatlah pulang dan ada yang harus di bicarakan..” kembali suara dingin hyeri menyambut pendengaran kyungsoo. Kini hyeri telah selesai dengan balutan perban di tangannya, tanpa mengucapkan apapun lagi dia langsung meninggalkan kyungsoo.

“aku akan pulang cepat ..”ucap kyungsoo setelah berhasil menarik tangan hyeri dan menjatuhkan hyeri di pangkuannya. “dan kita akan menyelesaikannya malam ini..” lanjut kyungsoo berbisik di telinga hyeri. Diluar dugaan kyungsoo, tak ada respon baik sama sekali. Semuanya tetap sama dingin dan kosong.

“selesaikan dan semua akan jelas, kyung..” jawab hyeri setelah meninggalkan kyungsoo dengan tatapan sulit di artikan kepada punggung hyeri yang menghilang di balik pintu kamarnya.

‘Maafkan aku’

OOO

Baekhyun melangkah santai menuju meja makan. Bibirnya membentuk seulas senyuman tipis ketika indra penciumannya menangkap aroma yang harum dari arah dapur. Segera dia mendudukkan dirinya di kursi dengan tangan yang masih sibuk mengancingkan lengan kemeja. “apa dapurnya berdebu..” gurau baekhyun, sedang lee ra hanya tersenyum sambil meletakkan secangkir teh hangat di depan baekhyun. “sekarang tidak lagi..” balas lee ra.

Baekhyun memperlebar senyumnya ketika melihat punggung lee ra menjauh menuju counter dapur mengambil dua piring nasi goreng. Baekhyun merasa dunianya kembali, dunia dimana dia bersama dengan seseorang yang melengkapi hidupnya. Kehidupannya yang dulu, baekhyun tak ingin mengingatnya atau dia akan menyesal. Lee ra yang membantunya sadar jika itu bukanlah salah putranya, tetapi memang takdir yang menuliskan demikian. Untuk kesekian kali baekhyun berterimakasih pada lee ra tanpa ada satu kata pun terucap darinya.

“apa hari ini jong hyun akan pulang ??” Tanya lee ra yang mulai mengambil tempat di duduk di muka baekhyun. “mungkin satu minggu dia akan berada di rumah eomma ..” jawab baekhyun santai. Namun tidak dengan lee ra. Baekhyun yang sedikit melirik lee ra berusaha untuk tidak meyemburkan tawa melihat ekpresi dari istri barunya.

Lee ra memasang wajah takut tanpa bisa dia tutupi lagi. Baekhyun tahu, lee ra belum siap untuk melakukannya. Terlihat saat semalam dia berusaha menggoda lee ra. Tetapi baekhyun adalah orang dengan selera humor cukup di atas rata – rata, tidak akan dia melewatkan momen seperti ini untuk tidak menjahili istrinya.

“eomma akan mengirimkan obat untukmu nanti siang..” tepat seperti dugaan baekhyun, lee ra tersedak nasi gorengnya dan baekhyun tidak bisa lagi membendung tawanya. “ hati-hati..” titah baekhyun sambil memberikan segelas air putih, setelahnya dia tersenyum. Tersenyum melihat istrinya yang mencuri pandang padanya.

Baekhyun berani bertaruh, lee ra sangat gugup sekarang. Bisa di lihat dengan telinganya yang mulai memerah dan air mukanya yang menurut baekhyun sangat menggemaskan.

“hei, byun lee ra ..” panggil baekhyun dengan kedua tangannya yang tertumpu di atas meja makan. “kau tahu..aku bukan pria yang mengidamkan malam pertama seperti yang kau bayangkan..” baekhyun kembali dengan kalimat yang dia buat – buat seperti serius, percayalah itu hanya bualannya saja.

“ak..aku tidak ber..berkata apapun..” jawab lee ra terbata, sedang baekhyun hanya melebarkan senyumannya. “tetapi kau sangat takut jika aku menggodamu..” balas baekhyun lagi. “haruskah aku memintanya malam ini ??”

