Posted in Author Tetap, ChalilaCha, D.O FF Indonesia

[ Series ] Life Story – Chaotic

ChalilaCha || Do Kyungsoo , Shin Hyeri , Byun Baekhyun || Romance , Hurt , Frienship , Sad || Series

Pg – 16

TYPO BERTEBARAN ..:D

EYD PERLU PERBAIKAN 😀

Happy Reading

🙂

Prev : EGO

tumblr_inline_n3qwrlm0tm1rxzvbi

.

.

‘mungkin seiring berjalannya waktu semua akan terungkap..’

.

.

Entah sejak kapan hujan mulai mengguyur daratan seoul. Rintik – rintik air terus berjatuhan walau tak begitu deras, namun kilatan petir tak bias di halau lagi. Jalanan mendadak macet, terdengar sayup – sayup suara sirine pemadam kebakaran. Seperempat jam yang lalu kyungsoo bertanya, ternyata salah satu pohon tumbang dan menghalangi jalan hingga macet tak terhindarkan.

Kyungsoo terdiam dengan tangan di setir mobil dengan mesin mati. Ini tentang perasaan kyungsoo atau memang seperti ini kenyataannya, kyungsoo merasa begitu canggung. Hyeri layaknya orang sedang di sandera dengan mulut di lakban, sedari tadi dia bungkam tak mengeluarkan suara apapun. Terakhir kyungsoo mendengar suara hyeri hanyalah sebuah gumaman ketika kyungsoo mengatakan bahwa ada pohon tumbang di tengah jalan, setelahnya dia terdiam.

Kyungsoo mencoba mencuri pandang kearah hyeri dan kyungsoo sadar hyeri membuang mukanya menatap kaca yang berada di sisi kanan tubuhnya. Kyungsoo merasa jika pemandangan mobil macet tak bergerak lebih baik dari pada sekedar membuka percakapan di tengah kecanggungan ini. Kyungsoo melempar punggungnya ke sandaran kursi. Dia menghembuskan nafasnya cukup keras, sengaja, untuk mengalihkan perhatian hyeri dari pandangannya, namun gagal.

“hye..” panggil kyungsoo akhirnya. “hmm..” hanya di balas gumaman tanpa alihan pandangan dari kaca jendela.

“bicaralah..” rengek kyungsoo. “aku lelah..”

Sungguh itu jawaban diluar prediksi kyungsoo dan hyeri benar – benar mencari posisi senyaman mungkin untuknya terlelap. Kyungsoo hanya mendengus kembali, setelahnya dia melepas jas dan disampirkannya di tubuh hyeri yang mencoba terlelap.

“aku akan membangunkanmu ketika sampai, istirahatlah..” ucap kyungsoo di ikuti usapan lembut di puncak kepala hyeri yang menggangguk ringan mengiyakan apa yang kyungsoo katakan.

OOO

Hyeri melangkah lamban menuju tempat tidurnya. Handuk setengah basah masih tersampir di atas kepalanya, namun pandangannya kosong. Joon ri telah terlelap dan semua terasa hening di kamarnya. Membuat pikirannya tergugah untuk memikirkan apa yang tak sengaja dia dengar.

Sebuah kalimat yang menggugah keraguan dalam dririnya kembali memberontak di tengah keyakinannya. Hanya tersisa empat puluh lima persen dalam dirinya yang mengatakan jika dia harus egois dan bertahan di sini, di damping kyungsoo. Menemani sahabatnya itu hingga rambut mereka berdua memutih bersama dengan keturunan yang akan dia hasilkan.

Namun sorotan mata kyungsoo, cara kyungsoo berucap dengan segala keyakinannya walau dia mengatakan jika dia ragu akan itu, hyeri telah melihat semuanya. Begitupun lee ra. Salahkan takdir ini yang begitu kejam hingga kyungsoo harus di hadapkan sekali lagi dengan sebuah ikatan pernikahan sebagai penghalang perasaannya.

Sekarang dia bias apa ??

Menagih janji kyungsoo jika mereka akan hidup bersama ?? Mempertahankan dirinya bak parasite ini di samping kyungsoo ?? menyadarkan kyungsoo jika membawa kabur seseorang yang telah berstatus adalah hal yang paling tidak mungkin ?? atau mendukung apapun yang akan kyungsoo lakukan, dengan dalih kebahagiaan kyungsoo ??

