Posted in Author Tetap, Family, Friendship, Romance, Sad

[ Series ] Life Story – Again

ChalilaCha || Do kyungsoo , Shin Hyeri , Hwang Lee Ra || Sad , Romance , Frienship , Family || PG

WARNING !!

typo bertebaran , maaf keun 😦

RCL guys πŸ™‚

hati – hati feel tidak terasa dan alur mainstream. πŸ˜€

happy reading guys πŸ™‚

4d02f4cb9ba700bef0a4185dc089b22e

.

.

β€œ tinggallah bersamaku .. β€œ

.

.

Jam terus berputar di atas meja tidak menghentikan waktu yang terus bergulir . Bahkan jam itu berhenti berputar pun tidak ada jaminan waktu akan berhenti berlalu . Ketukan jari telunjuk seirama dengan detikan jam . Bertopang dagu memainkan jari telunjuk dan menfokuskan mata dari jam analog silver yang berada di mejanya . Tatanan rapi , dokumen tertumpuk rapi dan berbagai arsip lainnya tersusun rapi di rak sudut ruangan .

Berbicara tentang bergulirnya waktu , sudah satu tahun kyungsoo menjalankan kehidupan bersama fasilitas orang tuanya . Fasilitas yang tak terkira bisa dia miliki hanya dalam sehari pembicaraan bersama orang tuanya saat itu .

Tidak ada ramyeon instan di lemari dapur apartemennya , tidak lagi kekurangan pasta gigi , apa lagi menggunakan sabun untuk shampoo . Senyuman tipis terukir di bibir kyungsoo . Kesusahan yang dia alami saat itu benar – benar tak akan terusik dari dalam ingatannya , baik bagaimana kejadian itu dan dengan siapa dia melewati semua kejadian itu .

Kini nafas terhembus kasar , kyungsoo beranjak dari tempatnya . Berjalan menuju kaca yang berada di samping kanan meja kerjanya menerawang jauh di bawah sana , pikiran jutaan manusia yang berlalu – lalang baik berjalan maupun dengan kendaraan . Kyungsoo menyanggakan salah satu tangannya ke kaca tebal di depannya . Melonggarkan dasinya dan menggulung kemejanya hingga sebatas siku . Melepaskan sandaran tangannya , di gunakan untuk mengacak rambutnya sendiri .

Semua sudah sejauh ini , namun kehidupan kyungsoo serasa hampa tak berisi .

Mengingat kata – kata perjuangannya untuk seorang wanita yang kini menjadi seorang guru taman kanak – kanak satu tahun yang lalu . Di bawah hembusan angin musim dingin dan sedikit buliran salju yang membantu background suasana sendu , sungguh kyungsoo masih mengingat segar kejadian malam itu .

Dan dalam kurun waktu satu tahun ini pula , tak ada kabar sama sekali . Kejelasan hubungan , maupun perasaan kyungsoo sendiri . Dia merasa kosong . Kyungsoo mengira semua akan baik – baik saja , dia mencoba melakukan apa yang lee ra lakukan . Berjuang sepihak , tanpa ada orang yang di perjuangkan di sampingnya . Parahnya baru 3 bulan yang lalu dia kembali dari belajarnya di negeri orang . Benar – benar memutuskan kontak , dengan lee ra maupun hyeri .

Terkadang kyungsoo merasa bersalah , namun disisi lain dia tidak tahu harus berbuat apa . Lee ra telah bahagia menjadi guru di sebuah taman kanak – kanak di sekitar rumahnya . Hanya menyuruh seseorang unyuk melihat keadaannya saja , sudah cukup untuk membuktikan . Sekali lagi , kyungsoo menjadi lelaki pengecut . Hanya melihat dari jauh , dari balik mobil hitam methalic dan balutan jas formal ciri khas seorang direktur perusahaan .

Pikiran ingin meninggalkan kemewahan yang orang tuanya berikan sempat terbesit dalam pikirannya . Kembali dalam kehidupan sengsaranya , berjuang mendapatkan sebotol shampoo dan sebuah pasta gigi , jauh lebih bermakna ketimbang steak daging sapi khas dalam sebagai makanan utamanya hampir setiap malam .

Lagi – lagi kyungsoo mendengus kasar , berjalan menuju refrigerator kecil di sudut ruangan mengambil sebotol air mineral dingin . Meneguknya dengan tenang , sama dengan maksudnya mengambil air mineral itu . Kyungsoo menyambar jas nya yang tergantung di belakang kursi kerjanya , menyampirkan kepundaknya asal . Berjalan terburu keluar pintu , sebelum tertinggal dengan waktu tutup penitipan anak di mana lee ra menambah waktu kerjanya .

