Posted in Friendship, Romance, Sad, Series

[ Series ] Life Story – Don’t Leave Me

Author : ChalilaCha || Cast : Do Kyung Soo , Hwang Lee Ra , Shin Hye Ri || Other Cast : Kim Joon Myeon , Ji Chang Wook , dll || Genre : Sad , Friendship , Romance || Rating : PG || Leght : Series

TYPO bertebaran , hati – hati πŸ˜€

RCL Guys .. πŸ™‚

Prev : CHUSEOK || WAIVE || BYE || DON’T LEAVE ME [ NOW ]

tumblr_msxziil29L1s2qb5to1_r3_500

.

β€œ aku tidak ingin kehilanganmu .. β€œ

.

.

.

β€œ apa tadi salah satu suruhan orang tuamu ?? β€œ

Kyungsoo mendongakkan kepalanya ketika dia selesai membenarkan ikatan tali di sneakers usang miliknya . dia tersenyum tipis , changwook mengambil tempat duduk di sebelah kyungsoo . β€œ apa kau sudah memikirkan betul akan bertemu dengan mereka ?? β€œ . kyungsoo menghembuskan nafasnya , dia mengembil sarung tangan yang ada di sisi kanan tubuhnya . β€œ nee hyung , mereka memintaku untuk bertemu dengan mereka ..” kyungsoo tersenyum lagi . β€œ mereka juga mengatakan jika ibuku sedang sekarat , aku tidak memiliki alasan lain untuk tidak menemui mereka β€œ

β€œ apa kau sudah menyiapkan mental mu ?? β€œ

β€œ sudah tiga bulan dari mereka memintaku untuk berkunjung ke rumah mereka , kurasa itu bukanlah waktu yang singkat hyung . aku sudah menyiapkan segalanya .. β€œ kyungsoo beranjak mengambil jaket dan mantel musim dinginnya di dalam loker pegawai . β€œ lagi pula , sedari dulu aku tidak benar – benar membenci mereka . aku tidak pernah memiliki perasaan dendam pada mereka β€œ kyungsoo kembali ke tempat duduknya , dia mengusap kedua telapak tangannya menciptakan kehangatan yang sama sekali tidak terasa di ruangan tanpa pemanas ini .

β€œ kyungsoo-ya , apa kau sudah melupakan sahabatmu itu ?? β€œ kyungsoo terdiam , bibirnya seketika membeku , senyuman tipis yang terukir di sana juga perlahan meredup . mendengar pertanyaan itu yang di keluarkan dari chang wook hyung , sungguh mengejutkan dirinya . pada kenyataanya kyungsoo tidak pernah mengatakan kepada chang wook perihal perasaannya , maupun kepada lee ra keponakannya dan juga kekasihnya sekarang . apa semua itu terlalu terlihat ?? apa selama ini keadaannya yang seolah baik – baik saja malah membuat mereka berpikir demikian ??

Kyungsoo bukan tersinggung , bahkan tidak sama sekali . hanya saja dia terkejut dan kembali merasa resah jika seseorang membahas tentang sahabatnya , siapa lagi kalau bukan hyeri . tidak ada yang lain sahabatnya yang akan di bicarakan oleh chang wook yang meminta dia menikah dengan hyeri satu tahun yang lalu. β€œ n..ne..nee ?? β€œ

β€œ apa kau sudah melupakannya ?? β€œ chang wook membungkuk , sikunya dia tumpukan kepada kedua lututnya . dia menatap tumpukan kardus kosong di hadapannya seraya tersenyum tipis .

β€œ bagaimana bisa aku melupakan sahabatku sendiri hyung ?? dia sudah bersamaku sejak beberapa tahun yang lalu , dia adalah adik ku. Sudah seperti kluarga sendiri , aku tidak mungkin melupakannya β€œ kyungsoo membuang arah pandangnya ke sudut ruangan. Demi pohon pinus yang sedang meranggas , kyungsoo tidak lagi mau membahas hal semacam ini. Sudah cukup hanya dirinya yang mengetahui bagaimana tersiksanya dengan perasaan yang masih bersarang di dalam sana. Lagipula kyungsoo tidak mau jika sampai lee ra mengetahui ini semua , dalam arti yang sebenarnya. Pada dasarnya kyungsoo yakin jika lee ra merasakan itu , karena perasaan perempuan bagai ujung tombak runcing. Sangat perasa. Tetapi menerima kenyataan yang seperti ini akan semakin melukai lee ra , hanya cukup dirinya. Tidak dengan orang lain.

