Posted in Author Tetap, Friendship, Romance, Sad, Series

[ Series ] Life Story – UNEXPECTED

ChalilaCha || Do kyungsoo , Shin Hyeri , Hwang Lee Ra || Sad , Romance , Frienship , Family || PG

WARNING !!

typo bertebaran , maaf keun 😦

RCL guys πŸ™‚

hati – hati feel tidak terasa dan alur mainstream. πŸ˜€

happy reading guys πŸ™‚

PREV : CHUSEOK || WAIVE || BYE || DON’T LEAVE ME || PAST || BREAK || AGAIN

.

.

tumblr_nh5eo3elAw1s6q0wqo1_1280

.

‘ jangan terus meyakini itu hyung , ketika aku yakin akan itu tetapi kenyataan berkata lain..’

.

.

β€œ selamat pagi .. β€œ kyungsoo membalikkan badannya kearah meja makan yang ada di belakangnya. Disana hyeri terduduk melihat kyungsoo dengan apron berwarna kuning menempel di depan dadanya. β€œ tunggu sebentar , sebentar lagi nasi gorengnya akan matang. Apa kau ada persediaan bubur untuk joon ri ?? kalau tidak , aku bisa membuatkannya setelah ini .. β€œ kyungsoo kembali berkutat dengan wajan yang sebentar dia abaikan. Kembali membolak – nalikkan nasi yang ada di dalam penggorengan agar tak gosong. Sampai dahinya berkerut mendengar suara kekehan hyeri dari depan punggungnya. β€œ apa ada yang lucu ?? ”

β€œ apronmu , sangat unik .. β€œ hyeri beranjak dari kursinya. Berjalan menghampiri kyungsoo yang berhenti dari kegiatannya memasak nasi goreng karena memang sudah matang. β€œ kau , seperti chef saja kyung..β€œ . hyeri membuka kulkas mengambil air mineral di dalamnya. Kyungsoo hanya tersenyum.

β€˜ kebiasaannya tidak pernah berubah β€˜

β€œ tenang saja , aku sudah mempunyai makanan untuk joon ri. Mulai besok jangan lagi memasak untuk sarapan. Ini perintah .. β€œ hyeri memasukkan kembali botol air mineral yang masih setengah ke dalam kulkas. Sedang kyungsoo hanya menghembuskan nafasnya , meneruskan acaranya menuangkan nasi goreng kedalam piring. Agar dia bisa menyelesaikannya dengan cepat , sarapan dengan cepat , dan tidak terlambat untuk ke kantor.

β€œ jika aku menunggumu , aku bisa kesiangan dan rapat pagi dalam keadaan perut kosong. β€œ kyungsoo berjalan menuju meja makan meletakkan dua piring nasi goreng. β€œ ayo sarapan..” kyungsoo kembali menuangkan susu putih di gelas terakhir , miliknya. Mengambil tempat di ujung meja makan yang muat untuk 6 orang , hyeri segera mengambil tempat di sebelah kanan kyungsoo.

β€œ aku haya merasa tak berguna jika kau memasakkan sarapan setiap pagi. Ini sudah ketiga kalinya aku memintamu kyung .. β€œ

β€œ dan ini sudah ketiga kalinya kau bangun siang hyeri. Sudahlah , cepat makan dan habiskan. Setelah itu cuci piring dan bersihkan ruang tengah seperti biasa. Itu sudah impas .. β€œ kyungsoo hanya terkekeh sembari terus memasukkan suapan dengan suapan kedalam mulutnya. Masih saja tersenyum melihat hyeri yang masih menggumam tak jelas karena kesal.

Jika boleh perasaan kyungsoo berbicara , ini sangat menyenangkan hatinya serasa tak lagi kosong. Sendiri di apartemen dan sudah dua hari ini ada seseorang yang selalu menungguna sepulang bekerja. Lelahnya juga sedikit berkurang ketika joon ri berada di pelukannya ketika jas kerja masih terpasang di tubuhnya.

β€œ apa kau sudah berbicara dengan orang tuamu ?? β€œ Tanya hyeri mengalihkan pembicaraan. β€œ untuk ?? β€œ dahi kyungsoo berkerut tak mengerti.

β€œ apa tidak apa – apa jika aku ting- β€œ

β€œ aku akan mengurusnya , kau hanya perlu merawat apartemen ini dan joon ri. Aku yakin mereka tidak terlalu mempermasalahkan ini. β€œ potong kyungsoo menjelaskan dengan santai dan kembali menyuapkan sendokan nasi goring ke dalam mulutnya.