Hyeri membuang handuk basahnya ke atas keranjang baju kotor di sudut ruanan dengan setengah emosi. Pikirannya bertambah kalut sekarang. Bahkan semenjak perjalanan pulang dari acara tersebut, ingin sekali hyeri menyembur kyungsoo dengan berbagai argument yang ada dalam pikirannya. Tetapi di sisi lain dia merasa jika saat itu bukanlah waktu yang tepat. Tak ada ruang untuknya menghindar pergi ketika dia mulai tersudut akan argument yang akan di lempar balik kyungsoo padanya. Selain itu gengsi dirinya sungguh sangat membentengi untuk sekedar berbicara seperti itu. Lagi pula dia masih terlalu emosi untuk membahas hal sensitive seperti itu. Dan mengalah untuk diam adalah hal yang paling terfikir oleh hyeri saat itu.

‘tidak salah jika aku masih meragukanmu soo..’

OOO

Lee ra tak memungkiri jika jantungnya kini berdegup kencang. Ini adalah kali pertamanya berada di sebuah ruangan yang tak terlalu besar berdua dengan lawan jenis. Singkatnya ini adalah malam pertamanya dengan baekhyun. Jika berbicara tentang kesiapannya, sama sekali dia belum siap untuk melakukan hubungan itu sekarang. Tetapi tanggung jawabnya sebagai istri menuntutnya untuk melakakukan itu karena sudah merupakan kewajibannya untuk melayani baekhyun yang notabennya adalah suaminya sekarang.

Lee ra juga yakin jika sekarang dia tampak kikuk hanya duduk di tepi ranjang tanpa melakukan apapun dengan anggota geraknya kecuali dengan otaknya yang sedari tadi tetap berpikir keras. Berpikir keras bagaimana melalui malam ini tanpa terjadi apapun yang ada dalam bayangannya dan berbikir keras tentang permintaan kyungsoo tadi siang.

Tentu saja dia menjawab tidak, tidak bisa meninggalkan baekhyun hanya untuk lari bersama kyungsoo kemanapun yang dia inginkan. Dan kini lee ra mengaku pada dirinya sendiri jika itu adalah jawaban termunafik yang pernah dia sesali dalam hidupnya. Ingin dia lari, ingin dia pergi maninggalkan acara itu bersama kyungsoo, berdua, bersama. Lee ra tersenyum setengah mendecih, namun itu hanyalah hayalan indah di drama yang disetting sedemikian rupa hingga pasangan kabur itu menjadi bahagia dan semua orang yang ada di sekitarnya mendukung mereka.

Pada kenyataannya tidak akan semudah itu. Bagaimana dengan baekhyun, jong hyun, joon ri, dan hyeri. Lee ra tidak akan senekat itu melakukan tawaran bodoh yang kyungsoo berikan dan lee ra tidak akan seegois itu mempunyai pikiran untuk kabur seperti yang kyungsoo utarakan. Namun itu adalah hal bodoh yang juga pernah ada di pikiran lee ra.

Lalu untuk apa lee ra menikahi baekhyun ??

Pertanyaan itu juga bergentayangan di pikiran lee ra kini. Seperti apa perasaannya pada bakehyun dan seberapa jauh keyakinannya untuk hidup bersama baekhyun. Lee ra menyadari, baekhyun tidak sesempurna kyungsoo sekarang. Baekhyun tidaklah sekaya kyungsoo, dia tidak mempunyai asset di mana – mana seperti kyungsoo, terlebih lagi baekhyun hanyalah seorang duda dengan satu anak. Jika di lihat dari penilaian manapun baekhyun kalah telak dengan kyungsoo.

Harusnya lee ra menunggu kyungsoo lebih lama dan menguatkan perasaannya itu sedikit lebih lama. Namun nasi sudah menjadi bubur, lee ra menyadari itu. Ini juga keputusannya dan dia akan bertanggung jawab tentang ini. Baekhyun adalah penyelamatnya dan baekhyun lah yang datang dimana dia membutuhkan sebuah sandaran yang menghangatkan, bukan kyungsoo.

Lee ra menggeleng keras dan mengusap keningnya sendiri kasar mencoba menghilangkan kegoyahan yang ada di hatinya, hingga suara baekhyun mengenterupsi kegiatannya. “eoh..apa yang salah dengan kepalamu ra..” lee ra langsung menoleh kebelakang menemukan baekhyun dengan celana pendek dengan kaos putih V neck yang sederhana, lee ra tersenyum canggung. “apa jong hyun sudah tidur..” tanya lee ra mencoba mencairkan suasana.

Baekhyun tersenyum lembut dengan tangan yang masih berada di kepala mengibaskan rambutnya yang masih basah setelah mandi, dia melangkah mendekat kea rah lee ra. Demi popok lama jonghyun, lee ra sangat gugup. Hanya dengan mencium aroma maskulin yang terkuar dari tubuh baekhyun sudah membuat bulu kuduknya berdiri meremang. “hei..lihatlah wajamu memerah..” canda baekhyun seraya mengangkat dagu lee ra mensejajarkan mata mereka.