β€œ benar , kau tidak mungkin bisa melupakannya. Karena dia adalah orang yang berarti untukmu , aku benar bukan ?? β€œ chang wook beralih mengusap pundak kiri kyungsoo , menepuk ringan. β€œ hanya saja, ada saatnya seseorang belajar melupakan orang yang telah di anggap kluarganya untuk orang lain. β€œ chang wook tersenyum hangat. β€œ sedekat apapun kau dengannya , dia tetaplah bukan keluarga. Begitupun dengan ku , sedekat apapun kau denganku , aku juga bukanlah keluargamu. β€œ dia melepaskan tangannya dari pundak kyungsoo , kembali keposisi sebelumnya.

β€œ perasaan bagaimanapun tetap tidak bisa kita salahkan , karena itu tumbuh dengan sendirinya. β€œ ucap chang wook tenang. β€œ tetapi jika kita telah menyadari tidak adanya harapan lagi , atau jika itu salah , lebih baik segera di hentikan. β€œ dia tersenyum hangat kepada kyungsoo yang hanya menundukkan kepalanya. β€œ aku tahu kau lelaki yang baik do kyungsoo , meski aku sudah yakin jika kau meminta ku mengenalkan ku kepada lee ra karena sebuah tujuan. Bukan karena aku menginginkan keponakanku menjadi pelampiasan perasaanmu , namun karena aku yakin kau adalah lelaki yang baik. Aku juga yakin jika kau bisa membahagiakan keponakanku. β€œ chang wook merangkul pundak kyungsoo , mengusap lengan kanan kyungsoo. β€œ lee ra menyayangimu , dia selalu tersenyum kepadamu , namun ada saatnya orang terasa lelah tersenyum dan ada saatnya orang lelah menyayangi seseorang. Jangan sampai dia merasakan itu , dia hanyalah perempuan biasa .. β€œ setelahnya chang wook beranjak dari kursi , hendak meninggalkan kyungsoo yang masih termenung menunduk mencerna kalimat – kalimat yang chang wook berikan.

β€œ sampaikan salam ku kepada orang tuamu .. ah ya satu lagi , aku menarik kata- kataku jika kau memiliki nasip yang kurang baik. Nasip mu sangat baik do kyungsoo , semoga tuhan selalu memberkatimu .. β€œ chang wook tersenyum renyah dan dia pergi menjauh dari pandangan kyungsoo yang masih tersenyum karena kalimat terakhir yang chang wook berikan .

Kyungsoo kembali beralih memakai jaket dan juga mantel hangat yang sedari tadi berada di tangannya. Dia masih tersenyum sendiri , meremehkan dirinya sendiri. Meremehkan kelemahan dirinya , kepengecutan dirinya , dan juga pengendalian perasaan yang sangat lemah. Perasaan yang dia miliki hingga saat ini belum berubah , barang sebesar bijih sawi. Dia tidak benar – benar berusaha , itu lah yang dia sadari. Masih terasa nyaman , enggan , dan sebagainya. Alasan klasik untuk orang bertepuk sebelah tangan seperti dirinya.

OO

Kyungsoo berjalan menyusuri trotoar yang di tutupi salju tipis , menunduk menatap ujung sneakersnya yang terkena percikan lumpur musim panas tahun lalu. pikirannya kosong , hatinya terasa kalut , hingga keadaan tubuhnya pun tak terlalu mendukung. Segalanya seolah mengambang seperti bangkai ikan karena limbah produksi. Saling berlomba mendapatkan tempat untuk bangkainya benar – benar mengapung di atas permukaan.

Sakit hatinya karena benar jika hyeri hanya menganggapnya sebagai kakak bukan yang lain , bercampur dengan pikirannya tentang perasaan sakit lee ra ketika mengetahui jika perasaanya pada hyeri tidak bergeser sedikit pun. Kyungsoo mengesampingkan perasaan kekasihnya sendiri. Dia hanya memikirkan kesakitan hatinya. Kisah bertepuk sebelah tangan , serta kehilangan yang amat menyedihkan.

