Posted in Author Tetap, Friendship, Romance, Sad

[ Series ] Life Story – Waive

Author : ChalilaCha || Cast : Do Kyungsoo , Shin Hyeri , Kim Joonmyeon || Genre : Sad , Romance , Friendship || Leght : Series || Rating : PG-16 || Disclaimer : cerita asli punya saya , tidak memplagiat dan jangan di plagiat .

WARNING !!

Typo bertebaran

Di Indonesia bebas berpendapat , aku juga minta pendapat kalian ya ..

saran yang membangun pun aku terima , karena aku masih belajar πŸ™‚

prev : CHUSEOK

Do Kyungsoo Exo Wallpaper 52

.

.

” jangan pernah membawa kata – kata itu hyung , itu bisa saja membutakanku dan merebutnya darimu . Hanya bersama dengannya dan bahagialah dengannya , bukankah itu hal yang sangat mudah ?? “

Β .

.

Kyungsoo memukul punggungnya lelah . Hari ini dia harus kembali lembur setelah mendapat libur sehari . Beberapa karyawan tetap pun tak terlihat, kyungsoo yakin jika beberapa dari mereka izin lebih dari sehari karena pulang ke kampung halaman . Berkumpul dengan kluarga , membicarakan sesuatu yang hangat , ditambah meminum soju bersama dan saling melempar guyonan khas daerah masing masing . Kyungsoo tersenyum tipis kepada kardus kosong di depannya . Setidaknya ketika banyak orang yang mengambil cuti , ini adalah berkah baginya . Pekerjaan lembur , artinya gajinya pun pasti akan bertambah . Jadi hyeri tidak akan mengeluh tentang shampoo yang habis , pasta gigi yang habis pula , atau hyeri yang akan membeli sabun sekaligus shampoo yang biasa di gunakan oleh balita .

Kyungsoo mengusap peluhnya di sudut dahi , dia memperlebar senyumannya . Begitu banyak hal indah , hal yang menyenangkan , memalukan , menyedihkan , bahkan menyengsarakan sekalipun telah dia lalui bersama hyeri . Mengingat bagaimana mereka sampai di kota metropolitan ini 6 tahun yang lalu . Dimana mereka tak tahu tempat tujuan mereka dan langsung saja mencari kondominium kecil yang hingga kini menjadi tempat tinggal mereka . Bekerja paruh waktu menjadi penjaga toko , pelayan , ob , bahkan yang paling menyedihkan adalah menjadi pegawai jasa pembersih wc di rumah – rumah . Semua itu terasa menyenangkan ketika mereka pulang denga wajah lelah masing – masing dan melakukan permainan batu kertas gunting untuk bergantian memijat punggung atau kaki .

Dan akhirnya hari itu datang juga , dimana hyeri dilamar oleh kekasihnya . Joonmyeon sangat mencintai hyeri , kyungsoo tahu baik akan hal itu . Hyeri menolak jongdae , dengan alasan dia tak mau kisah cintanya berakhir seperti drama yang di tentang keras oleh salah satu pihak orang tua , mengingat jongdae berasal dari kluarga berada . Selain itu joonmyeon memiliki sifat yang lebih baik ketimbang jongdae . Dan yang paling penting hyeri lebih bahagia bersama joonmyeon ketimbang jongdae .

Senyumnya memudar seiring selesainya kyungsoo berkemas dan mengganti pakaian kerjanya . Dia memasukkan botol air minumnya dan setelahnya mengecek ponselnya . Dia ingat jika hari ini dia tidak mengatakan pada hyeri jika pulang lebih larut lagi , bahkan ini sudah menjelang pagi . Batrei ponselnya memerah , namun masih bisa di gunakan hanya untuk membuka pesan dan melihat jam . Jam menunjukkan pukul 12.10 , sedangkan tak ada satu pesan pun dari hyeri .

Kyungsoo membuang nafasnya , ini tidak biasa .