Ketika mata itu bertemu, lee ra melihat keteduhan di mata coklat gelap itu. Mata yang pernah menyorotkan kefrustasian akibat di tinggalkan seseorang yang telah meninggalkannya, mata yang selalu mencoba memancarkan senyuman ketika mata mereka saling bertemu, dan itu semua dengan mata baekhyun, bukan mata kyungsoo. Betapa lee ra merasa ingin di tampar sekeras – kerasnya karena membayangkan mata itu adalah mata kyungsoo. Mata yang labih bulat dan mata yang pernah menangis memohon untuk tidak meninggalkannya, tetapi mata bulat itu yang justru pergi dan datang lagi menawarkan penawaran bak drama terkenal di Negaranya.

“kau melamun ra..” canda baekhyun lagi dengan tangan di kedua pipi lee ra, dia hanya tersenyum canggung. “kau tidak ingin mandi, aku sudah menyiapkan air hangat untukmu..” baekhyun mencubit pipi lee ra gemas. “jong hyun sudah tidur, tadi eomma memintanya untuk menginap. Kau segeralah mandi dan tidur..”

Deg..

Jantung lee ra bak pantat kuda yang baru saja di pukul rotan, langsung berdetak tiga kali lebih cepat. Angan – angannya jika mala mini baekhyun akan mengambil semua apa yang dia miliki menjadi kenyataan dan dia tiak bisa mengelak lagi.

“hei..jangan menatapku seperti aku adalah hantu raa..” baekhyun terkekeh sendiri melihat ekspresi yang spontan lee ra berikan. “aku tidak akan meminta itu sekarang,besok aku ada meeting penting di kantor..” ucap baekhyun berbisik dengan suara rendah tepat di telinga lee ra di akhiri dengan kecupan lembut di pundaknya. Lee ra bisa menjamin jika dia kini tengah seperti kepiting rebus yang memerah seutuhnya.

“ak..aku akan mandi..” suara kikuk lee ra pun tak terhindarkan dan demi apapun lee ra ingin menyumpal mulut baekhyun yang malah tertawa terbahak – bahak melihatnya kesusahan berjalan menuju kamar mandi dengan gaun yang menjuntai lima meter di belakang kakinya.

Setelah lee ra menghilang di balik pintu kamar mandi tawa itu pun semakin lama memudar di gantikan dengan senyuman miris mengejek.

‘mungkin seiring berjalannya waktu semua akan terungkap..’

Ucap baekhyun dalam hati setelah membanting tubuhnya di ranjang dan memejamkan mata mencoba untuk meredam keingintahuan dalam dirinya.

OOO

Jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi dan mata indah kyungsoo belum mau terpejam untuk menyelami alam mimpi. Sedari 4 jam yang lalu kyungsoo sudah mencoba untuk melakukan apapun yang biasanya di lakukan sebelum dia tertidur, anggap saja ritual wajib, namun tak ada satupun yang memberikan efek berarti.

Di hidupkannya kembali lampu tidur di atas nakas di sisi kanan tubuh kyungsoo. Matanya masih bekerja semestinya waktu sore hari dan harusnya dia tertidur lebih cepat karena besok akan ada meeting penting. Tetapi entah karena apa, ada sebuah alasan yang menjadikan mata kyungsoo tak mau barang sedetik untuk terlelap.

Kyungsoo hanya mendengus berkali – kali.

Niatannya untuk tidur cepat adalah menghilangkan sedikit rasa malu akan penolakan tadi siang, iya kyungsoo di tolak oleh lee ra dan saat ini bisa di bilang kyungsoo menatap pantulan dirinya merasa malu dan tak tau diri. Membanting apapun yang ada di sekitarnya pun tak akan ada pengaruhnya dan kyungsoo merasa itu adalah pertanyaan terbodoh yang akan merusak segalanya.

“rasanya ingin mati saja..” seru kyungsoo dengan nafas tertahan.

Dalih meeting esok hari menjadi alasan terjitu untuk cepat masuk ke dalam kamar dan mengurung dirinya sendiri di bawah guyuran air hangat dengan sejuta pikiran aneh yang menyerbu kepalanya layaknya air shower. Kyungsoo seperti seorang dengan gelar pengecut yang sudah tercetak jelas di dahinya bak tato permanen.

