Posted in ChalilaCha, D.O FF Indonesia

[Series] Life Story -Finally

ChalilaCha || Do Kyungsoo , Shin Hyeri , Byun Baekhyun || Romance , Hurt , Frienship , Sad || Series

Pg – 16

TYPO BERTEBARAN ..:D

EYD PERLU PERBAIKAN 😀

Happy Reading

🙂

PREV : UNEXPETED

tumblr_static_tumblr_static_7lo6eghcbvwo4ccoowc40co4o_640

.

.

“hiduplah denganku dan kita memulai segalanya dari awal..”

.

.

Hari ini pagi begitu bersahabat , matahari bersinar dengan wajar dan angin berhembus lembut menyapu setiap muka jalan dan raut muka setiap manusia. Burung – burung juga bersenda gurau dengan masing masing kawannya. Mungkin mereka tengah saling melontarkan guyonan yang lucu hingga kicauan merdu tak terhindarkan , gambaran dari seberapa senang mereka sekarang.

Mencoba tersenyum dengan sewajarnya tak terjadi apa – apa , tak halnya hanya bisa di lakukan oleh mahluk hidup bernama manusia. Seolah – olah tak mempunyai beban hidup seperti bayi yang baru saja keluar dari rahim tempat persembunyiannya selama 9 bulan. Mengeluarkan sapaan – sapaan normal , mata berbinar , dan bibir membentuk ulasan senyuman bulan sabit.

Sebenarnya itu begitulah menyedihkan. Tanpa ada satupun yang mengetahui kesedihan di balik senyuman manis yang di berikan ke pada semua karyawan dan orang yang dia temui hari ini, kyungsoo ingin menangis. Menangis sekeras – kerasnya hingga kaca yang kini dengan sombong memantulkan sedikit refleksi tubuh, berdiri tegak seolah menantang, pecah atau bahkan meleleh. Namun itu hanyalah sebuah ilusinya yang bahkan hanya seper sekian juta kemungkinan akan terjadi. Kenyataannya dia harus sendiri menghadapi masalah percintaan hidupnya yang kian lama – kian rumit. Bak benang kusut bukan tombak yang memiliki ujung runcing.

Hyeri tetap tersenyum setelah insiden meja makan tempo hari yangmenyisakan renungan dalam pikiran kyungsoo hingga hari ini. Semua seolah seperti biasa ketika mereka berada di apartemen, ketika berada di meja makan yang sama, namun hyeri selalu menyumpal kyungsoo dengan sejuta alasan ketika dia mengajaknya bersama di ruang tengah. Mulai dengan joon ri yang harus tidur hingga tak enak badan. Kyungsoo yakin ketika hyeri memasuki kamarnya dia akan melakukan hal yang tak jauh berbeda dengan kyungsoo, melamun dan merenung. Karena sempat kyungsooo memergoki hyeri melakukan hal itu hingga dia tak sadar ketika joonri menangis di belakangnya.

Semua terlihat menyedihkan.

Kyungsoo ingin segera menyelesaikan ini semua. Masih ada sisi dari dirinya tak terima ketika melihat wajah lelah hyeri, ketika melihat tatapan kosong hingga senyuman hampa tanpa arti dari hyeri untuknya. Tetapi sisi lain dari tubuhnya juga meraung tak terima ketika melihat tangan baekhyun mengusap puncak kepala lee ra dengan lembut di sertai senyuman tulus. Seolah mereka bak kluarga bahagia ketika melihat itu semua. Kondisi matahari akan terbenam yang memberikan efek jingga serta guguran daun maple yangmengering menambah nuansa kehangatan di antara baekhyun dan lee ra. Tak sampai hati kyungsoo meneriakkan jika lee ra miliknya, masih miliknya. Pada kenyataan hubungan mereka memang belum berakhir dan perasaan kyungsoo bahakan bertambah besar bukan seperti pohonn yang kehilangan daunnya secara perlahan di musim gugur.

“sajangnim..”