Perasaan tidak bisa di salahkan.

Satu sisi kyungsoo ingin memulai sesuatu yang baru. Segalanya , mulai dari kebiasaan , pemikiran , dan juga perasaannya. Dia ingin sekali merasakan titik lelah dimana dia harus mencintai hyeri yang jelas pergi dan bahagia di daratan jeju , memulai membangun sesuatu yang lebih menyenangkan dengan perasaan lee ra padanya tanpa perlu merasakan hal – hal semacam ini. Bukankah hal yang mudah ??

Sekali lagi garis kuning dalam pikirannya , perasaan tak bisa di paksakan.

Kyungsoo membuang nafasnya kasar , memasukkan kedua tangannya kedalam saku mantel dan menatap poster besar yang terpampang di halte bus. Tersenyum tipis , wajah jongin di sana. Bergaya manly dengan tiga kancing kemeja di buka memperlihatkan bentuk perutnya yang indah serta tersenyum menggoda. Kyungsoo mendudukkan dirinya di samping poster tersebut. Membiarkan dirinya menatap gambar tersebut lamat – lamat.

β€œ kau sangat tampan ..” gurau kyungsoo pada poster itu. β€œ aku yakin jika kau lebih tinggi dari ku sekarang , ku harap kita bisa bertemu .” ucap kyungsoo lirih , seperti gumaman. Dia berganti melihat lalu – lalang pejalan kaki yang ada di belakangnya. Menyandarkan dagunya di sandaran kursi halte beralaskan kedua punggung tangannya. Semua yang melewati halte di mana kyungsoo duduk , berjalan dengan cepat , melesakkan tangannya di saku , dan memasang tudung mantel mereka .

β€˜ hari ini lebih dengin dari kemarin .. β€˜

Kyungsoo beralih menghadap jalanan di hadapannya. Kakinya sedikit bergetar dan juga bibirnya. Dia kembali mengeratkan syal yang melingkar di lehernya , mencari kehangatan.

β€œ kenapa belum berangkat juga huh .. β€œ pandangannya beralih pada sisi kiri tubuhnya , lee ra berdiri dengan tas karton besar di tangan kanannya . dia tersenyum mengambil tempat di samping kyungsoo. β€œ apa kau mau menunggu di sini hingga mati membeku ..” celoteh lee ra membuat kyungsoo tersenyum tipis. β€œ pakailah .. β€œ lee ra mengeluarkan mantel tebal hitam dari tas karton yang di bawanya , memakaikan secara paksa kepada kyungsoo. β€œ hei aku ini lelaki , pakailah .. β€œ kyungsoo mengembalikannya kepada lee ra , langsung memakaikan secara paksa pula. Namun bukan lee ra jika tidak ada pemberontakan. β€œ ini memang untuk mu , aku sengaja membelinya saat aku kemari ..” tidak ada perlawanan lagi ketika kalimat itu keluar , kyungsoo hanya terdiam ketika lee ra menyampirkan mantel tersebut ke pundaknya.

β€œ kenapa kau memberikan ini padaku ?? β€œ

β€œ aku .. aku hanya ingin ..” lee ra langsung melepaskan tangannya dari mantel yang telah tersampir di pundak kyungsoo , matanya bergerak gusar tak tentu arah. Kyungsoo melihat sesuatu tersembunyi di sana , seperti kegelisahan atau keraguan. Terlihat jelas di sorotan mata lee ra.

β€œ apa terjadi sesuatu ?? β€œ Tanya kyungsoo spontan.

β€œ tidak , tidak ada apa – apa. Hanya saja .. β€œ lee ra mengusap pahanya dengan tangan yang terbalut sarung tangan rajut berwarna merah hati , matanya berpaling dari kyungsoo yang menaruh perhatian penuh padanya. β€œ hanya saja , aku merasa jika aku tidak bisa melihatmu lagi .” lee ra berucap lirih , menunduk , menghela nafas berat.