Dan kalimat baekhyun sukses membuat mata lee ra membulat tak percaya, baekhyun kembali tertawa terbahak. Dia baranjak dari kursinya dan mengambil jas yang tersampir di sofa ruang tengah, kembali di hampirinya lee ra yang masih mematung di meja makan.

“jika hari ini tak ada meeting penting, aku akan menghabisimu sekarang di ranjang raa..” ucap baekhyun terlampau santai ketika dia mengalungkan dasinya di leher. “pasangkan untukku, sayang..” baekhyun dengan manja berdiri di sebelah lee ra yang masih duduk di kursi meja makan. Setelah kalimat baekhyun usai lee ra mulai ragu – ragu berdiri dan menggapai dasi baekhyun yang telah menggantung di leher.

Dengan gerakan cepat, baekhyun menarik pinggang lee ra hingga bertubrukan dengan tubunya. Tentu saja lee ra mengeluarkan ekspresi lucunya dengan baekhyun yang senantiasa tertawa. Bahkan tangan lee ra hanya menggantung sedang matanya mematung bertemu dengan mata teduh baekhyun.

“ba..baek, bisakah ka..kau melepaskannya..” pinta lee ra dengan tangan kirinya yang menyentuh tangan baekhyun berusaha menyingkirkan tetapi bakehyun hanya menggelengkan kepala memasang wajah manja. “pasangkan dasiku dengan posisi seperti ini..”

Lee ra masih membeku tanpa melakukan apapun. Matanya terkunci oleh tatapan mata baekhyun dan indra penciumannya terpaku pada aroma maskulin yang dikeluarkan oleh tubuh baekhyun. “cepat lakukan raa.. aku akan terlambat..” rengek baekhyun kembali.

“ba..baiklah..” tangan lee ra mulai bekerja menalikan tali simpul dasi di lehernya, mata baekhyun tak lepas sedikitpun dari gerakan tangan dan raut muka yang lee ra keluarkan.

“selesai..”

“raa..” panggil baekhyun, lee ra hanya memberikan tatapan tanpa dosanya dan itu mengundang senyum baekhyun untuk tersemat di bibirnya. “aku tidak akan memintanya padamu, aku menunggu kau yang siap untuk ku. Jadi kau tak perlu mengkhawatirkan tentang itu.. aku berangkat, aku mencintaimu..”

Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir lee ra, sedang baekhyun mulai meninggalkan rumah dengan jas dan tas yang berada di tangannya. Kesekian kalinya lee ra di buat terpaku oleh apa yang baekhyun lakukan.

‘tak sepatutnya aku berfikir untuk meninggalkannya..’

OOO

“kyungsoo..”

Pergerakan tangan kyungsoo terhenti membalikkan kertas laporan yang berada di tangan kanannya. Matanya melirik sumber suara dari depan pintu ruang kerjanya, disana tuan Do berdiri dengan senyuman hangat. Kyungsoo tanpa menunggu lagi dia segera menghampiri beliau yang sudah duduk di sofa depan meja kerjanya. Kyungsoo tersenyum hangat, ini tidak biasa beliau kemari. Tetapi dengan melihat air muka ayahnya, sepertinya tidak ada hal buruk yang akan di bicarakan. Bahkan keadaan perusaahnya saat ini tengah berada di puncak dan dalam keadaan sangat stabil.

“besok malam datanglah kerumah, eomma merindukan mu..” buka tuan Do dengan nada hangat seperti biasa. Kyungsoo berdeham ringan, dia kembali tersenyum setelah kalimat beliau usai. “apa ada acara special..” tebak kyungsoo. Tidak ada salahnya bukan ?? dan biasanya ketika ibunya mengatakan merindukannya pasti terjadi sesuatu, entah itu seperti minggu kemarin tiba – tiba tekanan darah ibunya begitu rendah. Tetapi melihat bagaimana ayahnya menyampaikan pesan ini, entah kenapa kyungsoo yakin jika tidak ada hal buruk seperti minggu kemarin.