β€œ bagaimana dengan lee ra ?? β€œ

Seketika itu juga sendokan nasi goreng kyungsoo terhenti di dalam mulutnya. Bahkan dia merasa memakan sesendok paku yang di beri sentuhan oli agar terdapat sedikit kuah. Mengiris tenggorokannya dan meninggalkan luka untuk menyadarkan jika masih ada orang lain yang harusnya kyungsoo berikan perhatuan lebih.

Lee ra , Hwang Lee Ra.

Gadis itu , sempat tertindas lagi dan lagi di dalam pikirannya. Kebahagiaannya tiga hari belakangan ini seakan langsung terisolasi dengan satu pertanyaan dari hyeri. Kyungsoo segera meletakkan sendok yang tadinya terhenti di mulutnya. Meletakkannya keatas piring yang menyisakan nasi goreng seperempatnya. Mata kyungsoo menatap nasi goreng yang seakan berubah menjadi sepiring paku , selera makannya hilang. Tatkala itu pula senyuman miris terukir di bibirnya.

Merutuk kebodohannya sendiri. Bahagia ketika hyeri bersamanya dan menghapus jejak perjuangannya untuk menumbuhkan perasaannya kepada lee ra. Satu tahun waktu yang lama dan harus terhapus singkat dengan tiga hari. Kembali kyungsoo tersenyum remeh.

β€˜ bodoh kau kyungsoo , kau memang bodoh .. β€˜

β€œ kyungsoo-ya , kau .. baik – baik saja .. β€œ hyeri mengusap punggung tangan kyungsoo yang terletak di sisi kanan piring. β€œ eoh .. aku baik – baik saja ..” kyungsoo memundurkan tangannya , melepas sentuhan hyeri yang lembut di tangannya dan memberikan senyuman canggung.

Kyungsoo mulai berperan sebagai orang yang jahat lagi dan itu harusnya dia sadari sejak tiga hari yang lalu. Rasanya tak ingin mengulangi waktu yang telah berlalu , baik sekarang secara tidak langsung kembalinya hyeri merupakan titik balik perasaannya yang sempat terkubur beberapa waktu yang lalu.

Kyungsoo menghirup udara dalam – dalam yang ada di sekitarnya meski terasa lehernya tercekik sekarang. Setidaknya kyungsoo harus mengontrol bagaimana emosinya sekarang. Walau hanya dengan tarikan tangannya ketika hyeri menyentuh punggung tangannya. Kyungsoo yakin jika hyeri sudah terbesit rasa bersalah , ditambah ekspresi hyeri sekarang yang mendukung keyakinannya itu.

β€œ aku harus berangkat , aku lupa jika ada rapat pagi..” aku kyungsoo sambil berdiri , hingga belakang kututnya mendorong kursi makan. Menimbulkan decitan keras di antara keheningan canggung mereka. β€œ sampaikan salam ku untuk joon ri , jangan lupa bersihkan ruang tengah..” canda kyungsoo setelah meneguk habis susu yang sebelumnya dia siapkan. β€œ aku berangkat ..” kyungsoo langsung berlalu dengan jas yang telah tersampir di sofa dan tas kerja yang biasa dia bawa kemana – mana di atas sofa pula. Meninggalkan hyeri tanpa usapan di puncak kepalanya seperti kemarin , bahkan kini tanpa mendengar jawaban dari hyeri , kyungsoo berlalu menghilang dari balik pintu apartemennya.

β€˜ maaf aku tidak bisa menutupi semua ini dengan baik .. hye , maafkan aku ..β€˜

β€œ apa aku harus bertahan di sini ?? β€œ

OO

β€œ sajangnim .. β€œ

β€œ eoh , masuklah .. β€œ kyungsoo kembali menegakkan dirinya dari tumpukan tangannya di atas meja kerja. Memikirkan apa yang telah dia lakukan tadi pagi dan apa yang hyeri tanyakan tadi pagi. Bohong , jika mengatakan dia ada rapat pagi. Nyatanya , bahkan hingga jam makan siang tak ada kegiatan apapun selain memantau arsip – arsip perusahaannya. Ekspresi apa yang harus dia pasang ketika dia bertemu hyeri nanti di rumah ?? kyungsoo yakin dari kejadian tadi pagi suasana akan mendadak canggung dan bisa di pastikan hyeri akan berpikir jika dia menganggu hidup kyungsoo. Disisi lain , lee ra. Harusnya lee ra lah yang tinggal di rumah itu bukan hyeri.