β€œ mungkin dia terlalu lelah dan sudah tertidur pulas .. β€œ

Kyungsoo segera memasukkan ponselnya kedalam saku dan menutup pintu ruangan loker pekerja dengan pikiran yang positif . Dan juga harapan jika yang menjadi dugaannya adalah benar .

OO

β€œ aku pulang .. β€œ

Kyungsoo menyalakan sakelar lampu yang berada di atas kulkas . Tak ada suara tv di ruang tengah , jendela juga sudah tertutup rapat dan gorden juga sudah berfungsi sesuai fungsinya . Kyungsoo meletakkan tas ranselnya di meja makan . Dia mengambil ramyeon instan di lemari atas kompor , lalu memanaskan air untuk menyeduhnya . Sambil menunggu air medidih , kyungsoo mencoba mengecek keberadaan hyeri di kamarnya .

Pintunya sedikit terbuka . Biasanya hyeri selalu menutup pintunya rapat , bahkan pernah kyungsoo membangunkan hingga menggedor – nggedor hampir meruntuhkan pintu karena hyeri mengunci pintunya dari dalam . Ini tidak biasa .

β€œ hye .. Kau di dalam .. β€œ

Kyungsoo menyembulkan kepalanya ke kamar hyeri yang gelap . Matanya langsung memicing serius , dahinya membentuk kerutan seperti orang berumur . Kyungsoo tidak bisa melihat begitu jelas karena astigmatisme yang dia miliki , namun dia masih tahu benar jika ada orang lain yang tertidur di samping hyeri . Lebih tepatnya merengkuh tubuh hyeri . Satu lagi yang kyungsoo tahu benar , itu laki – laki . Mana ada wanita yang memiliki bahu sepanjang dan setegas itu .

Ngiiinngggg ….

Bunyi dari dapur membuyar padangan kyungsoo pada sepasang obyek yang tengah tenang dalam mimpinya masing – masing . Kyungsoo dengat berat kaki , melangkah menuju kompor dan mematikannya lalu sesegera mungkin menyantap ramyeon yang sebelumnya telah dia siapkan .

” kau sudah pulang ..”

Sebuah suara hampir saja membuat kyungsoo menumpahkan air panas di sekitar kompor , untung saja tidak sampai mengenai tangan atau bagaian tubuhnya yang lain . Kyungsoo membalikkan badan , menemukan joonmyeon sedang duduk di kursi meja makan , mengoperasikan ponselnya .

” iya hyung , mau kubuatkan teh atau kopi ” tawar kyungsoo , meletakkan ramyeonnya di meja makan . ” atau ramyeon ? ” .

” ramyeon saja , aku lapar . ” joonmyeon tersenyum ramah , dia meletakkan ponselnya di atas meja . Kyungsoo hanya membalas senyum dan segera menyiapkan persediaan ramyeon terakhir yang berada di lemari . ” jika hyung lapar , makanlah punyaku dulu .. ” kyungsoo kembali menghidupkan kompor dengan teko di atasnya berisi air untuk di didihkan . ” jika harus menunggu ini , nanti ramyeon nya akan mengembang . ” kyungsoo melanjutkan . Dia duduk di depan joonmyeon dan menyodorkan ramyeon miliknya .

” ah gomawo , aku makan dulu .. ” joonmyeon langsung saja menyantapnya , dari situ kyungsoo bisa melihat betapa laparnya joonmyeon . Bahkan dengan kepulan asap yang masih banyak , joonmyeon tanpa ragu untuk memakannya sekalipun . Kyungsoo hanya tersenyum .

” kau selalu pulang selarut ini .. ” ucap joonmyeon dengan mulut penuh . Kyungsoo menarik sedikit bibirnya , dia beranjak menuju kulkas mengambil sekotak kimchi lalu memberikannya pada joonmyeon . ” tidak selalu , hanya sering . ” jawab kyungsoo seadanya . ” aku mencegah hyeri bekerja lembur , di ujung gang terlalu berbahaya jika dia pulang larut sendiri . ” joonmyeon mengangguk mengerti , dia kembali menyuapkan ramyeon dan kimchi ke mulutnya secara bergantian . ” tidak biasanya hyung menginap , apa terjadi sesuatu ?? ” kyungsoo mengutarakan yang ada di pikirannya .