β€œ aku sudah mengira jika akan terjadi hal buruk , ternyata .. β€œ kyungsoo tersenyum , kembali menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. β€œ aku hanya mengunjungi mereka , tidak untuk menetap di sana. Nanti malam kau sudah bisa melihatku di rumah .. β€œ kyungsoo melesakkan tangannya kembali ke saku mantelnya. Dia tersenyum lebar.

β€œ eoh , cepatlah kembali .. β€œ lee ra merubah posisinya menghadap kyungsoo. β€œ aku tidak ingin kehilanganmu .. β€œ lee ra tersenyum hangat.

Kyungsoo merasa senyuman itu menamparnya , memukulnya , bahkan menusuk ulu hatinya. Senyuman hangat itu seakan mengusik pemikirannya tentang apa yang dia bicarakan dengan chang wook. Menyadarkan jika selama ini dia telah melewatkan sesuatu yang besar , melewatkan keuntungan yang menempel pada dirinya. Membiarkan senyuman itu untuknya namun sekalipun tidak menganggapnya. Mementingkan kepentingan perasaan yang hanya membuatnya semakin terpuruk dan semakin tidak mengerti tentang keadilan kehidupan. Harusnya kyungsoo menyadarinya. Harusnya ..

β€œ kyungsoo-ya bolehkah aku bertanya sesuatu padamu ?? β€œ lee ra memainkan jarinya , menunduk dengan tubuh tetap menghadap kyungsoo. β€œ bertanyalah , aku tidak akan meminta pungutan setelah kau bertanya padaku .. β€œ kyungsoo menggeser posisi duduknya menghadap lee ra.

β€œ hyeri … apa kau sudah melupakannya ?? β€œ

Kyungsoo terdiam , badannya yang semula santai otomatis menegak. Hari ini terlalu banyak pembahasan tentang sahabatnya. Bahkan lee ra pun tak luput dari itu. Hanya mendengar namanya saja sudah membuat hati kyungsoo memanas. Perasaan hina itu masih bersarang.

Melupakannya ??

Itu terlalu klise , bahkan terlalu naΓ―f untuknya. Jawabannya tentu saja belum , atau bahkan mungkin tidak. Kyungsoo tidak mungkin bisa melupakan seseorang yang telah bersamanya hampir dari seluruh waktu hidupnya dalam hitungan bulan. Jika kyungsoo tidak mengalami kecelakaan , setelah itu amnesia permanen. Atau bahkan mungkin saja ketika dia mencapai akhir usianya , nama itu masih terukir jelas di dalam dirinya.

β€œ aku hanya ingin berbohong padamu , jawabannya sudah. Aku sudah melupakannya ..” jawab kyungsoo tenang. Dia tidak pandai berbohong , menutupi perasaan , yang dia tahu hanyalah berkorban , dan membiarkan orang lain bahagia. Hanya itu yang selama ini dia lakukan. β€œ aku tidak pandai berbohong , jadi aku akan mencoba mempelajarinya sekarang.” Kyungsoo tersenyum setelahnya.

β€˜ aku tahu ini menyakitimu , maaf ..’

β€œ raa-ya .. β€œ kyungsoo menangkup kedua sisi wajah lee ra. Menariknya lembut hingga mata mereka bertemu untuk ke sekian kalinya. Kesekian kali itu pula kyungsoo merasa jika tatapan itu berpengaruh besar padanya. Jika bukan karena tatapan itu , mungkin dia bisa merusak kebahagiaan sahabatnya. Membawa lari hyeri dari upacara pernikahan. Mengingkari janji tangisan darah yang telah dia sepakati bersama joonmyeon dan membiarkan ke egoisan mengendalikan dirinya. Namun tatapan ini seakan menjadi kenadali bagi kyungsoo , menjadi penghalang garis kuning ketika ke egoisan itu mulai mengambil alih kerja tubuhnya.

β€œ aku tidak akan pernah bisa melupakannya , maafkan aku. β€œ kyungsoo melepas tangan kirinya , beralih menggenggam tangan lee ra lembut. β€œ aku tidak akan bisa melupakannya walau aku telah berusaha , maafkan aku. β€œ kyungsoo melepas tangannya yang berada di pipi lee ra. Menggenggam kedua tangan lee ra erat. Menudukkan kepalanya tak sanggup lagi terkunci dengan tatapan itu ketika dia mengucapkan kebenaran dalam hatinya.