Bahkan kyungsoo sudah pernah berjanji kepada dirinya sendiri jika dia akan membawa lee ra tinggal di apartemennya walau dalam keadaan sudah berstatus sah atau belum , bahkan kyungsoo sudah memikirkan akan bertunangan dengan lee ra. Kyungsoo yakin lee ra masih mencintainya. Kyungsoo mempunyai kepercayaan tingkat tinggi jika lee rabelum berpaling darinya walau sudah berlalu satu tahun lamanya. Kyungsoo mendoktrin kebaikan itu pada dirinya sendiri.

Sialnya , kenapa harus dua hari yang lalu dia meminta hyeri pindah ke apartemennya ??

kenapa ??

apa karena amanat joonmyeon ?? bahkan kyungsoo tidak terlalu mengenal baik bagaimana seluk – beluk joonmyeon dan mereka bukanlah kenalan yang dekat hingga saling bertukar amanat satu sama lain.

Apa karena perasaannya ?? perasaannya yang terpendam lama itu yang menuntunnya untuk menerima perintah joonmyeon ??

Kyungsoo mengusap kasar tengkuknya sendiri. Saat ini perasaannya tengah kalut. Rasanya adalah waktu yang tepat untuk meminta lee ra kembali ke sisinya, namun di sisi lain , bagaimana dengan hyeri dan joon ri ??

β€œ sajangnim ??..”

β€œ eoh ya .. ada apa ??”

β€œ apa anda baik – baik saja ?? tampaknya anda dalam keadaan yang kurang baik ??? β€œ sekretaris kyungsoo bertanya sopan sambil menyodorkan sebuah berkas di mejanya.

β€œ apa begitu terlihat .. β€œ kyungsoo mengambil berkas tersebut dan membukanya sekilas. Membaca poin – poin penting yang tertera dalam kertas putih bertorehkan tinta hitam di dalam map kuning di tangannya.

β€œ nee sajangnim , anda sedang banyak masalah ?? β€œ Tanya sekretaris kyungsoo sopan. β€œ hhmmm begitulah .. ada sedikit yang mengganggu ..” kyungsoo mengambil pena yang terletak di saku kemejanya , menorehkan tinta setengah basah di atas berkas tersebut dan menyodorkan kembali kepada sekretarisnya.

β€œ sebaiknya anda beristirahat , lagi pula ini sudah masuk jam makan siang .. β€œ saran sekretarisnya dibarengi dengan senyuman. β€œ mungkin sedikit kopi bisa menyegarkan otak ku ..β€œ jawab kyungsoo menggulung lengan kemejanya hingga sebatas siku. Beranjak dari kursinya dan menyambar kunci mobil hitam kesayangannya.

β€œ maaf sajangnim , setelah jam akan siang anda ada jadwal meeting ..”

β€œ dengan ?? β€œ

β€œ dengan pimpinan β€˜ the Mart β€˜ , pimpinannya akan kemar-β€œ

β€œ hubungi sekretarisnya , aku yang akan ke kantornya. Kau bisa menyusulku setelah makan siang ke sana .. β€œ jawab kyungsoo cepat di barengi dengan senyuman yang tersemat di bibir tebalnya.

β€œ nee sajangnim ..”

β€˜ semoga tidak ada yang berubah β€˜

Kyungsoo beranjak meninggalkan sekretarisnya yang masih berfikir kenapa direkturnya dengan senang hati untuk datang kesebuah supermarket ketika dia meminta investor asing untuk datang khusus menemuinya.

OO

Kyungsoo dengan senyum mengembang memasuki sebuah supermarket besar yang telah dia bicarakan bersama sekertarisnya tadi. Tidak ada jas di tangannya , dia hanya memakai kemeja biru tua yang di gulung hingga sebatas siku dan memasukkan salah satu tangannya ke saku celana. Langkahnya terhenti di dekat pintu masuk , disebelah jejeran trolly dan tas belanja. Hatinya terasa hangat melihat jejeran alat itu.

Alat yang telah menemaninya beberapa tahun , alat yang setiap hari mengeluarkan bunyi yang cukup berisik dan alat yang terkadang dia urus dan tata dengan rapi seperti yang terlihat sekarang. Di hembuskannya sisa pernafasan kasar. Melanjutkan langkahnya memasuki lebih dalam sisi supermarket yang luas ini. Hingga berhenti pada sudut ruangan yang memiliki pintu. Kyungsoo ingat betul kemana pintu ini akan membawanya ketika dia melewatinya.

Kembali kyungsoo tersenyum.

β€˜ aku merindukan semua ini .. β€˜

β€œ kyungsoo , kau benar kyungsoo kan. Do Kyungsoo ?? β€œ

Kyungsoo membalikkan badannya ketika ada seseorang yang mengenalinya walau hanya dari punggungnya. Sekeika itu senyuman terlebar kyungsoo terbentuk , mengetahui siapa yang memanggilnya dan memang orang ini lah yang dia cari ketika berhenti tak jauh dari pintu keluar masuknya pekerja supermarket ini.