Dia khawatir dengan hyeri . Dengan ketidak biasaan yang dia alami hari ini dan juga tidak biasanya joonmyeon menginap di apartemen kecil miliknya . Jika joonmyeon sudah berada di sini , berarti ada hal yang tidak baik . Kyungsoo yakin itu . Terakhir kali itu terjadi karena hyeri tiba – tiba pingsan di depan pintu apartemennya dengan hidung berdarah -mimisan . Untung saja joonmyeon berinisiatif untuk langsung masuk dan segera menemukan hyeri tergeletak lemas tak berdaya . Kyungsoo tidak tahu saat itu harus berbuat apa , sedang dia masih bekerja . Dia merasa gagal menjaga hyeri , dan dia tidak mau itu terulang lagi hari ini .

” dia hanya demam tinggi , dia berkata jika dia terlalu lelah saat perjalanan kemarin . ” joonmyeon tersenyum lembut . ” jangan khawatir dia hanya demam , dia tidak mau menghubungimu karena dia tidak mau menganggu mu . Dia yakin kau pasti akan pulang , tetapi hingga menjelang pagi pun kau tak pulang . Dia menghubungiku , karena dia tidak bisa berjalan . Kepalanya pusing , aku melihat ada gelas pecah di dapur ketika aku baru saja datang . ”

Kyungsoo melirik pintu kamar hyeri yang sedikit terbuka . Sorotan mata kecewa , khawatir , bersalah , bercampur menjadi satu . Kyungsoo telah merasa gagal untuk yang kedua kalinya .

” tak perlu terlalu khawatir , dia hanya lelah . Setelah istirahat dan minum obat dia akan lekas sembuh .. ” joonmyeon mengikuti arah pandang kyungsoo , tetap dengan senyumannya . ” aku tidak tahu jika akan sejauh ini . ” lanjut joonmyeon .

Kyungsoo langsung mengalihkan pandangannya dari pintu kamar hyeri ke arah joonmyeon yang masih melihat pintu hyeri .

” hubungan kalian begitu erat , seperti sebuah kluarga . Kau kakaknya dan hyeri adiknya . ” joonmyeon tersenyum aneh kepada kyungsoo . ” seorang kakak yang tidak pernah bisa melihat adiknya menderita , kesusahan atau merasa kekurangan . Itu yang selalu di lakukan oleh kakak jika dia menyayangi adiknya . Bahkan kebahagiaannya pun tidak akan ternilai lagi , asalkan adiknya yang menjadi pilihan utama . Bukankah begitu ? ” joonmyeon beranjak dari kursi . Dia membuang bungkus ramyeon dan mematikan kompor yang telah mendidihkan air dalam teko . Kemudian dia menuangnya kedalam ramyeon yang sebelumnya telah kyungsoo siapkan , lantas memberikannya kepada kyungsoo yang masih terdiam di kursi meja makan .

” makanlah . ” joonmyeon tersenyum berbeda dengan sebelumnya . ” e .. Eoh nee hyung ..”

” apa sebesar itu rasa sayangmu kepada hyeri ?? ” pertanyaan joonmyeon menghentikan pergerakan kyungsoo yang akan menyuapkan ramyeon ke mulutnya . Nafsu makannya tiba – tiba saja hilang karena mendengar pertanyaan joonmyeon . Entah kenapa kyungsoo harus merasa kesal , dia merasa tidak nyaman jika ada yang beetanya tentang perasaannya pada hyeri . Bahkan jika itu changwook hyung -teman satu kerjanya , sudah membahas tentang hyeri , dia lebih memilih segera pergi tanpa mau memperpanjang lagi .