β€œ kyungsoo-ya , kau tahu. Aku tidak pernah memintamu melupakannya , aku tidak pernah meminta itu..” lee re memper erat genggaman tangannya pada kyungsoo. β€œ itu akan semakin menyiksamu , aku tak mau kau merasa tersiksa ..” lee ra tersenyum tipis.

β€œ kyungsoo-ya .. lihatlah aku .. β€œ

Kyungsoo dengan ragu mengangkat dagunya menghadapi apayang akan lee ra katakan. β€œ jika aku mengatakan tidak bisa melanjutkan ini lagi , apa yang akan kau lakukan. β€œ kyungsoo benar – benar terdiam. Bibirnya terkatup rapat , otaknya seakan tak bekerja lagi. Benar – benar mati. Dia hanya bisa menatap lee ra dengan segala yang dia lakukan sekarang. Kedipan matanya pun terasa lambat di mata kyungsoo. Apa dia sedang bermimpi sekarang ?? belum genap sehari ketika chang wook mengingatkannya , namun ini seolah telah terealisasi seperti scene drama yang sengaja di percepat oleh sutradara.

β€œ ak..aku akan berusaha melupakannya , kau tenang saja .. β€œ kyungsoo berucap cepat. β€œ aku akan menghapus nomornya , memutuskan kontak dengannya , bahkan aku akan membuang segala benda yang berada di kamar-β€œ

β€œ tidak kyungsoo bukan seperti itu .. β€œ lee ra menggeleng lemah. β€œ ini bukan karena hyeri. Ini karena ku ..” lee ra tersenyum , menampilkan senyuman baik – baik saja namun terlihat menyedihkan. β€œ aku mengira jika semua akan baik – baik saja. Mencintaimu dan memilikimu yang selalu berada di sampingku. Selalu memenuhi segala yang kau inginkan dan selalu melihat kau bahagia. Aku selalu mengatakan padaku jika itu akan baik – baik saja .. β€œ

β€œ jika kau akan mengatakan kau telah lelah , maka jangan pernah kau ucapkan kata itu .. β€œ kyungsoo memotong kalimat lee ra dengan nada dingin. β€œ jika kau akan mengucapkannya , aku tidak akan pernah menganggapmu mengucapkan kata itu .”

β€œ memang itu yang akan ku ucapkan. Aku le-β€œ

β€œ SUDAH KUKATAKAN JANGAN MENGUCAPKANNYA !! … β€œ kyungsoo berteriak keras , meneriakkan kalimat itu kearah lain tanpa melihat rupa kekasihnya lagi. Matanya memanas , air mata tak lagi bisa tertahan di ujung pelupuk matanya. β€œ jangan .. jangan pernah mengucapkannya , jangan pernah .. β€œ kyungsoo menggeleng keras seraya menggenggam erat rambutnya. Menampik kasar kenyataan yang akan dia hadapi. Kenyataan yang belum genap sehari dia takutkan. β€œ kenapa .. kenapa semua yang ku takutkan selalu terjadi , kenapa ?? β€œ rancau kyungsoo.

β€œ ketika aku takut kehilangannya , aku memikirkan bagaimana jika dia benar – benar meninggalkanku dan hidup bersama orang lain , bahagia bersama orang lain. Tersenyum , memulai lembaran baru tanpa adanya aku. Apa aku benar – benar tidak boleh merasa takut ?? β€œ

β€œ kyungsoo-ya .. β€œ

β€œ jawab aku , apa aku benar – benar tidak bisa merasakan ketakutan yang di rasakan oleh manusia biasa. β€œ nada lirih penuh keputus asaan terdengar di sana. β€œ aku .. β€œ kyungsoo memukul dadanya menggunakan telapak tangan yang terbuka lebar. β€œ aku juga manusia raa-ya. Apa aku pengecualian ?”

β€œ semua rasa takutku menjadi kenyataan. Semua yang menjadi ketakutanku selalu terjadi , bahkan belum sampai aku siap menerimanya…” kyungsoo menghela nafas , membuang arah pandangnya kearah poster jongin yang berada di sebelahnya β€œ aku memang belum siap menerima itu semua , bahkan tidak pernah siap.”