” jika ada proposal atau apapun itu , berikan padaku besok . Kau tahu kan .. ” ucap kyungsoo sambil menyampirkan jas hitamnya di lengan kanannya . ” nee sajangnim .. ”

Kyungsoo hanya mengangguk meninggalkan meja sekretarisnya dengan pikiran menggumam , semoga dia bisa melihat lee ra tersenyum kepada anak yang biasa pulang paling akhir di penitipan itu . Semoga saja

OO

Dewi keberuntungan tampaknya duduk di sebelah kursi pengemudi kyungsoo , tempat penitipan bahkan masih ramai dengan ibu – ibu yang satu persatu mengambil anaknya sepulang bekerja . Kyungsoo kembali tersenyum . Menumpukan dagunya di kaca jendela mobil yang telah terbuka sepenuhnya di atas tumpukan tangan . Menghirup udara segar di bawah pepohonan dengan kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya , menyamarkan wajahnya , itu tujuan utama . Kyungsoo kembali tersenyum . Meski suasana hatinya tak begitu baik , mengingat dia akan melihat lee ra entah kenapa ingin sekali selalu tersenyum . Karena pada saat itu juga lee ra tidak menampakkan wajah sedihnya lagi , tidak ada alasan kyungsoo untuk sedih melihat kekasihnya . Kekasihnya ?? Tentu saja lee ra masih menjadi kekasihnya .

Tidak ada kata perpisahan di antara mereka , hanya beristirahat . Itu juga kyungsoo masih berjuang dan mungkin sedikit menghasilkan . Rasa ingin bertemu dengan lee ra mulai ada , bagian otak yang dia miliki sudah sedikit terisi oleh lee ra dan perasaan ingin memiliki lee ra mulai ada . Kyungsoo sangat berterimakasih atas perasaan itu , setidaknya perjuangannya tidak sia – sia selama ini .

Sepersekian detik , menit , bahkan hampir satu jam kyungsoo memandangi orang yang keluar masuk tempat penitipan anak dari balik mobilnya di seberang jalan , namun dia tak kunjung juga menemukan batang hidung lee ra .

β€˜ apa mungkin dia sedang libur ?? β€˜

Kyungsoo melirik rolex abu hadiah ayahnya karena dia berhasil mendapat predikat cumlaude ketika wisudanya tiga bulan yang lalu. Tidak ada yang salah dengan waktunya , karena sudah seharusnya beberapa menit yang lalu lee ra meninggalkan tempat ini. Dan kini tempat itu tampak sepi. Mata kyungsoo menelusuri dari ujung kanan ke ujung kiri tata letak bangunan tersebut , namun tak ada tanda – tanda keberadaan lee ra.

Kembali kyungsoo menghembuskan nafas kecewa , sampai matanya memicing. Antara bingung dan tidak menyangka dengan apa yang di tangkap oleh matanya yang tertutup lensa hitam. Hingga tak percaya kyungsoo membuka kacamata itu kasar. Melihat seseorang yang sudah tak lama dia jumpa , kini tengah tersenyum bersenandung kecil bersama seorang balita lelaki di dalam dekapannya.

β€œ hyeri ?? β€œ gumam kyungsoo lirih dengan mata mengisyaratkan ketidak percayaannya.

OO

β€œ kau hidup sangat baik soo-ya .. β€œ hyeri mengedarkan pandangan kesetiap sudut apartemen mewah kyungsoo yang di dominasi warna abu – abu , hitam , putih , dan merah. Tatapan kagum terpancar jelas dari sorot mata hyeri. Kyungsoo hanya tersenyum di balik pantry dapurnya , meneruskan pekerjaannya menuangkan dua gelas jus jeruk yang biasa dia simpan di dalam kulkas. β€œ sepertinya dia menyukai tempat ini .. β€œ kyungsoo menunjuk balita yang tengah tersenyum menatapnya meletakkan dua gelas jeruk menggunakan ujung dagunya. β€œ siapa namanya ?? β€œ

β€œ kim joon ri ..” jawab hyeri sembari memainkan jari telunjuknya yang di genggam erat oleh putranya. β€œ nama yang unik ..” ucap kyungsoo sembari mencubit pipi tembam balita itu gemas. β€œ hai joon ri-ya .. apa eomma mu menjaagamu dengan baik hingga kau setembam ini huh ?? sama seperti paman saat seumuran denganmu .. β€œ seakan mengerti joon ri mengangguk dan tersenyum akibat kalimat kyungsoo. Mereka pun tersenyum bersama , hingga tatapan bertemu. Hening beberapa saat , sampai kyungsoo melebarkan senyumannya dan memposisikan tubuhnya agak mundur lebih dekat menuju sandaran sofa yang ada di belakangnya.