” kenapa hyung bertanya seperti itu ?? ” kyungsoo tanpa di perintah mengeluarkan kalimat dingin dari bibirnya . ” apa yang aku lakukan terlihat aneh ?? ” lanjut kyungsoo .

” aku hanya merasa jika yang kau lakukan terlalu jauh. Apa kau tidak merasakannya ?? ” joonmyeon mendekatkan badannya ke arah meja , menatap kyungsoo serius . ” ini bukan main – main kyungsoo , ini menyangkut dengan apa yang akan terjadi di masa depan . Apa kau bisa melepaskannya ?? ” joonmyeon berucap lebih lembut . ” masih ada waktu jika kau ingin aku mengakhirinya .. ” lanjut joonmyeon lirih .

” apa hyung bisa semudah itu melakukan itu semua ?? ” kyungsoo masih berucap dingin . ” mengakhiri hubungan hyung dan melepaskannya ?? Apa hyung yakin bisa melakukan itu sekarang .” kyungsoo membuang muka , dia tersenyum remeh . ” jangan lagi membual hyung , jika memang kau tak sanggup untuk melakukannya . ”

Joonmyeon hanya tertunduk lesu . Kyungsoo tidak tahu kenapa dia bisa mengatakan kata – kata sekasar itu pada joonmyeon . Emosinya terpancing dan dia juga lelah . Kalimat – kalimat joonmyeon hanyalah memberinya harapan , namun tidak mungkin dengan kenyataan . ” jika aku sanggup melakukannya , apa yang akan kau lakukan .. ” joonmyeon menatap kyungsoo tegas , kyungsoo hanya terdiam membeku . ” jika aku bisa melepas hyeri dan membiarkannya hidup bersamamu , apa yang akan kau lakukan . ” joonmyeon lebih meninggikan suaranya .

” jangan lakukan itu hyung ., jangan lakukan . ” kyungsoo menundukkan kepalanya sambil menggelengkan kepalanya . ” walau kau melihatku menangis darah sekalipun , jangan pernah kau tinggalkan hyeri . ” kyungsoo berkata semakin lirih . ” jangan pernah kau merasa kasihan padaku hyung , hiduplah bahagia bersamanya . Dan jangan lagi menanyakan hal seperti ini lagi , atau aku akan melakukan suatu hal yang di luar ekspetasi kalian .. ”

” apa kau sedang mengancamku ?? Kau pengecut do kyungsoo . ”

” benar hyung .. Kau benar aku memang pengecut , aku tidak pernah bisa melakukan apapun sesuai dengan keinginanku , memilih bersembunyi , dan mengalah . Aku memang selalu hidup dalam jiwa – jiwa seorang pengecut hyung , jadi biarkan aku seperti ini . ”

” biarkan aku selalu mengalah . Memberikan tenaga ku untuk memenuhi kehidupannya , memberikan waktu ku untuk selalu menjaganya , memberika semua perhatianku untuk membahagiakannya , dan mengorbankan perasaanku untuk masa depannya .” kyungsoo menghembuskan nafasnya , dia merasa ini berat . Ini adalah akhir dari semuanya dan inilah yang terberat . Kyungsoo hanya bisa tersenyum getir melihat joonmyeon yang masih tetap menatapnya iba .

” jangan pernah lakukan hal bodoh dengan menanyakan hal seperti ini hyung . ” kyungsoo mencoba tersenyum sebisanya .