Suara baekhyun membuyarkan lamunan kyungsoo yang menerawang jauh pandangannya di depan sana. Memutar kursi kerjanya dan entah kenapa mata kyungsoo langsung tertuju pada tangan baekhyun. Sebuah kertas cukup tebal bewarna merah marun dengan pita manis berwarnah lebih muda. Hati kyungsoo serasa jatuh di ujung kaki berserta dengan jantungnya.

‘mungkin setelah ini semua akan menjadi lebih mudah..’

“hmm.. apa ada sesuatu yang terjadi ??” senyuman tak hendaknya pudar dari bibir kyungsoo walau 180 derajat kebalikan dari apa yang di rasakan saat ini. “aku hanya ingin memberikan ini..” baekhyun dengan senyuman sumringah memberikan kertas tebal tersebut. Awal melihat senyuman baekhyun memberikan ini, kyungsoo bisa melihat kebahagiaan yang begitu besar di dalamnya. Setelahnya ekor mata kyungsoo menatap adanya marga hwang di atas sana.

‘ini semua sudah berakhir..’ ucap kyungsoo miris pada dirinya sendiri.

“ini undangan-“

“pernikahanmu ?? kau akan menikah lagi baek ??” potong kyungsoo cepat, sedang baekhyun hanya mengangguk tak menciutkan senyuman di bibirnya. Mau tak mau kyungsoo melebarkan senyumannya. Kyungsoo beranjak dari kursinya, dia menjabat tangan baekhyun dan menarik baekhyun memeluknya ringan.

“selamat baek..kuharap kau bisa bahagia dengan kehidupanmu yang baru..”

‘dan semua sudah jelas baek, aku harus merelakannya untukmu’ lanjut kyungsoo dalam hati.

Baekhyun hanya terdiam kaku, tidak biasanya kyungsoo seperti ini dalam berita sebahagia apapun. Biasanya kyungsoo hanya bertepuk tangan atau sedikit beretriak dan tersenyum lebar.

“aku hanya senang, jangan melihatku seolah aku sedang sakit jiwa baek..” ucap kyungsoo dengan nada guyonan ketika malihat gelagat bingung baekhyun. “dan..”

“maaf, tetapi kenapa sajangnim..”

“oh, aku hanya ..mataku kemasukan debu jadi berair, maaf..”

‘begitu bodohnya kau hingga tak bisa mengontrol dirimu sendiri..’

“bisakah kau tinggalkan aku sendiri, letakkan saja undanganmu di meja..” ucap kyungsoo berlalu meninggalkan baekhyun menuju kamar mandi pribadinya di sudut uangan. “ nee sajangnim..”

Hingga terdengar suara pintu tertutup dan kyungsoo membanting pintu kamar mandi kerjanya. Menangis di dalam sana, merutuki kebodohannya yang tidak pernah cepat memikirkan suatu hal. Terlalu emikirkan resiko kedepannya dan segala orang yang ada di sekitarnya, hingga keinginannya pun tak terhiraukan. Kini semua sudah berakhir dan sudah jelas.

“hyeri, akhirnya kita akan bersama..”

Seru kyungsoo dalam tangisannya.

OOO

Kyungsoo dengan sekantong soju langsung melenggang menjalankan langkahnya menuju depan kamar hyeri, begitu menapakkan telapak kakinya di apartemen. Pintu kayu dengan plituran hitam ini seolah membuat keraguan dalam dirinya bertambah. Hanyan tangan yang menggantung di atas, namun tak kunjungnya kyungsoo mengetuk kayu setinggi dua meter yang berada di hadapannya.

Rasa dalam tubuhnya sungguh panas dan ada dalam pikirannya untuk merayakan kejelasan tentang semua masalah ini. Tidak perlu harus memikirkan lagi hubungannya dengan lee ra. Karena sudah jelas, lee ra telah melupakannya. Terbesit keingintahuan perasaan lee ra untuknya yang terakhir kali, namun rasa tak pantas karena pernah mengabaikan perasaan lee ra beberapa tahun silam.

Gengsi hidupnya cukup tinggi, itu yang kyungsoo sadari.