Entah mulut atau perasaanya yang menuntun untuk mengatakan kalimat ajakan bodoh tadi siang. Dia sudah seperti seorang yang tengah berkampanye mencari suara dengan mengumbar janji di mana – mana. Bahkan tak sampai berfikir bagaimana jika chang wook hyung mengetahui itu, bisa di pastikan muka kyungsoo tidak akan utuh sepulang dari acara tersebut. Atau baekhyun, entah seperti apa jadinya ketika itu terjadi, kyungsoo tidak berfikir hingga sedemikian rupa. Ke egoisan dirinya lah yang mengendalikannya saat itu, bukan alur logika dalam pikirannya.

Perasaan manusia lebih menuntun kepada titik egois dan semua itu akan tersadar ketika sudah terjadi dan berujung pada penyesalan.

Lalu bagaimana dengan hyeri yang telah dia janjikan untuk hidup bersama ?? jikalau hyeri mendengar ini semua, bagimana perasaannya ?? bahkan baru kini kyungsoo menyadari sifat aneh hyeri sedari tadi. Tidak ada rasa curiga sama sekali, kyungsoo yakin jika itu benar maka hyeri akan segera meninggalkannya tanpa mengatakan sepatah katapun.

Kyungsoo dengan tangan di atas kepala yang masih menjambak – jambak rambutnya frustasi mulai meurunkan kedua kakinya dari atas ranjang. Berjalan menuju kamar mandi dan membasuh mukanya di depan wastafel. Tanpa sengaja dia melirik deretan sabun mandi, pasta gigi, dan satu sikat gigi. Mendadak semua seakan terapung kembali di permukaan. Masalalunya ketika dia berada di masa – masa yang sangat sulit.

Hanya untuk membeli sebuah sampoo harus menunggu gaji awal bulan jika tidak mereka akan menggunakan sabun mandi sebagai shampoo. Dan sekarang roda kehidupan telah berputar, dia tak lagi harus merasakan itu. Semua fasilitas sudah mudah dia dapatkan dan apapun yang dia inginkan di masa lalu bisa dia dapatkan sekarang.

Tetapi kenapa semua terasa kurang ??

Hyeri sudah di sampingnya, bahkan dia yang menyerahkan diri dengan pengakuan cintanya. Walau dengan membawa joon ri, itu bukanlah permasalahan yang besar untuk kyungsoo dan tidak pernah bisa kyungsoo lupa adalah malam di mana dia melewatinya bersama hyeri. Dengan seuran namanya dari bibir hyeri dengan mata terpejam bersautan dengan suaranya ketika akan menuju klimaks.

Prang..!!

Kaca yang memantulkan refleksi kyungsoo pun pecah. Darah di tangan kanan kyungsoo pun tak bisa bertahankan. Semua menjadi rumit hanya karena sebuah pertemuan dan kalimat pengandaian bodoh yng dia ucapkan tadi.

Kyungsoo menyesal.

ooo

 Aku update lagiii …:D

mungkin series ini nggak ada apa – apa nya, cuman penelas perasaan mereka aja ..

sabar buat klimaks nya yaa 🙂

Regards

ChalilaCha

Advertisements

Author:

just for fun

26 thoughts on “[ Series ] Life Story – Chaotic

  1. kau hanya perlu menerima, dan melihat Hyeri, Kyung. bukan hanya sekedar di kehidupan, tapi juga di hati. Cinta ada karena terbiasa, kau hanya perlu waktu untuk menempatkan hyeri pada posisi dulu di hatimu. sebagai wanita yang kau cintai …

    Sumpah .. itu di atas sok bgt kata-katanya 😀 . Aduh .. kaka ini sangat pintar sekali menarik ulur feel cerita .. bkin greget.

  2. knpa jdi mkin ribet gni ya,??
    apalah daya ku yg menginginkan kyungsoo brsma dg lee ra, tpi itu smua sprtinya tdk mngkin, mengingat lee ra yg telh mnjdi seorng istri, dan kyungsoo yg tlh brjanji untuk hdp brsma hyeri. jdi apapun ending dri crita ini aku trma apa adanya. yg pnting kyungsoo bnr2 mnerima dan mncintai psngnnya itu tlus dan apa adanya.