β€œ bagaimana kabarmu ?? kau terlihat semakin kurus .. β€œ ucap kyungsoo santai. β€œ bukankah sudah kukatakan jika aku baik – baik saja sejak tadi soo-ya .. β€œ . kyungsoo membuka kancing kemeja teratasnya , melonggarkan dasinya dan masih memasang senyuman kepada hyeri. β€œ kau jauh lebih baik dari terakhir kali kita bertemu. Bahkan belum sempat kau pamerkan jas mahalmu itu kepadaku di jeju , aku sudah kembali kesini lagi .. β€œ hyeri mengeluh tanpa beban.

β€œ bisakah kau menceritakan semuanya ?? β€œ

β€œ menceritakan apa ?? β€œ

β€œ bagaimana kau bisa sampai disini dan dimana joonmyeon.”

β€œ tentu saja aku menaiki perahu lalu menggunakan kereta bawah tanah , aku tidak punya cukup uang untuk menggunakan pesawat .. β€œ jawab hyeri santai , serta senyuman manis yang masih tetap sama.

Kyungsoo mendengus sebal , selalu saja seperti ini. Hyeri tidak akan langsung mengatakan semuanya , kyungsoo yakin itu. Dan ini adalah salah satu gelagat sahabatnya itu , tersenyum seolah tidak terjadi sesuatu yang serius. β€œ aku bahkan mengira jika joonmyen akan membelikanmu jet pribadi hye .. β€œ balas kyungsoo.

β€œ jangankan jet pribadi , pesiar pun akan dia belikan untukku kyung .. β€œ hyeri tertawa setelahnya. Kyungsoo hanya terdiam , melihat tawa sahabatnya yang sudah lama tak dia temui ini. Tawa yang menyembunyikan sesuatu di baliknya. Kyungsoo yakin jika sesuatu yang tak baik telah terjadi. Harusnya joonmyeon berada di samping hyeri , namun hyeri mengatakan jika dia kembali ke seoul sendiri. Harusnya joonmyeon menjaga hyeri , namun hyeri mengatakan jika joonmyeon memberikan izin dengan Cuma – Cuma untuk hyeri kembali ke seoul sendiri. Pikiran kyungsoo berkecamuk keras. Rasa khawatir dan takut kembali mengganggunya.

Namun Kyungsoo tahu , seberapapun dia memaksa hyeri bercerita jika dia tidak ingin menceritakannya kyungsoo tidak akan pernah tahu kebenarannya. Atau dia bisa bertaruh jika hyeri tidak akan menceritakan apapun kepadanya.

β€˜ baiklah , menunggu atau tidak sama sekali .. β€˜

β€œ baiklah jika kau masih bersikeras untuk tidak mengatakannya padaku , aku menyerah .. β€œ kyungsoo mengangkat kedua tangannya seperti pencuri yang menyerah kepada polisi dan kyungsoo juga terkekeh setelahnya. β€œ aku akan membaginya bersamamu , namun tidak sekarang. β€œ hyeri tersenyum lembut sambil menatap kyungsoo dan berganti memainkan jarinya di genggaman joon ri. β€œ bagaimana hubunganmu dengan lee ra ?? β€œ hyeri menaik turun kan kedua alisnya menggoda kyungsoo yang hanya menatap hyeri dengan tatapan biasa. Namun seperti di ingatkan dengan pizza yang di panaskan di dalam microwave , kyungsoo langsung mengangkat kedua alis matanya.

Teringat dengan tujuannya untuk membuntuti lee ra dan harus teralihkan karena hyeri yang tertawa bersama joon ri melewati rumah penitipan anak itu. Bahkan hingga kini hyeri masih memiliki perhatian lebih ketimbang lee ra. Kyungsoo hanya tersenyum tipis.

β€œ kami , kami baik – baik saja. Hanya saja kami sedang beristirahat ..” jawab kyungsoo tenang . β€œ beristirahat ?? β€œ hyeri berucap bingung. Kyungsoo menganggukkan kapalanya , beranjak dari duduknya meminta hyeri untuk memberikan joon ri agar dia bisa menggendongnya.

β€œ kami beristirahat , terhitung satu tahun dari kemarin .. β€œ kyungsoo tersenyum kepada joon ri yang menggenggam dasi hitamnya , bermain – main dan meninggalkan sedikit air liur karena joon ri memasukkannya kemulut.