β€œ ak..aku juga tidak pernah bisa melakukan ini. Tetapi aku benar – benar merasa le-β€œ

β€œ jika kau merasa lelah , biarkan aku yang berjuang kau beristirahatlah. β€œ potong kyungsoo cepat. β€œ jika kau sudah lelah , biarkan aku yang memperjuangkan ini. Biarkan aku yang menggantikanmu , bukankah ini akan adil ?? β€œ kyungsoo beralih melihat ujung sneakersnya yang usang. β€œ kau hanya perlu menilai perjuanganku dan menerimanya. Jika kau sudah cukup dengan rasa lelah mu , maka mulailah lagi. Aku tidak akan membiarkanmu berjuang sendiri lagi. Aku berjanji .. β€œ Kyungsoo mengucapkan sederetan kalimat tersebut sesuai dengan apa yang ada di dalam hati dan pikirannya. β€œ kau tahu aku tidak pandai berbohong. Satu hal yang harus kau mengerti , jangan buat ketakutanku menjadi nyata. Aku mohon padamu Hwang Lee Ra , jangan tinggalkan aku .. β€œ

Β TBC

gimana ??

mengecewakan kah ?? πŸ˜€

jika yang masih pngen tahu si kyungsoo entar ama siapa , aku juga belum tahu -_-

semua mengalir apa adanya πŸ˜€

udah ya …

Regards

ChalilaCha

Advertisements

Author:

just for fun

19 thoughts on “[ Series ] Life Story – Don’t Leave Me

  1. Gak ngecewain koq ka, malah pas bagian kyungsoo ngeluarin isi hati n pikirannya bikin pengen nangis hiks../pelukin kyungsoo/
    Aku kira kyungsoo bakal ngerelain lee ra klo dia mau ninggalin tp ternyata..out of expectation :’)
    Btw lee ra nya kurang banyak diceritain deh ka kyanya sebelomnya..jd pas ini kebanyakan kyungsoo n lee ra jdnya kurang bisa diprediksi hub. Yg slama ini mereka rasain :p
    Hehe itu sih pendapat aku…good job ka ^^

    1. tentang kyungsoo ama lee ra .. gimana yaa πŸ˜‘πŸ˜‘ #hahaha
      oke” aku akan buat adegan sesuatu yang memperdalam hbubgan mereka πŸ˜‰πŸ˜‰
      thx buat reviewnya ya say .. 😊😊

  2. u,u kok sedih banget sih T_T jadi baper nih, jangan takut kyungsoo #eluspundakkyungsoo kamu pasti bisa kok. sebenarnya aku pengen kalo kyungsoo tetep sama hyeri tapi, gimana alurnya nanti ya thor?
    bagus thor, ditunggu lanjutannya. semangat πŸ˜€

  3. Makasii yah, kamu udah buat aku makin frustasi
    Aduh! Aku jejeritan rasanya dengar kata-kata Kyung ” Apa aku pengecualian?”. Dia pasti frustasi banget. Sabar yah Kyung!
    Karena author bingung si Kyung ujungnya ama siapa, gmn kalo munculin lagi OC baru. Biar makin kacau nih reader. wahaha *tertawa evil

  4. huwaaa aku ska πŸ˜€
    knoa gk dri dlu sih kyungsoo brjuang buat ngelupain hyeri, smga happy ending deh sih lee ra sma kyungsoo nya πŸ™‚
    d tnggu next chapter nya thor πŸ˜€ πŸ˜‰

  5. dy emng pengecualian d hati aku #eaakk #lupakan 😩😩
    aku bkal memunculkan diriku dan kubawa kyungsoo pulang kerumah hahaha #abaikan
    thx buat reviewnya ya say 😚😚

  6. kyungsoo labil juga yeee
    udah sama hyeri ajaaaaa kalo leera kaga mau kan masih ada hyeri.
    tapi lama-lama ni ff ngeselin juga yaa
    feelnya dapet banget, ngebawa aku ikut masuk ke dalam cerita banget

  7. Ya ampun kakak, aku bener2 nangis sekarang. Aku bisa bayangin gimana perasaanya kyungsoo, bahkan lee ra juga.
    Kakak hebat, bikin aku bener2 nangis sekarang πŸ˜₯

Your Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s