Kyungsoo dulu hanya memikirkan perasaannya pada hyeri, perasaan lee ra ?? Entahlah, dulu semua terasa begitu rumit hingga sekarang. Dimulai dari lee ra yang membawakannya makan siang setiap dia bekerja di supermarket, lee ra yang selalu membantu membersihkan kondominiumnya, hingga lee ra yang memberikan sebuah jaket hitam di tengah turunnya salju pertama. Semua terasa seperti film yang sengaja di perlambat dalam ingatan kyungsoo.

Jika kembali ke masa itu, ingin sekali kyungsoo membalas semua apa yang dilakukan lee ra dengan ketulusan seperti apa yang lee ra lakukan untuknya. Bukan karena rasa sungkan atau sekedar balas budi sedang hati hanya memikirkan sahabatnya yang sudah jelas – jelas dia lepaskan. Sahabatnya yang juga ternyata memiliki perasaan yang sama dengannya. Kebodohan – demi kenodohan yang mampu membuat hidupnya berantakan telah dia rasakan. Rasanya urat malu dan penyesalan di ambang putus.

Kyungsoo menyerah.

“keluarlah, aku ingin berbicara setelah ini..kutunggu kau di ruang tengah.. ” ucap kyungsoo setelah dia dengan berani membuka pintu kamar hyeri tanpa mengetuk dan menemukan hyeri sedang termenung menatap balkon dengan pintu terbuka dari atas ranjangnya.

‘Bertahanlah sebentar lagi..ini akan segera berakhir’

OOO

“hentikan kyung..kau sudah mabuk” hyeri menarik paksa botol soju yang berada di genggaman kyungsoo, meletakkannya di atas meja. Kyungsoo hanya tersenyum miris seraya melihat hyeri yang berdiri di depannya. Tangan kyungsoo terjulur meraih tangan hyeri yang menggantung bebas, ditariknya hyeri hingga jatuh ke atas pangkuannya.

“lepaskan kyung..” meronta kecil yang tak berpengaruh apapun, malah kyungsoo semakin mengeratkan pelukannya pasa pinggang hyeri. “biarkan seperti ini sebentar..” ucap kyungsoo dengan suara parau. Tangan kyungsoo beralih melonggar dan mengusap punggung hyeri serta membenamkan kepalanya di ceruk leher hyeri. Memberikan kesan yang begitu intim, namun hyeri merasakan kelelahan disana bukan nafsu yang menyelubungi diri kyungsoo sekarang. Hyeri pun terdiam dari rontaan dia sebelumnya.

Dia juga mencoba mengusap pundak kyungsoo yang lebih rendah darinya, berusaha menyamankan diri namun tetap saja. Ditambah bau alkohol yang menguar dari tubuh kyungsoo begitu menyengat, sungguh memekakan penciuman.

“semua sudah berakhir..” cicit kyungsoo berucap lirih dan begitu rendah. Hyeri yang tak tahu menahu hanya mengerenyitkan dahinya, saat itu pula usapan di pundak kyungsoo berhenti. “aku..” kalimat kyungsoo menggantung ketika kyungsoo mengubah posisinya yang kini tengah menatap hyeri. Memberikan sentuhan lembut di pipi hyeri menggunakan tangan kanannya. “kau, biarkan kau tetap dalam posisi seperti ini..”

Mata kyungsoo manatap hyeri lembut dan sayu. Ada sebuah rasa lelah yang bisa hyeri lihat disana namun di sisi lain hyeri juga merasakan ada rasa lega, walaupun aura kesedihan tak pernah luput dari tatapan mata kyungsoo. “aku tidak akan melepaskanmu dalam keadaan apapun .. “ kembali kyungsoo memeluk hyeri dengan erat dan meletakkan kepalanya kembali ke posisi sebelumnya. “percayalah padaku, aku tidak akan melepasmu lagi.”

“apa yang terjadi, katakanlah..” pada akhirnya suara hyeri terdengar di tengah keheningan setelah kalimat rancu yang kyungsoo katakan. Dia sedikit menarik tubuhnya untuk melihat apa yang sedang kyungsoo ekspresikan dalam air mukanya. Tak terhindarkan, kyungsoo menangis.