“kau mengenal tuan kim ??”

Kyungsoo mengangguk ringan, entah kenapa jantungnya berpacu keras mendengar marga itu. Seperti ada sebuah kalimat yang akan mengejutkannya setelah ayahnya menyelesaikan kalimat yang sengaja beliau gantung. “besok, kami akan mengadakan jamuan makan malam di rumah. Kudengar mereka memiliki anak gadis yang cantik dan pintar.” Ucap tuan Do dengan mata yang seolah anak tersebut berada di atas dahinya, tatapan membayangkan hal yang indah tak bisa kyungsoo pungkiri ketika ayahnya menyinggung tentang putri tuan Kim.

Memang ini bukanlah hal yang buruk seperti kemarin beliau dengan panic menghubunginya lewat sambungan telepon. Tetapi ini adalah hal yang merumitkan untuk kyungsoo. Kyungsoo tidak menyalahkan ketika ayahnya mengatakan hal itu, pada dasarnya kyungsoo sudah mencium bau perjodohan di sini. “bolehkah aku mengajak hyeri ??” Tanya kyungsoo mencoba memancing. Sebenarnya beliau mengetahui dengan siapa dia tinggal di apartemen. Dengan siapa selama ini kyungsoo memberikan hatinya. Dan kyungsoo mencoba memancing melihat reaksi beliau, di luar dugaan kyungsoo, ayahnya hanya tersenyum lembut.

“aku tahu kau mencintainya soo..” tuan Do merubah posisi duduknya menjadi bersandar pada sandaran sofa dan menyilangkan kakinya. Sungguh, kyungsoo mengira jika ayahnya akan menentang keras pertanyaannya tadi atau paling tidak menjawab dengan nada emosi. Tetapi semua itu salah, yang ada ayahnya hanya tersenyum tenang seolah tahu jika pertanyaan itu akan keluar dari mulut anaknya.

“setidaknya kau harus datang, terserah padamu kau akan menerimanya atau tidak. Sebelum kau bertemu denganku kau sudah memiliki dunia dan di duniamu itu kau menemukan orang yang kau cintai. Aku dan ibumu akan menerimamu dengan dunia yang telah kau jalani, kami tidak menuntut apapun darimu. Semua keputusan ada padamu..” tuan Do memberi jeda pada kalimatnya, beliau melihat kyungsoo yang hanya menyembunyikan kepalanya seperti kura – kura di dalam tempurung. Seolah wajahnya adalah benar – benar aib.

“aku hanya mencoba membantumu memberikan pilihan, jika kau tidak memilihnya itu bukanlah masalah yang besar. Aku tahu tentang hyeri dan juga lee ra..”

Ketika nama itu terucap oleh ayahnya, detik itu juga kyungsoo menatap tuan Do dengan tatapan heran tak percaya. “bukankah dari awal ku katakan, kami melepasmu tetapi tidak benar – benar melepasmu. Kami tahu segalanya soo..” tuan Do menjawab keheranan kyungsoo dengan santai tanpa beban. Mungkin dalam hati ayahnya kini tengah menatap prihatin kisah cinta putra semata wayangnya. Begitu menyedihkan dan membingungkan, hingga beliau berinisiatif untuk mengenalkannya pada putri salah satu kolega perusahaannya.

Kyungsoo menarik nafas dan menghembuskannya ringan. Mencoba menetralisir pikiran – pikirannya yang mulai merumit mendengar dua nama wanita penting yang dengan santai di ucapkan oleh ayahnya, seolah beliau sudah tak heran lagi dengan masalah yang kyungsoo hadapi.

“harusnya kau lebih cepat mengambil keputusan soo..” titah tuan Do di barengi senyuman. “apa kau tahu alasaan lee ra memilih meninggalkanmu dan hidup bersama baekhyun ??” kyungsoo kembali menundukkan kepalanya.