β€œ hyung .. β€œ

OO

β€œ kau sangat tampan do kyungsoo , aku tidak menyangka jika dengan kemeja dan celana bahan itu kau bisa berubah dari seorang pemuda yang tengil dari pemakai sneakers yang sudah tahunan tak kau cuci ke sepatu hitam mengkilat seperti ini , aku yakin itu sangat mahal ..” chang wook tertawa renyah setelahnya , mengusapkan kedua tangannya mengusir kecanggungan yang sempat terasa di antara mereka. Kyungsoo hanya tersenyum menanggapinya , kembali di kunyahnya onigiri yang berada di tangan kanannya. β€œ kau masih menyukai makanan itu ?? β€œ

β€œ tentu saja , bahkan ini lebih terasa dalam perut hyung ketimbang salad atau steak daging ..” jawab kyungsoo senang. β€œ steak daging , tidak senikmat yang hyung bayangkan. Jika memakannya sendirian ..” kyungsoo masih tersenyum , walau sedikit masam di akhir senyumnya. Chang wook hanya tersenyum lembut , meski panampilannya berubah , kyungsoo tetaplah kyungsoo. Kyungsoo yang dia kenal dulu tidak tertutup oleh jabatan direktur yang disandangnya sekarang. Chang wook menepuk pundak kyungsoo ringan , sambil tersenyum lembut.

β€œ hei .. kata – katamu tadi cukup frontal untuk sekedar basa – basi kyung , kau tidak berubah .. β€œ changwook masih tidak merubah senyumannya dan kyungsoo yang menoleh pun ikut tersenyum menyutujui pernyataan yang di buat leh chang wook. Orang lain yang sdah dia anggap sebagai kakanya sendiri. β€œ kau masih mengingat jika aku tidak pandai berbohong dan basa – basi hyung ?? β€œ jawab kyungsoo. β€œ baiklah jika itu yang kau inginkan , kau ingin aku memulai dari mana ?? tampaknya aku selalu menjadi seorang penasehat jika berada di samping mu .. β€œ chang wook kembali terkekeh , melihat kyungsoo yang tengah mendorong suapan onigiri terakhirnya dengan sebotol air mineral yang telah dia beli bersamaan dengan onigiri di supermarket ini juga.

β€œ apa kau ingin menanyakan tentang lee ra ?? β€œ

Kyungsoo menggumam , di usapnya sudut bibirnya menggunakan punggung tangan kasar. Menghilangkan sisa air mineral yang sempat melewati tenggorokannya yang tersisa di sidut bibirnya. Menatap chang wook penuh harap akan informasi yang akan dia dapat tentang orang yang selaa ini dia buntuti diam – diam , hwang lee ra.

β€œ dia hidup dengan baik , makan dengan baik , tidur dengan baik , membantu ibunya dengan bekerja di sebuah taman kanak – kanak , dan terkadang juga membantu istriku di sebuah penitipan anak. β€œ

β€˜ aku sudah tahu semuanya hyung ..’

β€œ apa dia sudah mem-β€œ

β€œ mempunyai kekasih lagi ?? β€œ chang wook tersenyum kembali , kyungsoo danga mudah di tebak. β€œ tentu saja , dia masih menunggumu. Walau ..”

β€œ walau ?? β€œ

β€œ walau memang kali ini dia tidak sendiri lagi ..”

DEG ..

Demi kucing beranak buaya , kyungsoo seakan di hadapkan kembali pada kenyataan pahit. Kekasihnya tak lagi sendiri , kekasihnya sudah bersama orang lain , dan itu pula berarti kekasihnya telah meninggalkannya. Kyungsoo sama sekali tidak merasa jika dia telah di khianati , tidak merasa di bohongi , tidak merasa jika dia telah di duakan atau di selingkuhi.

Dia merasa kalah , terlambat , dan menyesal. Bodoh , penakut , dan pecundang. Lengkap sudah segala perasaan buruk lengkap sudah terpatri di dalam hatinya hanya dalam hitungan detik. Entah kali ini kyungsoo harus memberikan respon bagaimana kapada chang wook. Jika berkata tentang kejujuran , ingin sekali kyungsoo berteriak jika itu tidak mungkin. Lee ra masih menunggunya , lee ra masih bertahan , dan tidak semudah itu membiarkan seseorang berada di sampingnya. Tidak itu tidak mungkin.