” kenapa kau melakukan ini ?? Kau mencin-”

” hyung , kau yang bisa membuatnya bahagia . Belum sampai sehari aku mengatakan jangan menanyakan itu lagi , kenapa hyung tetap bertanya hal yang sama ?? ” kyungsoo memotong kalimat joonmyeon . ” jangan pernah membawa kata – kata itu hyung , itu bisa saja membutakanku dan merebutnya darimu . Hanya bersama dengannya dan bahagialah dengannya , bukankah itu hal yang sangat mudah ?? ” kyungsoo tersenyum seolah dia baik – baik saja . ” apa hyeri sudah mengatakan padamu jika dia akan menungguku untuk memperkenalkan seseorang padanya terlebih dahulu ? ” joonmyeon hanya mengangguk . ” aku akan segera mencarinya , agar kalian cepat bersama . ”

” kyung , jika kau menginginkan aku berhenti , aku akan berhenti . Jika kau menginginkan aku untuk mengakhirinya , maka aku akan mengakhirinya . Ini bukan tentang perasaan , ini tentang kehidupan . Perasaan ku , aku bisa mengendalikannya . Jangan tekan perasaanmu itu kyung . Hyeri tidak akan bahagia jika mengetahui ini semua . Kumohon , katakan jika kau memang sudah tak sanggup untuk menerima ini , maka aku juga akan menghentikannya ”

” kau tidak akan pernah mendengar itu hyung , aku berjanji . Dan aku juga memohon padamu hyung , jangan pernah biarkan hyeri mengetahui tentang ini . Aku tidak mau menjadi beban dalam dirinya , cukup hingga kini aku membebaninya . Kumohon jaga hyeri dan buatlah dia bahagia . Aku mempercayakannya padamu hyung .. ”

OO

Satu bulan telah berlalu , peristiwa demi peristiwa penting telah berlalu seiring berjalannya waktu . Waktu tidak akan pernah kembali , itu yang selalu memukul kyungsoo kembali ke dunia nyata ketika dia tengah merenungkan semua kejadian yang telah dia lalui bersama hyeri . Waktu juga tak akan mungkin merasa berbelas kasih padanya , jangankan waktu , tuhan pun selama ini jarang memberikan rasa kasih padanya . Tuhan belum memberinya keberuntungan , tuhan belum mengijinkannya bahagia , dan tuhan masih terus mencoba kesabarannya . Kyungsoo yakin , jika tuhan tidak akan memberinya cobaan di luar dari batas yang dia miliki , itu yang membuatnya kuat selama ini .

Itu pula berarti jika tuhan yakin jika kyungsoo bisa melewati hari tanpa hyeri di sisinya . Hari itu dimulai sesudah acara sacral ini berlangsung . Acara di ucapkannya sumpah sehidup semati yang akan di ucapka oleh joonmyeon dan hyeri . Dengan lembut kyungsoo menggenggam tangan hyeri yang dingin , dia tersenyum menenangkan . Mengenggam lambut tangan hyeri yang bergetar dan mengusapnya menggunakan ibu jari .

β€œ tenanglah , jika tanganmu masih bergetar bukan tidak mungkin kau akan menjatuhkan cincinnya .. β€œ bisik kyungsoo lirih . β€œ apa kau segugup itu ?? β€œ

Hyeri mengangguk , dia masih menggigit bibir bawahnya , dan meremas gaun putihnya sedang sebuket bunga yang seharusnya dia pegang di titipkan kepada kyungsoo . β€œ apa masih lama .. Aku benar – benar gugup soo-ya .. β€œ

β€œ tunggu setelah pintu ini di buka dan kau akan melihat joonmyeon tersenyum padamu di hadapan pendeta .. β€œ kyungsoo melepaskan genggaman tangannya pada hyeri . Tangannya teralih pada tangan kiri hyeri yang sedari tadi meremas gaun putihnya hingga kusut , di berikannya sebuket mawar itu pada hyeri . β€œ lonceng sebentar lagi berbunyi dan pintu akan segera dibuka .. Atur nafasmu , jangan gugup .” Kyungsoo mengusap pundak hyeri yang tak di tutupi gaun .