“sekuat – kuatnya wanita bertahan dan menunggu, itu hanyalah sekuat daun kering yang bertahan di musim gugur, jangan pernah percaya ketika wanita mengatakan jika dia bersedia menunggu atau kau akan benar – benar kehilangannya..aku tahu ini menyakitkan bagimu, nak. Dan aku tak mau kau terjebak dengan kebingunganmu sendiri dan berujung kau yang akan menyesal dengan keputusanmu..ibumu juga menginnginkan cucu yang menghiburnya ketika bosan..”

Kyungsoo hanya terdiam, menunduk, dan berfikir. Tidak ada kalimat elakan sama sekali dan kali ini kyungsoo hanya menjadi seorang pendengar. “jika kau sudah bersungguh – sungguh dengannya, biarkan ibu melihat dan mengenalnya lebih dekat..”

Kyungsoo sedikit terlonjak merasakan pundaknya di usap oleh tangan ayahnya. Seketika itu tatapannya terkunci oleh mata sipit ayahnya karena beliau tengah tersenyum. “sepertinya jam makan siang akan datang, harusnya kau menghabiskan setidaknya dua gelas kopi denganku soo…”

Kyungsoo tersenyum dan dia menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang ayahnya katakan. Dia membutuhkan waktu bersama ayahnya, walau sekedar menanyakan kabar rumah atau perasaannya. Karena dari pembicaraan tadi kyungsoo baru mengetahui dan sadar, sebenarnya dia bisa membagi ini dengan orang terdekatnya dan melewatinya setelah mendapat beberapa pilihan yang di berikan oleh orang lain.

OOO

Hyeri melanjutkan langkahnya setelah mengambil sekantong bawang. Matanya melirik ke kanan dan kiri seraya mengingat apa saja bahan yang di perlukan di apartemen kyungsoo. Sampai trolly nya berhenti di depan rak tinggi berisi ratusan bungkus ramyeon instan berbagai rasa dalam berbagai bentuk. Lima detik kemudian dia mematung, tangannya meraih satu bungkus ramyeon instan berwarna merah mengabaikan joonri yang tengah bermain di dalam trolly belanja.

Matanya menatap tak terartikan pada sebungkus ramyeon yang ada di tangannya. Kenangan apa yang terjadi di apartemennya beberapa tahun yang lalu pun seolah kembali muncul di permukaan ingatannya. Ini adalah ramyeon kesukaan kyungsoo, bakan bisa kyungsoo membeli satu kardus untuk persediaan mereka dulu. Dan sekarang bahkan tak ada sebungkus pun di lemari dapur kyungsoo. Kehidupan kyungsoo berubah, apa itu juga yang membuat jalan pikir dan sifat sahabatnya itu berubah ??

Atau memang dia yang terlambat ??

Tetapi tak seharusnya kyungsoo melakukan ajakan itu kepada kee ra setelah pengaharapan yang dia berikan pada hyeri. Hanya itu yang hyeri pikirkan dan dari situ dia menarik kesimpulah jika perasaan kyungsoo tak sama lagi. Bahkan ketika kyungsoo mencoba untuk memulainya, ini pasti tidak akan sama lagi.

Hyeri mendengus ringan, matanya beralih melihat buah hatinya bersama joonmyeon yang tengah bermain di dalam trolly. Tiba – tiba matanya memanas, penyesalan tiada henti menggelayuti pikiran hyeri. Mulai dari kenapa dia mau ketika saat itu berkunjung ke apartemen kyungsoo, saat di tawari untuk tinggal bersama, bahkan menyesal kenapa dia tidak hidup di jeju dengan serba kesederhanaan di sana.

“maafkan eomma ri-ya ..” hyeri mengelus puncak kepala anaknya sambil tersenyum.

“permisi..”