    1. kedepannya akan tambah ribet 😀 ,hehe
      kl seumpma baek kenapa – kenapa kek joonmyeon gmna ?? 😀 hehe
      nnti kyungsoo bahagia ama aku kq endingnyaa 🙂

      #abaikan yang di atas

      makasih yaa buat reviewnyaa 🙂

  3. Aaaaaa ka chillaaaa, punya gerekan tiang kagaa?? Rasanya pengen gerek si kyungsoo, suer beneran deh, arghh …abisnya kyungsoo uda “begituan” ama hyeri, yah berarti itu kan kyungsoo uda musti tanggung jawab dong ama hyeri, apalagi uda janji, hyeri juga uda nyerahin tubuhnya buat kyungsoo..TT
    Coba seandainya sebelum pesta pernikahan, sebelum nya pas kyungsoo slalu nunggu di dpn TK tmpt lee ra kerja kyungsoo punya keberanian buat minta balik sama lee ra..pasti kan gak kaya beginiii TT…huhuhuu
    Beneran deh aku jd kasian ama hyeri ama leera..tp klo bole dibilang masi beruntungan leera yg uda nemuin baekhyun, dimana baekhyun yg akhir”ini nemenin leera ngehibur dia, ada pas leera butuh ..aku lebi rela leera ama baekhyun…dan hyeri ama junmyeon lagi *berharap junmyeon bangkit dr kubur /plak/ /abaikan/ haha :p
    Aduh maap ka terlalu baper, abisnya yak si kyungsoo dr aku kasian ama dia krn kyanya idupnya menderita bgt sampe skg malah maenin perasaan mereka loh huhu
    Btw ini uda klimaks blom ka? Wkwkwkwk aku kira klimaks nya pas dlu loh yg hyeri nikah n ninggalin kyungsoo, trus leera hadir buat kyungsoo ..wkwkwk :p
    Smangat terus ka chillaaa /peluk kecuphh muachhh/ *maapkanterlalualay hihihii :p

    1. snii aku peluk balik kamuu 🙂
      si suho bangunin aja biar dia ama hyeri dan bahagia ama joonri juga. terus lee ra juga biar bahagia ama baekhyun ama jong hyun juga. terus kyungsoo sama aku bahagia selamanya, yeay !!
      #abaikanlah 😀
      kita belum ckup terlalu dewasa untuk mengerti jalan pkir kyungsoo.
      bntr lagii mungkin bakal klimaks ..:)

      aku malah berencana buat munculin cast yang tersembunyi di awal 😀
      #bisajadibercanda #bisajadibeneran 😀

      makasiih yaaa buat review kamuuu 🙂

  4. Klo aku baca cerita ini…kok aku jd ngebayangin kyungsoo jahat banget ya… kasian bgt hyeri sm leera nya…aaah kaka pinter bgt bikin ceritanya,, susah nebak kelanjutannya bakal kayak gimn… ditunggu life story selanjutnya kak^^

  5. Compicated banget kenapa kyungsoo gengsian. Kan diembat org. Ngajak lari haduh. Pusing aku 😦
    Kalau mau hyeri ya hyeri kalu mau leera udh ga bisa. #keselsamakyungsooin
    #tetepsayangkokmakyungsoo

  6. Aku makin binghung sama sifat kyungsoo yang labil ini. Astagah lee ra dama kyungsoo jatuh cinta bangetkan? Satuin mereka yhor parahlan kasian sama pasangan mereka dekarang:”

  7. huhhh,,,emg susah klo pny sifat plin plan ky kyung,, sana sini mau,maw poligami ya kyung!!?
    –renungkan dng hati apa yg ada d sampingmu kyung,,bukan lee ra tp hyeri yg jelas hadirnya d sampingmu,,,bahagia atw tidak itu semua pilihan, jng terjebak dlm situasi yg menggantung dlm ketidakpastian,sadarilah lee ra dh pasti tlah resmi milik baekhyun,,jadi skrng giliranmu memutuskan agar semua Jelas bagi Hyeri!!!
    ***d tunggu nextnya****
    keren

  8. tetap berharap kyungsoo sama lee ra. udah terlanjur suka. cariin buat hyeri sama baekhyun yang lebih baik dari kyungsoo sama lee ra dong kak. satuin cinta leera sama kyungsoo 😀

  9. ‘mungkin seiring berjalannya waktu semua akan terungkap..’
    Lah noh kenapa baekhyun bilang gitu?
    Akan kah ada ‘something’ yang bakal terjadi, ah pliiisss masalah bakal terus nambah sampai jantung aku loncat 😣
    Udah aja mending buat endingnya kyungsoo nikah sama aku dan Happy ending 😆😆
    Wkwkwkwk abaikan yang di atas 😓
    Ah pokonya aku tunggu klimaks yang menguras hatinya yah kak
    Keep write and Fighting 💪📝

  10. aku speechless kak 😀 buat kyungsoo, sini aku obatin luka di tanganmu, dan jika kamu mau, aku bersedia mengobati luka yg ada di hatimi juga. Plak!!!

Your Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s