β€œ kenapa ?? β€œ

β€œ dia sempat mengatakan jika dia tengah lelah dengan hubungan ini , aku tidak harus mengatakan jelasnya padamu kan ?? β€œ kyungsoo kembali mengalihkan padangannya dari hyeri yang sibuk mengontrol ekspresinya kepada joon ri yang masih asyik dengan dasinya. β€œ apa kau masih-β€œ

β€œ aku sudah berusaha , jangan bertanya tentang itu. Bisakah ?? β€œ potong kyungsoo cepat.

β€œ maaf .. β€œ

β€œ ini sangat berat hye , tetapi aku berterimakasih kepada lee ra yang masih mau bertahan hingga pada saat dia meminta untuk beristirahat. β€œ kyungsoo mengulaskan senyuman lembut kepada hyeri. β€œ aku memintanya beristirahat , aku tahu dia lelah. Karena aku juga pernah merasakan kelelahan itu , namun aku tahu dia berbeda denganku. Dia wanita dan aku lelaki. Sekuat apapun wanita , tidak bisa sebanding dengan kuatnya lelaki yang menantikan penantian , bukankah begitu ?? β€œ

Hyeri tersenyum , menundukkan kepalanya. Meremas ujung dress yang dia kenakan di atas lututnya , menyalurkan emosi yang tersulut dari pembicaraan ini.

β€œ joonmyeon , mengatakan padaku untuk kembali padamu .. β€œ ucap hyeri lirih. β€œ aku tahu ini adalah hal yang tak tahu malu dan bahkan tak pantas untuk di lakukan wanita yang telah bersuami. Ini alasan kenapa aku kembali ke Seoul bersama joon ri. β€œ hyeri kembali menatap kyungsoo , bukan pada wajahnya namun pada lutut kyungsoo. β€œ joonmyeon , dia telah meninggal satu bulan yang lalu .. β€œ hyeri tersenyum lembut setelahnya.

Kyungsoo merasa jika tengkuknya di pukul oleh tongkat golf hingga bengkok. Demi ibu kyungsoo yang telah sehat , kyungsoo sama sekali tidak menyangka jika ini akan terjadi.

Joonmyeon meninggal.

Meninggalkan hyeri dengan anaknya yang masih balita di pulau jeju sendiri tanpa adanya sanak saudara. Kyungsoo langsung mengerti kenapa joonmyeon meminta hyeri untuk menemuinya. Sesuatu yang tak terduga seperti ini terjadi. Haruskah kyungsoo senang ?? sedih ??

β€œ joonmyeon , sudah lama mengidap meningitis dan aku tidak tahu sama sekali tentang itu .. β€œ jelas hyeri. β€œ aku bahkan tidak tahu tempat tinggalmu sekarang , di mana tempat tinggal orang tuamu , dimana tempat mu bekerja. Aku hanya pergi ke kondominium kita yang dulu .. β€œ hyeri tersenyum setelahnya.

β€œ dengan kebutuhanmu ?? β€œ

β€œ hei tenang saja , aku masih memiliki uang pensiunan dini dari joonmyeon. Itu sudah lebih dari cukup ..” jawab hyeri menenangkan. Hyeri beranjak berdiri , meminta joon ri dari tangan kyungsoo. β€œ aku harus pulang , aku yakin kondominium akan gelap. Aku tadi hanya bermaksud membelikan susu untuk joon ri dan aku bertemu denganmu β€œ

β€œ tunggu sebentar , aku bisa mengantar-β€œ

β€œ tidak usah , aku bisa naik bus dari sini. Aku akan sering – sering berkunjung kyung-ah , sampai jumpa…. Joon ri berikan salam kepada paman kyungsoo β€œ hyeri melambai – lambaikan tangan mungil joon ri kapada kyungsoo. Kyungsoo tersenyum lebar kepada joon ri , tangannya tergerak mengacak puncak kepala hyeri.

β€œ hati – hati di jalan , jika sudah sampai kabari aku .. β€œ kyungsoo tersenyum setelahnya.

β€œ eoh … aku pulang .. β€œ

β€œ hhmm .. β€œ

Kyungsoo terdiam di depan pintu apartemennya melihat punggung hyeri dan joon ri menjauh dari pandangannya. Pikirannya tiba- tiba saja berkecamuk keras. Hingga punggung hyeri menghilang di tikungan pertama ujung lorong.

β€œ HYERI .. β€œ teriak kyungsoo dari depan pintunya. Tanpa banyak berpikir lagi , kyungsoo berlari menghampiri hyeri yang ternyata berhenti di ujung lorong. Kyungsoo mengatur nafasnya yang agak terengah karena mengejar hyeri , walau sebatas hingga lorong.