“bukankah sudah kukatakan untuk tidak menangis?? Itu menyakitiku..” hyeri mengusap air mata kyungsoo dengan ibu jarinya. Hyeri tersenyum tipis, mendaratkan sebuah kecupan singkat pada dahi kyungsoo, berharap memberikan sedikit ketenangan untuknya. “berjanjilah untuk tidak meninggalkanku lagi..” ucap kyungsoo di sambut dengan senyuman kecil di akhirnya. Tatapan mata yang lurus menantang mata hyeri, memancarkan sejuta harapan penuh pada permohonan yang baru saja dia ucapkan.

“adakah alasan kuat??” ucap hyeri ragu. Sesungguhnya, sudah sejak minggu lalu hyeri ingin meninggalkan rumah kyungsoo. Dia ingin memulai hidup baru tanpa ada kyungsoo lagi dalam kamus hidupnya. Dia merasa jika dia telah merusak segalanya, membebani kehidupan sahabatnya, dan satu hal yang pasti dia mengganggu kisah percintaan kyungsoo. Hal yang harusnya sangat dia hindari semenjak kyungsoo membiarkannya untuk menikah bersama joonmyeon dan hal yang memang selama ini paling tidak dia inginkan terjadi antara persahabatannya dengan kyungsoo. Namun dia hanyalah manusia biasa dan tidak pernah ada hubungan dekat antara lawan jenis yang tidak melibatkan sebuah perasaan khusus, hyeri sadar akan itu.

“hiduplah denganku..” kata kyungsoo yang menggantung itu sukses membulatkan mata hyeri tak percaya. Seolah dia sedang di siram dengan seember air es dengan air keras sebagai campurannya. “hiduplah denganku dan kita memulai segalanya dari awal..” lanjut kyungsoo kembali menggantung di akhirnya. “aku merasa jika itu cukup kuat untukmu tetap tinggal disisiku shin hyeri.”

“tapi bagaimana deng-“ hyeri membulat tak percaya, kyungsoo kini menciumnya. Memotong dengan cepat kalimat pengelakan yang baru saja akan hyeri ucapkan dengan sebuah ciuman dan kali ini hyeri melihat ketulusan di dalam sana. Berbeda dengan insiden sarapan bulan lalu yang berlandaskan dengan nafsu, kali ini kyungsoo memejamkan matanya lembut. Seolah dia begitu menikmati apa yang dia lakukan sekarang. Sepersekian detik, hyeri masih dalam keterkejutannya, kyungsoo melepas tautan itu. Dia menundukkan kepalanya tanpa membuka mata.

“jika kau menanyakannya, maka aku akan melakukan hal yang lebih dari ini..” ucap kyungsoo dengan nada rendah. “jikalau memang kau tetap ingin tahu alasan dari ini semua, maka jangan salahkan aku jika aku melakukan hal yang lebih dari ini padamu shin hyeri..” sekitar lima detik kyungsoo terdiam. Dia mendongakkan kepalanya melihat hyeri dengan serius.

“tetapi kau har-..hhmmpptt” kembali kyungsoo mencium hyeri kilat. “jadi kau menginginkan lebih hye..baiklah semua sesuai dengan keinginanmu..” ucap kyungsoo di sertai seringaian yang belum pernah hyeri lihat selama dia mengenal kyungsoo. Seringaian yang menyeramkan dan tidak main – main, kyungsoo menarik tubuh hyeri agar lebih mendekat dengannya. Hingga sebuah lenguhan akibat tubuh bagian depan mereka bersentuhan pun tak terelakkan.

“aku hanya akan mengatakan ini sekali shin hyeri..” ucap kyungsoo pada akhirnya dalam bisikan lembut di telinga hyeri. “aku sudah berakhir dengannya, kisah kami sudah berakhir. Jangan pernah menanyakan itu lagi dan jangan pernah mempunyai fikiran untuk menemuinya agar kami bisa kembali, karena itu tidak akan mungkin terjadi. Dia sudah bersama orang lain dan aku ..” kyungsoo menghentikan kalimatnya, bibir tebal kyungsoo mengecup singkat pundak hyeri yang tak tertutup pakaian yang hyeri kenakan. “aku akan mengembalikan perasaan ku yang sempat terbenam beberapa waktu yang lalu padamu, jadi biarkan semua  berkembang dan berjalan sesuai dengan apa yang harus terjadi.”