Hyeri tersenyum lebar , β€œ jika tidak ada kau , entah siapa yang akan kugenggam tangannya hingga memerah seperti ini .. β€œ hyeri mengangkat genggaman tangannya memang benar tangan kyungsoo memerah , β€œ aku harap lee ra bisa menangkap bunga ini , agar kalian lekas menyusul kebahagiaan ku bersama joonmyeon . β€œ

Kyungsoo tersenyum , β€œ itu juga yang kuharapkan hye .. β€œ

Setelahnya lonceng berbunyi , pintu di hadapan mereka pun terbuka , menampilkan para saksi dalam pengucapan janji sakral sehidup semati . Hyeri semakin kuat menggenggam tangan kyungsoo ketika mereka mulai melangkahkan kakinya memasuki gereja sederhana dengan ornament kayu yang mendominasi hingga membuat nuansa klassik begitu terasa di dalamnya .

Kyungsoo merasakan jika jantungnya berdetak cepat , keringat dingin rasanya mengalir di balik jas hitam dan kemeja putih yang dia kenakan sekarang . Pikirannya campur aduk memikirkan kemungkinan – kemungkinan nekat yang bisa saja dia lakukan sekarang . Jaraknya berjalan menuju altar dimana joonmyeon tersenyum , berdiri dengan gagah di depan pendeta yang juga menyambut kedatangannya bersama hyeri , masih membutuhkan 10 langkah lagi . Ingin rasanya dia berlari berbalik arah meninggalkan acara ini , rasanya tak sanggup membiarkan genggaman erat ini berpindah tangan . Membiarkan orang yang menunggunya sepulang bekerja menunggu orang lain , membiarkan orang yang selalu meneriakinya ketika berada di kamar mandi untuk menggunakan kamar mandi yang lain , dan membiarkan orang yang sering terlelap dalam pelukannya jatuh kepelukan orang lain . Kyungsoo merasa belum sanggup bahkan tidak pernah sanggup melakukan ini semua .

Kyungsoo sedikit membuang wajahnya kekiri , disitu tatapan matanya terkunci oleh sesosok wanita yang anggun . Wanita yang mau menerimanya dengan segala kekurangannya , wanita yang mau menunggunya , dan dengan sabar berada di sampingnya mengerti bagaimana perasaanya . Perasaannya yang tak pernah beranjak dari sahabatnya , gadis itu bahkan dengan tangan terbuka menerimanya . Dia hwang lee ra , keponakan dari chang wook hyung – teman kyungsoo . Dia tidak pernah mempermasalahkan kyungsoo yang selalu pulang larut di akhir pekan , hingga tak ada kencan semenjak hubungan mereka di resmikan , tidak pernah memperhitungkan kyungsoo yang lebih memilih tidur ketimbang membuat janji untuk bertemu , dan tidak pernah meributkan hyeri yang berada satu atap dengannya . Lee ra seolah menerima kyungsoo lahir dan batin .

Pikiran kyungsoo untuk membawa hyeri kabur seakan di pukul mundur dengan tatapan lembut lee ra yang berada tak jauh dari tempatnya berjalan menuju altar . Tinggal tiga langkah lagi dan dia harus melepas genggaman erat ini kepada seseorang yang akan menjamin kebahagiaannya , kim joonmyeon. Di liriknya sedikit hyeri dari samping , hyeri tersenyum tenang .

β€˜ melepaskanmu adalah hal yang benar . Walau aku tidak terlalu yakin dengan apa yang akan terjadi di masa depan , paling tidak aku sudah berusaha yang terbaik untuk mu . Semoga kebahagiaan yang aku harapkan akan terjadi dan kita akan bahagia , walau bukan kau yang selalu berada di sampingku , menemaniku , tetapi yakinlah kebahagiaan tidak berarti kebersamaan jika memang kau sudah menemukan apa yang harusnya membuat kita bahagia . Shin hyeri , aku menyayangimu .. β€œ

OO

– TBC –

Β HAI …..

saya updatenya cepetan ya ?? soalnya keadaan hati saya lagi baik , baik , dan baik banget malah #okeabaikan ..