β€˜ pada kenyataannya hal yang selama ini kau tanamkan dalam pikiranmu salah do kyungsoo , kau kalah..’

β€œ hyung ?? kenapa ?? β€œ kyungsoo hanya menunduk , meremas tangannya yang tertaut hingga buku – buku jarinya memutih. β€œ jangan tanyakan padaku kenapa , tanyalah kepada lee ra. Dia menerima pria itu walau saat dia mengalami demam , bukan nama kekasihnya yang dia panggil melainkan namamu .”

β€œ kenapa aku selalu menjadi lelaki pengecut ..” lanjut kyungsoo lemah. Tangannya meremas rambutnya yang sedikit jatuh di atas tangannya karena menunduk. Menyalurkan emosinya yang memuncak , kyungsoo tidak akan menunggu hingga dia pulang. Tidak akan meluapkan itu nanti jika dia sekarang bisa langsung mengeluarkannya.

β€œ kyung-β€œ

β€œ tidak hyung .. β€œ kyungsoo dengan hitungan sepersekian detik mendongakkan kepalanya memasang senyuman menjijikan , senyuman seolah dia baik – baik saja. Tidak terjadi apa – apa, memasang jika keadaan hatinya sama sekali tidak buruk. Berkebalikan 180 derajat dengan keadaan hatinya sekarang. Berdiri sesegera mungkin meninggalkan chang wook. Bukan karena kyungsoo tak mau lagi bertemu dengan chang wook , rasa malu , dan tak tahan lagi untuk tidak membanting sesuatu yang bisa dalam jangkauan tangannya. Namun rasa malu karena tidak bisa menepati janjinya dulu , kata – katanya yang tidak akan membiarkan keponakan chang wook lelah , kyungsoo telah ingkar.

β€œ aku harus bertemu dengan direktur dulu hyung , terimakasih atas makanannya. Aku akan sering – sering kemari..” tanpa menunggu jawaban dari chang wook kyungsoo langsung meninggalkan ruangan itu dengan langkah lebar.

β€œ jangan menyerah dulu .. β€œ langkah kyungsoo terhenti. β€œ lee ra masih menunggu mu kyung, aku yakin ..” lanjut chang wook setelah melihat wajah kyungsoo yang membalikkan kepala menatapnya dan tersenyum. β€œ jangan terus meyakini itu hyung , ketika aku yakin akan itu tetapi kenyataan berkata lain. Hyung , sampaikan salam ku pada istri dan anak mu aku merindukan mereka .. β€œ

Kungsoo kali ini benar – benar telah meniggalkan ruangan itu. Meninggalkan chang wook dengan pikiran iba dan belas kasih tentang kisah cintanya yang tak pernah berjalan sesuai dengan apa yang dia inginkan.

.

.

.

hhuuuaaaaaaa … 😦

maaf keun aku / bungkuk 90 derajat / yang update lama dan mungkin setelah menunggu hasilnya tidak terlalu memuaskan. otak aku agak capek gegara jadi maba yang di puter kesana kemari , dan aku juga asrama jadinya sedikit banyak ngurusin kebutuhan hidup hingga membengkalaiakan kyungsoo yang aku sia – siakan 😦

sorry curhat colongan #hihi πŸ˜€

aku mau ngasih pengumuman yang aku pikir ini kurang baik..

aku bakan nge- end.in series ini 2 part mendatang. ada banyak alasan mulai dari kesibukan dan cerita yang mulai bertele – tele kayak sinetron #haha πŸ˜€

udah ya aku terlalu banyak cincong

hehe

Regards

ChailaCha

Advertisements

Author:

just for fun

19 thoughts on “[ Series ] Life Story – UNEXPECTED

  1. Bagus de cuma emang rada kurang sih:3
    Jadi kyungsoo nyerah tentang lee ra nih? Aduh laki bukan sih kesel-_- diperjuangin dong, hyeri mah cuma sahabat atuh ihh

  2. huaaaaaa! akhirnya update!!!! kenapa lee ra udh sama yg lain? aaaahh aku sedikit kecewa, padahal aku dukung kyungsoo buat move on dan menata hari baru sama lee ra *ceilah
    hahaha di tunggu next partnya thor. jangan lama lama yah. fighting!! πŸ˜‰

  3. Ga tau kenapa aku pengen banget kyungsoo jadi sama lee ra 😭
    Ah pokonya aku tunggu kelanjutan nya dehh πŸ‘πŸ‘

  4. kaannnn bener dasar labil kyungsoo:(
    gatau kenapa aku agak ngga suka sama karakter kyungsoo di ff ini. soalnya bikin haati naik turun
    nexxttt

Your Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s