“..”

“pada dasarnya kita sudah di pertemukan untuk selamanya bersama, yakinkan itu pada hatimu Do Hyeri..” ucap kyungsoo sebelum kegiatan yang tidak pernah terbayangkan akan mereka lakukan. Bersama ..

 

TBC

YAHAAAAA … Aku kembalii .. 😀

masih ada yang inget cerita ini ?? masih ada yang nunggu ??

maaf jikalau udh lama banget gak update 😀

dan

sekarang udah makin jelaskan entar si abang ama siapa ..

mungkin kalau masih di teruskan, juga udh ketebak sama siapa akhirnya dan bisa juga ini series terakhir.

kalau entar aku buat series lagi, kemungkinan aku kasih PW

bukan karena apa, aku cuman penasaran aja siapa yang masih nunggu atau yang cuman baca terus lewat aja.  😀

makasih yaa buat semuanya ..

RCL nya angan lupaa

regards

ChalilaCha

Advertisements

Author:

just for fun

39 thoughts on “[Series] Life Story -Finally

  1. Akuu akuuu
    Kyaaaa seneng nya publish juga :3
    Yaampun kyungsoo, aku ngeliatnya antara kyungsoo tuh ngenes ato ga emang uda jodohnya ama hyeri ini mah dr dlu..padahal aku baru aja suka ama pasangan kyung-ra ,ehh..tp apalah mau dikata klo lee ra lebi bahagia ama baekhyun, dr pada di gantung mulu ama kyungsoo hikss… :’)

  2. yaaa kyungsoo mank pasti sama hyeri tp caranya ituuu… banyak mengorbankan perasaan termasuk perasaan kyungsoo n hyeri sendiri…

  3. namanya udh jodoh mau di pisah selama dan sejauh apapun pasti bakal di pertemukan. akhirnya …. mereka bersatu .. hoho seneng gue.

    tapi …

    please .. kyung tahan dulu lu blm mukhrim sma si hyeri .. :v

  4. namanya udh jodoh mau di pisah selama dan sejauh apapun pasti bakal di pertemukan. akhirnya …. mereka bersatu .. hoho seneng gue.

    tapi …

    please .. kyung tahan dulu lu blm mukhrim sma si hyeri .. :v #njir otak gue mulai nih .. -,-

  5. Akhirnya update ahhh senang! Tapi ngga sesuai ekspektasi akunya:” aju fikir bakal sama lee ra, padahal aku pengennya mereka bersama:” hyeri curang;” tapi lee ra jahat juga ngga mau nungguin kyungsoo:” bisa kasih penjelasan ngga thor knapa lee ra pindah hati?? Ditunggu yaaa

  6. akhirnya, series ini mncul lg
    tpi thor, bner ya marga hwang di undangan itu marganya lee ra?berdsrkn pmikiran aku sih kyaknya kyungsoo slh pham sma undnan ituitu, toh dia jg blm lngsung lht dg jls nma di undngan itu, aahhh tp ya sudhlah, mau kyungsoo sma hyeri jjg gak apa2 kok, wlaupun awalnya aku lbih ska kyungsoo sma lee ra.
    next chapternya di tnggu, klo bsa jngn lma2 ya !!! 🙂 😉 😀

  7. wah gk nyangka ya bakal seperti itu. sedih jga bahagia akhir’a kyungsoo bsa lbih netapin hati. udah bahagia aja sma si hyori

  8. Waaahhh… Daebak kak 😉
    Akhirnya dilanjut jga 😀
    Hehehehehe 😀
    Lanjut series nya ajah kak
    So sweetan couple kyungsoo sma hyerinya masih kurang hehehehehe
    Pokoknya daebak lah… 😀
    Keep Writing kak 😀

  9. do hyeri???
    hmmm
    makin bikin penasaran eon. tapi masih ada typo ya di ff ini dan chap sebelumnya. emang bener warning diatas, eyd nya kkk~

Your Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s