β€œ ada apa ?? apa ada yang tertinggal ?? β€œ Tanya hyeri bingung. β€œ tidak .. tidak ada .. β€œ jawab kyungsoo dengan nafas terengah. Bahkan kyungsoo masih emmegang lututnya membungkuk di depan hyeri dan joon ri yang sibuk memasukkan jarinya kedalam mulut.

β€œ lalu ?? β€œ

β€œ hah .. sebentar .. β€œ kyungsoo mulai menegakkan badannya memegang dada kirinya yang berdegup keras akibat berlari. β€œ tinggallah bersamaku .. β€œ

β€œ apa ?? β€œ

β€œ apa taraf ukur pendengaranmu menurun. Tinggallah bersamaku di apartemen ku , itu akan lebih baik ..”

.

.

gimana … gimana .. gimana ???

maafkeun aku gak bisa ngasih scene lee ra – kyungsoo. karena emang pada dasarnya cerita ini ngublek antara hyeri dan kyungsoo maafkeun / bungkuk 90 derajat /

aku nggak akan makan kalian kl kalian komen tentang karya aku , malah aku mencoba mem[erbaikinya lagi .. ya nggak guys πŸ™‚

dah yaaa selamat bertemu di series berikutnyaa

REGARDS

CHALILACHA

Advertisements

Author:

just for fun

33 thoughts on “[ Series ] Life Story – Again

  1. Tdak nyangka bnget klau hyeri kmbli keseoul , apalg suhox meninggl sebln yg lalu. Dan akukra lee ra akn sma kyung tpi kmbli kehyeri. Keren thor next ya. . . πŸ˜€

  2. Apaa?? Kyungsoo ngajak hyeri tinggal bareng? Joonmyeon meninggal?? Lee ra?? Hadoooh ka kenapa dirimu yg bikin cerita malah aku yg galauu…T.T
    Trus aku harus dukung sapa dong??
    Baru aku suka lee ra pasangan ama kyungie, apalagi kyungsoo yg nungguin lee ra diem” d tempat kerjanya, skg klo hyeri tinggal brg, trus klo ketauan ama lee ra……bisa bisa…… aaah molla mollaaaa
    Nunggu next chap nya ajaa ^^

  3. ya ampuuun di saat kyungsoo mulai membuka hati buat lee ra, hyeri malah muncul lagi… gtw harus seneng apa sedih.. kalo kyungsoo sama hyeri kasian lee ra.. kalo sama lee ra kasian hyeri sama joon ri…
    kyungsoo poligami aja deh..hahaha

    ditunggu kelanjutannyaaa..

  4. Jadi bukan lee ra sama kyungsoo? Jadi hyeri sama kyungsoo ya thor? Yahh:” kasian dong lee ra uda nungguin setahun malah ngga dapet apa2 ditunggu ya thor semoga lee ra dapet pengganti kyungsooo

    1. kyung lee ra pending dluuu …
      biar nostalgila dlu mreka ..
      syukur dah , sdkit dmi sdikit balik #hihi
      ntar ak gantung tngan ak sndri deh hahaha#abaikan
      thx buat reviewnya yaaakkk πŸ™‚

  5. andweee!!! ahh aku gak bisa terima thor, gimana penantian Lee ra, bahkan Hyeri tidak pernah merasakan sakitnya penantian, kenapa dia harus kembali mengusik kyungsoo yang sedikit demi sedikit udh bisa membuka hatinya buat lee ra?????

    ahh aku jadi galau kalo kayak gini thor πŸ˜₯

    pleasee sama lee ra aja yaa thor #maksa
    hahhahahaahahhahhahah

  6. ow ow ow;,,gagal mup on tuh hahaha .emang kalo jodoh gak ke mana,,heh?? Tapi bagus deh ,,sekarang, d.o0udah mapan .ini masih lanjutkan?? Di tunggu ya
    kabuurrrr

  7. Emmm aku barubaca ff ini dan apakah ini sequel dari ff author sebelumnya?? Mian aku nggak paham kkk
    But overall aku suka sama gaya bahasanya yahhh cuman nggak paham aja kkk

    1. ini cerita series kq , bukan sequel .. aku emng blum smpet cantumin link” sblumnya hehe ..
      bukan sequel .. kmu bingungnya dmna nya ??
      ak emng kdang bkin org bngung #haha
      thx buat reviewnya yyyaaakkk πŸ™‚

  8. Ih kasian lee ra kalau kyungsoo balik lagi tinggal sama hyeri…. berharapnya kyungsoo sama lee ra… semangat lanjut ff nya thor

Your Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s