saya juga sekalian ngasih tahu mungkin bulan depan saya agak sulit buat update cepet , soalnya sekolah saya mau masuk dan aku belum tahu gimana nanti di sana ..

ini masih mungkin ..

tapi akan aku usahain buat updatenya cepet , biar cepet ganti cerita lagi πŸ™‚

saran kalian aku bner” butuhkan , bacanya bisa buat mood aku tambah baik . meski banyak yang belum ngasih saran , oke nggak papa . asal udah ada yang baca πŸ™‚

udah sekian yaa … pai pai ..

regards ChalilaCha ^^

Advertisements

Author:

just for fun

30 thoughts on “[ Series ] Life Story – Waive

  1. Haii haii i’m back πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

    kayaknya kamu hoby banget deh bikin Kyungsoo me deritaa,
    tp aku rasa nihh ff bakal lebih menyayat dari yg sebelumnya πŸ˜€

    saran aku, kasih makan kyungsoo yg bergizi yaa, biar dia strong pas kamu bikin menderita di ff.mu
    hahahhhhhahhaha#bercanda #abaikan: -V

  2. Lilaa… huaaa beneran hyeri sama junmyeon akhirnyaa? Kyungsoo patah hati banget dong:” tapi serius lee ra baik banget kako kaya gitu bisa nerima kyungsoo apa adanya gitu, mereka gimana ceritanya bisa jadian? Ceritain dong hihi. Ditunggu yaaa

    1. udah jodohnya hyeri ama bang junmen -,-
      iya entar aku coba sisipin cerita nya lee ra ama kyungsoo πŸ˜‰πŸ˜‰
      makasih buat sarannya 😊😊
      makasih reviwnya ^^

  3. lah? Kukira kyung bakal ama Hye Ri, bukan ya? Aish! Penonton kecewa /mungkin cuma aku/ tapi nice bgt crack nya. jadi engga datar deh. tapi akunya engga puas. gini aja deh, mending daripada sama Lee Ra, Kyung ama aku aja /dilempar ke luar bima sakti/

    overall NICE badai ^^

    1. nggak dong , yang mau nikah biar nikah aja ..
      bang kyungsoo sengaja gt biar bisa pulang ke rumah πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜†πŸ˜†
      thx buat reviewnya πŸ˜‰πŸ˜‰

  4. Yaaahh padahal aku sempet berharap kyungsoo bisa sama hyeri, tapi itu kehendak author nya sih haha, tapi ga apa apa deh, soalnya Lee ra nya baik banget, ditunggu yah kelanjutannya πŸ˜†πŸ˜†

  5. suka bget …. semoga kyungsoo bisa move on dan hidup bahagia jga dg lee ra .. knapa bkan soo ra aja hehe 😋😋

  6. makin ke sini kok makin bikin sedih sih .. Lila kamu tega banget masa ,bikin d.o patah hati . Huaaa
    tapi salut deh bisa bikin ff kek gini semangat

  7. nyesek banget sumpah. aku udah baca sampe yang ego tapi belum nyempetin comment soalnya aku baca sampe subuh dan lewat hp dan koneksi nya lama banget. maaf yaa baru comment sekarang
    btw, aku ga yakin kalo hyeri ga punya perasaan ke kyungsooT.T

  8. La… kamu sengaja kah nulis keluarga = kluarga?
    atau mmg pure typo?? aku saran gpp kan yah? hehehehe

    suer aku kok ngikik yah ngeliat bagian yang :
    “Lee ra seolah menerima kyungsoo lahir dan batin”
    *Aduhh kyung, jgankan Leera, Lila sama tata ajah nerima kamu lahir, batin dunia akherat kok hahahahahhaa

    1. πŸ˜€ lahir dan batin dari sakit hingga sehat siap menerima πŸ˜€ ]
      mungkin akunya aja yang baca keluarga jadi kluarga makanya nulisnya gitu πŸ˜€ #alasan πŸ˜€
      thx buat reviewnya ya πŸ™‚

Your Comment Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s