Hyeri sontak langsung menoleh kebelakang, baru sadar jika trolly nya memenuhi lorong ini. Namun matanya berhenti pada sesosok lelaki yang menggunakan kemeja hitam dengan celana bahan berwarna senada yang pas di kakinya. Serta rambut coklat yang tertata rapi. Dia jongin.

“permisi, bisakah an-“

“Kim Jong In ?? benar ??”

“bag..bagaimana bisa-, kau ! Shin Hyeri..” ucap jongin tak kalah terkejut dengan hyeri yang mulai tersenyum ketika jongin masih mengenalinya.

OOO

1400469022774
Kim Jong In

aku kembalii 😀

sesuai dengan jalan pikiran aku, aku munculin lagi satu cast yang sejak awal pengen banget aku munculin. mungkin setelah orang ini muncul semua akan semakin jelas dan aku minta maaf banget buat yang dukung kyungsoo-Leera, aku gak bisa berbuat banyak ama mereka 😀

aku cuman berharap kalau nggak bosen – bosen nunggu kelanjutannya dan jangan segan – segan buat komen apa aja /asal nggak nge-bash yaa :D/

sampai jumpa di series selanjutnyaa 🙂

pay pay

regards

ChalilaCha

Advertisements

Author:

just for fun

16 thoughts on “[ Series ] Life Story – Meet Again

  1. jd kyungsoo – lee ra udah ga mungkin?? berbahagialah lee ra dgn baek

    jong in muncul.. reuni deh b3an
    penasaran kelanjutannya setelah kedatangan jong in dan semoga kyungsoo ga semakin labil

  2. Ooh ternyata udh update toh..
    Oke ternyata emang kyungsoo-leera ga bisa diteruskan 😔 tapi ga apa apa deh akumah ikut kak ChalilaCha aja😆
    By the way itu kai kayanya bakal berperan banyak ya kak nantinya?
    penasaraaaaann
    Di tunggu next chap yah kak 😆
    Fighting!!!

  3. Jonginnnnnnieee~~ kyaaaa
    Jd dia ka yg disembunyiin dr awal ma ka chilla?? Dan dikeluarin pas bday nya jongin! Kyaaaa 😀
    Baguuuuus! Hyeri ama jongin aja deh, nah kan klo uda kya gini happy semua~ leera ama baekhyun n hyeri ama jongin kkkkkk ^^
    Kyungsoo buang ke lauuut /jaring lagi, masukin ke karung, bawa pulang./ wkwkwkwkkwk
    Wah ini bener ga sih ka tebakan aku? Hihii, btw ini kyungsoo mau dijodohin?? Ama kluarga kim? Disini yg d maksud bukan kim jongin kan ka? Gender jongin kaga di switch kan ka? *plak /dikira genre apa –“/ hahahha

    Eh iah…jongin temen mereka di panti dulu yaaa??? (Ga sengaja ngeliat komen diatas trus baru inget) *plak*
    –” heheheh maapkan daku ka~ …jongin yg terlupakan hiks
    Woahhh makin susah ketebak nih jalan ceritanya hmm..bikin penasarannn~ xD

  4. Serius??? Jongin yg dulu bikin hyeri patah hati tiba2 muncul?? Cinta lamanya hyeri??? Jongin?? Terus kyungsoonya gimn??? Hadeuh malang banget sih si dio ini… keren kan kereen,,, setiap ketebak salah mulu ih,,, ditunggu next chapny kak

  5. ada apalagi ini?
    knpa jong in tba2 mncul????
    jngn blng ntar jong in bkal rebut hyeri, trus klo udah gtu kyungsoo ama spa? ama putri dri kluarga kim yg di jdohin itu? duhh gak mngkin dongg!! kyungsoo pkoknya hrus sma hyeri.

  6. sama sekali ngga bosen kak. malah dengan kehadiran jong in makin bikin penasaran. oke lanjuuut, aku uda ketinggalan ff ini lama banget rupanya, hmmm

Your Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s